Kita sebagai manusia merupakan pemimpin. Pemimpin yang paling dasar adalah memimpin dirinya sendiri. Karena setiap diri, memiliki nahkoda. Nahkoda diri kita adalah diri kita sendiri.

Lalu apa pentingnya amanah? Amanah sama hal nya dengan tanggung jawab. Bertanggung jawab yaitu orang yang amanah dengan tugasnya. Jadi ketika kita dipasrahi untuk memimpin diri kita sendiri, maka kita harus amanah dalam menjaganya. Harus bertanggung jawab dalam menjaga dan memeliharanya. Agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Advertisement

Seberapa penting sih amanah itu? Mungkin sebagian dari kita akan bertanya-tanya. Yang pasti, setiap tindak-tanduk kita pasti akan dipertanggungjawabkan kelak. Pernah mendengar hukum karma kan? Jika kita melakukan kebaikan, maka kita akan dibalas dengan kebaikan pula. Belajarlah dari ilmu menanam. Jika menanam kebaikan, maka semesta pun akan baik kepada kita. Begitu pula sebaliknya.

JIKA KITA AMANAH, MAKA MEMPERLIHATKAN KITA SEBAGAI MANUSIA YANG BERTANGGUNG JAWAB. Kepada diri nya sendiri saja dia amanah, apalagi untuk mendapatkan amanah dari orang lain? Tentu sudah bisa ditebak jawabannya. Mengatur dirinya sendiri saja sudah berantakan, bagaimana mengatur orang lain? Bagaimana mau mengatur kelompok? Mengatur organisasi? Mengatur pemerintahan? Mengatur negara? Maka dari semua itu, kembali kita kepada diri masing-masing. Sudah seberapa amanah kita kepada diri kita sendiri. Seberapa besar tanggung jawab kita kepada diri sendiri. Mari introspeksi.

ORANG YANG AMANAH, MAKA AKAN DIPERCAYA. Itu sudah pasti. Ini sudah hak paten menurut saya. Jika kita amanah, maka orang lain akan percaya. Contoh saja kita dipasrahi untuk memegang sebuah toko. Kemudian setelah toko tersebut dipegang kita ternyata menjadi maju dan berkembang. Maka sang pemilik (pemilik modal) merasa senang dan bangga. Timbul lah kepercayaan lebih kepada kita. Bukankah bahagia menjadi orang yang amanah?

Advertisement

ORANG YANG AMANAH AKAN BANYAK TEMAN. TAPI AKAN BANYAK MUSUH JUGA (BAGI YANG IRI). Betul apa betul? Hehe. Jika kita amanah, maka banyak orang yang segan dengan kita. Banyak orang yang ingin kenal dan mungkin kita akan disuruh untuk memberikan berbagai nasihat dan pengalaman hidup kita (sharing about our life). Tetapi sebaliknya bagi orang yang iri dan dengki. Mereka melihat kita bagaikan musuh, seperti dalam film Batman. Kita seperti joker dimata mereka. Nah jika seperti ini bagaimana? Sudah sudah sudah, biarkan saja mereka. Biarkan mereka tersesat dengan iri dan dengki nya. Orang yang seperti itu tidak akan maju, mereka sesak hatinya melihat kebahagiaan kita. Justru orang yang baik adalah orang yang bangga dan ikut senang jika orang lain senang. Bukankah bahagia menjadi orang yang amanah?

Jadi kesimpulannya adalah, menjadi orang amanah akan mendapatkan kebahagiaan. Tetapi memang, untuk mencapai kata AMANAH itu butuh proses. Tidak hanya satu hari dua hari, mungkin bertahun-tahun lamanya. Tetapi orang yang berusaha keras pasti akan mendapatkan hasilnya. Maka sedini mungkin kita bisa memimpin diri kita sendiri (at least) dan kita bisa menjadi amanah dengan diri kita. Dengan amanah, maka kita akan menjadi manusia yang bermanfaat dan bermartabat. Menjadi contoh dan tauladan bagi masyakat. Sekali lagi, “Bukankah bahagia menjadi orang yang amanah?”

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya