Dibalik Kampus-Kampus Konsumtif di Yogyakarta

Kampus yang identik dengan kesederhanaan. Tidak hanya dari pandangan warga Yogyakarta yang secara awam dan gamblang berpenilaian bahwa Universitas Negeri Yogyakarta merupakan kampus yang jauh berbeda dengan kampus-kampus lainnya, pendapat yang sama berhasil diraih dari para pendatang dari berbagai penjuru Indonesia.

Advertisement

Dapat dikatakan, UNY menjadi salah satu tujuan bagi siswa-siswi yang ingin belajar hidup dengan cara yang lebih membumi. Berkenaan pula dengan slogan UNY, yang berbunyi “Taqwa, Mandiri, Cendekia”. Secara kultural, dalam berkehidupan di ruang kampus, mahasiswa-mahasiswi kampus UNY diajarkan untuk menjadi pribadi-pribadi yang menitikberatkan pada ketaqwaannya pada Tuhan yang Maha Esa, menjadi pribadi yang mandiri atau dengan kata lain dapat disebut ‘survival’, juga cendekia yang mengarahkan pada dominasi keilmuannya.

Di sisi lain, UNY dikenal dengan kampus yang berbasis pendidikan. Kampus pendidikan, hal ini nampaknya dapat dijadikan faktor dan alasan mengapa para mahasiswa dan mahasiswi UNY identik dengan hal yang berbau kesederhanaan. Pembawaan seorang guru rupanya telah menjadi atmosfer, yang mendorong setiap orang yang bernaung didalamnya Sosok guru kerap digambarkan sebagai suatu contoh juga tauladan bagi anak-anak didiknya. Seorang guru dituntut untuk menjadi seseorang yang ‘membumi’, dan mempengaruhi anak didiknya untuk menjadi pribadi-pribadi yang membumi pula.

Yogyakarta merupakan kota pendidikan, terdapat banyak ruang-ruang pendidikan formal mulai yang diperuntukkan bagi anak-anak di bawah umur, hingga kalangan dewasa yang berupaya mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

Tidak sedikit pola kehidupan kampus di Yogyakarta tengah didominasi oleh gaya hidup yang serba ada. Kendaraan, tatanan rambut, pakaian yang dikenakan, hingga cara berbicarapun identik dengan orang yang memiliki standar diatas rata-rata. Namun yang sedikit disayangkan adalah, mahasiswa-mahasiswi domestik Jogja-pun justru terbawa arus budaya luar, seperti contoh penggunaan kata “lo, gue” dalam pembicaraan sehari-hari mereka.

Kata ‘hits’ yang sering kali disematkan pada mahasiswa-mahasiswi kampus di Yogyakarta lainnya, yang tidak jarang sekaligus dijadikan sebagai identitas segelintir orang yang berada didalamnya, tidak berlaku pada kampus UNY. Dapat dikatakan, UNY merupakan Universitas yang sama sekali tidak memandang bulu, atau lebih tepatnya jauh dari kata pandang bulu.

Advertisement

Kehidupannya tenang, jarang terdengar kabar miring mengenai penghuninya, mahasiswa maupun warga kampus UNY lainnya, baik yang bersifat publik, terlebih privasi. Meski demikian, berbagai bentuk problematika serta dinamika kampus menyoal birokrasi, tetap berjalan secara dinamis.

UNY merupakan pilihan, pilihan bagi orang-orang yang ingin menjadikan dirinya menjadi pribadi yang berkarakter sekaligus ‘merakyat’. UNY merupakan pilihan, pilihan bagi orang-orang yang ingin belajar untuk berkehidupan yang mengutamakan tujuan kedepan. UNY merupakan pilihan, pilihan bagi orang-orang yang berupaya meminimalisir budaya konsumtif dalam berkehidupan. UNY merupakan pilihan, pilihan bagi orang-orang yang ingin hidup dengan kesederhanaan dengan segala bentuk kesyukuran.

Berbagai bentuk disiplin ilmu yang mendarah daging di UNY, menuntun setiap orang yang berada di dalamnya untuk menjadi orang-orang yang berdiri dengan berbagai sisi kesederhanaannya, namun, visioner.

Tidak sedikit pula dari mahasiswa-mahasiswi UNY yang memberi statement bahwa dirinya merasa beruntung karena telah memilih tempat yang tepat. Mereka merasa beruntung, karena jikalau mereka ditempatkan di kampus yang berbeda, tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi seperti orang-orang terdahulu yang telah berada d idalamnya. Budaya serba ada, terutama pada kampus-kampus swasta, begitu pula dengan kampus-kampus ternama yang berhasil bertengger dalam daftar kampus terbaik di Indonesia.

UNY memiliki DNA yang berbeda. Di saat kampus lain disibukkan dengan persaingan yang kental antara satu fakultas dengan fakultas lainnya, mahasiswa UNY berlomba-lomba untuk dapat saling menjalin relasi dengan mahasiswa-mahasiswi lintas fakultasnya.

UNY, kampus di Yogyakarta bagi pribadi-pribadi yang ingin belajar dan tumbuh layaknya seorang guru yang dapat bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri, lebih bijak dalam ‘mengonsumsi’ sesuatu, mengajarkan kepandaian dalam memilih serta memilah hajat hidup dan masih banyak lagi. Pun, dalam perihal agama, mahasiswa-mahasiswi UNY terpandang dengan stereotype agamis.

UNY merupakan tempat yang tepat bagi penerus bangsa Indonesia yang mempedulikan karakter anak bangsa dengan kesederhanaan namun dapat memberi kontribusi yang mumpuni dalam hidup bermasyarakat, terlebih bagi diri sendiri.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE