“Pergilah untuk kembali, mengembaralah untuk menemukan jalan pulang.”

Quote yang melatarbelakangi untuk melakukan “Solo Traveling”. Bertepatan dengan penyambutan Tahun Baru Hijriyah. Perjalanan penuh harap dapat membawa diri pada perubahan positif. Selain disunnahkan untuk puasa Muharram, Tahun Baru Hijriah juga membawa pada pengharapan pada hijrah yang sesungguhnya.

Sebaik-baik tempat tujuan, sebaik-baik rumah, adalah rumah Allah SWT. Masjid adalah saksi dimulainya peradaban. Wahana bagi Rasulullah SAW dan Khalifah mensyiarkan Islam. Dapat kita tilik kembali siroh Nabi, apa yang pertama kali Rasululloh dirikan ketika hijrah ke suatu tempat? Tidak lain dan tidak bukan adalah masjid, contohnya masjid Nabawi. Masjid dijadikan pusat ataupun patokan untuk pembangunan, baik itu pembangunan pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri, dll. Oleh sebab itu, kuawali Solo Traveling kali ini dengan mengunjungi salah satu masjid termegah dan terbesar di kawasan Asia Tenggara yakni Masjid Kubah Mas atau yang disebut juga dengan Masjid Dian Al-Mahri. Terletak di Meruyung, Kec. Limo, Depok, Jawa Barat. Traveling gak harus jauh-jauh ke luar negeri, jika landmark dunia juga bisa dinikmati di negeri sendiri. Jika kita tidak mencintai negeri ini, siapa lagi?

Banyak info yang memuat rute, sejarah, tata tertib, serta rincian kemegahan yang dapat dinikmati pada kawasan 70 ha tersebut. Tulisan ini tidak menekankan pada hal-hal demikian. Kesan pertama yang tertangkap ketika memasuki kawasan megah ini adalah decak kagum. Banyaknya pengunjung berdatangan, baik menggunakan mobil pribadi, bus, sepeda motor, bahkan pejalan kaki membuktikan kawasan ini berhasil menebar pesona wisata religiusnya.

Masjid yang di bangun oleh seorang pengusaha asal Banten Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid. Sulit menemukan biografinya. Namun seperti ungkapan “Langit tidak pernah bercerita pada dunia akan ketinggian, keperkasaan dan keanggunannya”. Sosoknya tetap menginspirasi walau ia tidak pernah muncul. Setitik kebaikan atau amalan yang dilakukan oleh pengunjung, akan mengalirkan pundi-pundi pahala pada sosok beliau sebagai amal jariyah. Selain itu, bangunan yang ia dirikan dapat membantu kemakmuran hidup orang lain karena memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat, seperti tukang parkir, pedagang asongan, tukang kebun, dll.

Advertisement

Dewasa ini, bangunan seperti windows shopping, perumahan, hotel, apartement, tempat hiburan, dll lebih diminati dan berjamur di Indonesia. Akan lebih baik jika tempat tersebut disubstitusi dengan bangunan yang dapat mendongkrak peningkatan sumber daya manusia. Seperti pembangunan masjid, pendirian sekolah bagi kaum dhuafa, sekolah ataupun yayasan Islam Terpadu, pendirian panti asuhan, panti jompo, rumah singgah bagi tunawisma, perpustakaan umum, rumah baca, pesantren, dll. Jumlah rakyat miskin, pengemis, anak gelandangan di negeri berkembang ini jauh dari kata sedikit. Bangsa ini mengalami kelangkaan sumber daya manusia dan bangsa ini jauh dari kata sejahtera.

Berikut beberapa manfaat yang kamu dapatkan jika berkunjung ke masjid :

1. Muhasabah diri

Hal pertama yang mesti kamu lakukan jika mengunjungi masjid adalah bersihkan niat karena Allah, mulai masuki masjid dengan kaki kanan, ambil wudhu lalu sholat Tahiyyatul Masjid, dilanjutkan dengan sholat wajib jika memang sudah waktunya atau sholat sunnah lainnya. Mengunjungi masjid akan membuat hatimu yang tadinya keras, dipenuhi ego, dan perasaan yang melangit akan jatuh dan runtuh seketika sebab kamu akan sadar betapa kecil kamu bila berhadapan dengan-Nya. Menangislah dalam sujud panjangmu, seberapa berat masalahmu mengadulah pada-Nya & memohon ampunan. Dialah tempat kembali dan teman curhat paling setia.

2. Inspirasi Baru, Semangat Baru, dan Hati Yang Baru

Mengunjungi masjid akan menambah inspirasi untuk kembali ke jalan-Nya. Bangunan yang dipenuhi aroma religi tersebut seakan mengingatkan kita akan perjuangan-perjuangan Rasululloh SAW dan para Sahabat. Pengorbanan serta ketulusan cinta Mujahid & Mujahidah terdahulu demi menegakkan agama Allah. Mengunjungi masjid membuat kita lebih sadar akan kepastian datangnya kematian, kiamat, dan hari akhir. Kehidupan alam fana ini tidak lain dan tidak bukan adalah menungu kedatangan tiga kejadian tersebut. Berada di rumah Allah membuka pikiranmu bahwa hidup bukan hanya soal materi dan kesuksesan tapi keikhlasan dan kesederhanaan. Kamu akan menyaksikan kebesaran hati muadzin dan jamaah shalat yang setia menanti timing sholat lalu mengajak semua kalangan berbondong-bondong bersujud pada-Nya. Menyaksikan lingkaran jamaah taklim dan para ustadz/ulama penuh semangat untuk belajar, berdiskusi, dan membahas seputar dunia keislaman. Terkadang ditemukan hanya ada dua orang yang sedang mojok, tidak lain dan tidak bukan adalah sorang guru dan muridnya yang sedang curhat, setor hafalan, atau mengkaji lebih dalam lagi tafsir Al-qur’an. Tidak lupa pula menyaksikan marbot masjid dengan keikhlasannya melindungi masjid dari kotoran, walau ia harus membersihkan kotoran orang lain yang berkunjung.

3. Kesempatan Bersedekah

Banyak cara untuk bersedekah dan bersedekah tidak dinilai melalui Rupiah, namun keikhlasan hati dan kontiniunitas. Dengan mengunjungi masjid kamu bisa menyisihkan sebagian kekayaan yang kamu miliki ke kotak amal, atau dengan menyumbangkan mukenah, Al-qur’an, buku Tajwid, buku-buku do’a yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang berkunjung. Selain sebagai ladang bersedekah, benda-benda tersebut juga bisa menjadi amal jariyah.

4. Murah

Masjid bukanlah suatu tempat yang menguras kantong. Rumah Allah tersebut terbuka bagi siapa saja dan kapan saja, hanya perlu biaya transport dan parkir (dibeberapa masjid) untuk sampai kesana.