Lidah memang tidak bertulang, kalimat ini sangat pasti dan meyakinkan karena lidah sangat elastis tidak ada sedikitpun didalam lidah ini yang mengambarkan atau di sentuh yang menjadikan ia seolah bertulang. Dan ini jugalah yang menyebabkan ia seolah cepat menjadikannya elastis untuk bergerak dan menguasai tempatnya di mana ia berada. Lidah sebagai indra perasa ini juga mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai alat yang membantu kita untuk mengeluarkan vocal yang tepat ketika bersuara sehingga orang dapat mendengar dan mengartikannya dengan indra yang lainnya yaitu telinga. Sekedar pengantar untuk kata lidah tidak bertulang.

Kembali ke judul, eksistensi lidah yang tidak terkendali dapat di lihat dari cerita yang di ceritakan harga dari sebuah kalimat sangat berharga karena bagian dari kalimat yang kita keluarkan dari mulut ini sangat menentukan untuk masa depan kita baik yang mengucapkan, yang mendengar dan semua oknum yang terkait atau yang bersentuhan di dalamnya.

Tidak jarang akibat lidah ini dapat terjadi konflik dan perpecahan dikalangan individu dengan individu, kelompok dengan kelompok. Informasi atau ucapan yang telah terlepas dari mulut si pengucap itu tidak milik si pengucap itu lagi tapi dia hanya sumber, yang memiliki setelah ia adalah orang lain yang bersentuhan dan mengetahui atau mendengarkan dari ucapan tersebut. Oleh karena itu ucapan itu tidak dapat lagi dihapus, untuk memperbaikinya hanyalah klarifikasi dan ini juga tidak jarang bersih atau di hilangkan dengan seutunya.

Cerita yang di ceritakan adalah bukan lagi dari sumber pertama dan ini riskan terjadi pengeditan baik dari tata bahasa dan intonasi serta mimik, sehingga sering sekali terjadi perbedaan penafsiran antara orang pendengar pertama dan yang selanjutnya sehingga carilah untuk kebenarannya kepada sumber yang pertama. Agar informasi atau cerita itu lebih akurat.

Membahas hal ini mengingatkan kita bahwa dalam segala sesuatunya agar memahami harga dari suatu ucapan itu sangat berharga, kita jangan sekedar mengeluarkannya dengan begitu saja karena seperti penjelasan di atas bahwa itu tidak lagi kepemilikan kita tetapi telah menjadi milik dan komsumsi orang lain. Jangan jadi salah komsumsi orang yang mendengarkannya karena itu menentukan masa depan kita, “masa depan” jangan diartikan terlalu sempit contohnya 10 tahun atau 20 tahun kedepannya.

Advertisement

Beberapa detik kedepan juga merupakan masa depan karena kita tidak dapat memastikan 10 detik lagi apa yang akan terjadi kepada kita, bisa saja akibat ucapan tersebut 10 menit kedepan kita akan di bawah ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan ucapan yang keluar dari lidah yang tidak bertulang tersebut, bisa saja akibat lidah tidak bertulang tersebut sebuah keluarga menjadi berantakan. Oleh karena itu bijaksananalah mempergunakannya dan itu adalah pilihan yang tepat untuk lidah yang tidak bertulang tersebut. Karena ada kata yang benar yang harus disampaikan kebenarannya ada juga yang tidak harus disampaikan dengan menimbang suatu hal yang akan kemungkinan dapat terjadi akibat dari hal tersebut.

Jika direnungkan dengan sedikit canda, oleh sebab itu Tuhan menciptakan lidah tersebut satu karena dengan hanya satu saja sangat sulit mengendalikannya, lidah itu dapat berubah menjadi pedang yang dapat dengan mudah menyakiti hati dan melukai perasaan orang lain suatu waktu. Tetapi lidah itu juga tidak dapat di persalahkan karena itu bagian dari anugerah yang menjadikannya manusia layaknya dapat berinteraksi dengan baik dan efisien melaluinya. Yang dapat diartikan bagian dari yang dituliskan bijaksanalah mengunakan lidah tersebut yang kedua jadilah pendengar yang baik jika ingin menjadi komunikator yang baik. Agar semua baik terlebih dahulu jadilah bijaksana.