Setiap manusia pada hakikatnya pasti memiliki target, impian, cita-cita ataupun harapan dalam hidupnya. Target ingin lanjut kuliah S2 misalnya, mimpi ingin membawa orang tua umroh, atau harapan untuk bisa bersama selamanya dengan pasangan yang di cintai. Doa menjadi jembatan penghubung dari semua itu. Setiap manusia, sudah seharusnya memiliki harapan yang tertanam dalam masing-masing hatinya untuk tetap hidup.


Berbagai cara pun dilakukan demi mewujudkan harapan, target atau cita-cita tersebut. Berusaha, berpeluh, hingga merapalkan doa setiap malam tidak pernah alpa dilakukan. Tapi kembali lagi, keputusan tetap ada di dia, Sang Pemilik Semesta.


Katanya, ada 3 level dalam urusan menjawab doa dari Tuhan. Pertama, doa yang langsung di kabulkan. Kedua, doa yang nanti akan dikabulkan, dan yang terakhir doa yang tidak dik abulkan tapi diganti dengan yang lebih baik. Nah, masalahnya bagaimana kalau ternyata level doa kita ada di nomor 3? kecewa? pasti. Rasanya semua effort yang sudah dilakukan sia-sia. Terus bagaimana?

Pertama, yang perlu kamu lakukan ketika usaha dan doamu tidak dijawab adalah berdamai dengan diri sendiri. Siapa lagi yang bisa menenangkan diri kita kalau bukan kita sendiri? Yang tahu seluk beluk hati dan hidupmu adalah kamu sendiri. Kamu juga pasti tahu langkah apa yang harus kamu ambil jika harapanmu pupus atau mimpimu tidak tercapai.

Berdamai dengan diri sendiri bisa dilakukan dengan cara memaafkan kekhilafan yang pernah kamu lakukan, sehingga mimpi atau target yang kamu buat itu tidak terwujud.

Advertisement

Kedua, ikhlas. Sepele memang, namun terkadang sangat susah. Tapi percayalah, ketika kamu sudah bisa mengikhlaskan apa yang terjadi, hidupmu akan terasa jauh lebih enteng ke depannya. Jangan lupa juga rendahkan sujudmu di hadapannya, dan ceritakanlah keluh kesahmu dengan Dia. Itu akan membuat beban kecewa di hati kamu bakal jauh lebih berkurang.

Ketiga, perbaiki hidupmu dan susun rencana baru. Ingat pepatah "ketika satu pintu tertutup, pintu lain banyak yang terbuka?" begitulah hidup. Jangan buang waktumu untuk menangisi atau menyesali sesuatu yang sudah pergi atau sudah selesai. Buat to do list baru tentang mimpi yang ingin kamu wujudkan. Semakin banyak target hidup kamu, semakin berartilah hidup kamu di muka bumi ini. Jangan sia-siakan masa muda kamu.


Tuhan adalah sebaik-baik penulis skenario kehidupan di semesta ini. Percayalah, jika doamu belum atau tidak dikabulkan olehnya, bukan berarti Dia tidak mendengarkan. Ada rencana lain yang sudah dipersiapkan untuk kamu ke depannya. Dia tau mana yang engkau butuhkan, bukan yang kamu inginkan.


Jadi, masihkah kamu meragukan pilihan Dia yang tak pernah lelah mengatur semesta ini? Menjawab doamu saja pasti amat mudah baginya. Jadi, maafkan, ikhlaskan dan lepaskan 🙂