Begitu banyak yang melekat pada pikiran kita sehari-hari. Dari semua itu ada yang tetap tinggal di dalam hati atau pikiran. Namun sebagian ada yang dipilih untuk dilupakan bahkan sebenarnya masih terasa jika teringat akan suatu momen yang membuat kita tersadar akan beberapa hal lalu tanpa harus benar mengingatnya.

Seperti halnya saat kita berada di suatu tempat, tidak sengaja kita mendengarkan alunan lagu tertentu yang membuat kita kembali pada momen di mana kita mengalami sesuatu. Ya, hanya alunan musik tersebut, otak kita dipaksa menggali kepada kenangan lama. Yang mungkin saja telah lama kita tinggalkan. Sadar-sadar sudah terlewati saja.

Advertisement

Singkat cerita mengenai kisah saya yang bermula dari beres-beres isi komputer. Saya temui beberapa tulisan yang saya lupa sekali kapan saya menuliskan dan apa alasan di balik tulisan itu. Terkadang saya menyadari, bahwa ketika saya menulis sesuatu dengan dipengaruhi emosi, akan menimbulkan suatu keheranan yang mana seringkali saya pertanyakan. Kok bisa ya? Kok bisa saya menyusun kata sepuitis itu sedalam itu yang mana belum tentu saya bisa menuliskannya saat ini.

Muncul dalam benak saya untuk malu dengan apa yang sudah saya tuliskan namun tidak salah kalau tetap disimpan. Hingga suatu hari saya membuka file tersebut dan membacanya ulang. Memori itu akan terasa kembali. Seperti menghadirkan sesuatu yang telah lama minggat dari pikir ataupun hati. Momen itu nampak hadir.

Memori mampu menghasilkan energi untuk terus bersyukur akan apa yang kita miliki saat ini jika kita terus berpikiran positif. Memori atas kesedihan, kebahagiaan, kekonyolan, kepiluan dan perasaan berjuta lainnya. Memori mungkin berada dalam masa lalu, masa di mana waktu telah lewat dan bisa saja berbeda dengan saat ini.

Advertisement

Setiap kenangan yang terabadikan dengan rupa foto-foto, catatan perasaan atau video kebersamaan. Bayangkan saja, waktu yang berjalan membuat kita lupa bahwa ada masa lalu yang menyenangkan dan berharga ada di sana. Kenangan pahit yang kala itu susah dilalui kini sudah terlewati dan kita bisa membawa diri kita sampai masa sekarang. Maka dari itu, hargailah masa lalu dengan mensyukuri yang saat ini kita miliki. Memori bersama siapapun itu, akan terkenang di pikiran ataupun hati kita jika kita dapat menyimpannya dalam album foto ataupun yang lainnya yang suatu saat nanti, sepuluh atau duapuluh tahun kemudian akan kita buka kembali.

Ketika kita mencintai seseorang, bisa saja ia merupakan bagian masa depan kita yang beruntungnya kita dapat berbagi cerita padanya, bilamana tidak, ini akan menjadi history dan pelajaran yang telah lalu.

Kita syukuri diri kita yang sekarang, dengan kita hargai pahit manis masa lalu kita.

Ada atau tiada dirimu, yang pasti kau pernah ada dalam memoriku.

Salam sayang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya