Remaja atau kita lebih mengenalnya dengan istilah ABG (anak baru gede), mereka mulai bersosialisasi dengan lingkungan di luar rumah, berbaur dengan banyak orang-orang baru, lingkungan baru, yang pastinya akan banyak memberikan pengaruh terhadap pola berfikir dan pergaulan mereka. Remaja merasa telah bisa menentukan sesuatu yang mereka rasa baik untuk dirinya.

Dalam masa ini pastinya orang tua semakin berfikir sedemikian rupa untuk menjaga anaknya yang mulai remaja agar tidak sampai terpengaruh oleh pergaulan-pergaulan negatif yang tidak baik bagi masa depan anak. Orang tua mempunyai bermacam-macam cara agar anak mereka tetap terpantau meski orang tua tidak bisa setiap waktu mendampingi kegiatan anak.

Advertisement

Ketika anak-anak mulai menjadi remaja, kebanyakan orang tua akan menjadi over protektif kepada anak. Memang bisa di benarkan sikap demikian, karena orang tua mempunyai pendapat bahwa dengan mereka bersikap protektif mengatur kehidupan anak, akan membuat anak menjadi seorang remaja yang baik. Tapi terkadang Sikap over protektif orang tua menjadi suatu ketidaknyamanan tersendiri bagi anak.

Bukan hanya merasa tidak nyaman, sikap over protektif orang tua pun membuat anak merasa tertekan. Akan menjadi tidak baik perkembangan seorang anak jika anak tersebut merasa tertekan dengan situasi dan keadaan. Mereka merasa bahwa hidupnya selalu dibatasi, tidak merasa diberi kesempatan untuk menikmati masa remajanya. Kebanyakan para remaja tidak betah berada di lingkungan rumah yang penuh dengan tekanan dari orang tuanya.

Orang tua biasanya lebih membatasi kegiatan-kegiatan anaknya di luar rumah. Seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, bersosialisasi dengan teman sebayanya atau melakukan kelompok, karena orang tua berfikir bahwa anak bisa saja berbohong meminta izin untuk mengerjakan tugas kelompok, padahal mereka berkumpul dengan teman-teman mereka di suatu tempat tanpa mengerjakan tugas apapun.

Advertisement

Dengan orang tua mengekang anak, bukan membuat anak menjadi seorang remaja yang penurut, melainkan semakin di kekang remaja akan semakin berani membangkang. Orang tua selalu ingin anaknya mementingkan belajar ilmu pengetahuan daripada mengikuti kegiatan lainnya. Pada ahirnya, seorang anak lebih memilih berbohong kepada orang tuanya. Contohnya anak lebih memilih tidak langsung pulang kerumah ketika pulang sekolah, karena jika sudah pulang kerumah akan susah lagi meminta izin untuk keluar rumah walaupun hanya sekedar berkumpul dengan teman.

Memang benar tidak ada orang tua manapun yang menginginkan anaknya menjadi anak nakal dan berada pada pergaulan yang salah. Tetapi mungkin cara orang tua menyayangi anaknya yang memang berbeda-beda. Sebisa mungkin, perlakukan anak remaja sebagaimana mestinya agar mereka tumbuh menjadi generasi yang baik. Untuk para orang tua, awasi pergaulan anak remaja anda, tetapi tidak dengan melarang bersosialisasi dengan lingkungan dan teman sebayanya.

Nasehati anak remaja anda, tetapi tidak dengan memarahi ketika mereka melakukan kesalahan. Perhatikan anak remaja anda, tetapi tidak membatasi aktivitas positifnya. Arahkan anak remaja anda, tetapi tidak dengan cara mengekangnya.

Karena khususnya para remaja akan lebih nyaman di perlakukan demikian. Dengan diperlakukan sewajarnya para remaja akan lebih bisa memiliki banyak teman, mengikuti banyak kegiatan dan lebih mudah bersosialisasi dengan lingkungan. Tidak menutup kemungkinan juga mereka akan lebih berprestasi ketika orang tua tidak over protektif, karena mereka akan lebih bebas berkreasi, berinovasi, beraktivitas dan berimajinasi. Karena remaja bukan seekor burung yang harus selalu di penjara di dalam sangkar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya