Hai, apa kabar kamu ? Pemilik rindu yang lama tak juga menjadi temu, semoga kamu baik baik saja disana ya seperti doa yang kupanjat setiap saat pada sang pemilik waktu . Aku tau mungkin disana bahkan tak sedikitpun kamu teringat padaku disini, entah apa yang kamu lakukan disana…entahlah itu memang urusanmu yang memang tak seharusnya aku usik.

Lama juga rasanya semenjak pertemuan terakhir kita malam itu, kita tidak bertemu dan berpapasan lagi sampai detik ini, hanya melalui pesan singkat saja kita saling bertanya kabar walau itu pun masih dapat terhitung oleh jariku, ya mungkin karena kamu memang terlalu sibuk dengan duniamu sehingga pesan singkatku pun kadang kamu abaikan begitu saja atau mungkin hanya sempat kamu baca tanpa perlu membalasnya. Tak masalah memang aku memang mengerti segala kesibukanmu itu, lagipula aku memang bukan prioritasmu karena aku bukan siapa siapa mu kan? Ya, itu benar..

Aku memang masih saja selalu mengingatmu, walau rindu itu belum juga menjadi temu, tapi kamu tetaplah apa yang selalu aku harapkan menjadi pemilik rinduku. Aku tau mungkin bahkan disana kamu tak pernah sedikit pun mengingatku, ya tapi aku selalu berusaha mencari tau segala tentangmu, walau aku harus selalu memulai chat padamu lebih dulu entah bagaimana kamu akan membalasnya atau justru mengabaikannya. Kadang ingin rasanya aku yang mendapat pesan terlebih dulu darimu, tapi rasanya setelah mengerti akan segala kesibukanmu aku rasa itu tak mungkin

Maaf jika aku masih selalu saja mengusik harimu dengan pesan singkatku yang mungkin tidak terlalu penting bagimu, tapi inilah caraku untuk sekedar mengetahui bagaimana kabarmu. Aku selalu ingin tau keadaanmu dan berharap kau baik baik saja, tak peduli engkau mengacuhkanku atau tidak. Mungkin inilah rasa peduliku yang keterlaluan, tapi aku tidak akan marah padamu, ya aku mengerti.

Tapi apa kamu tau apa yang selalu aku fikirkan tentangmu? Tidak kan?

Advertisement

Kamu iya dia itu kamu orang yang selalu memikat hati dan fikiranku sejak perjumpaan pertama itu

Dia itu kamu orang yang selalu aku ceritakan pada orang orang terdekatku. Dia itu kamu yang mampu meluluhkan hatiku dengan sebuah senyuman.

Dia itu kamu yang membawa tawa bahagia saat bersama.

Dia itu kamu yang bisa menghapuskan semua luka masa laluku dalam sekejap saja.

Dia itu kamu orang yang selalu aku sertakan dalam setiap doa ku yang selalu ku panjatkan agar kamu menjadi teman bersandingku nantinya, pelengkapku, dan penyempurnaku.

Iya dia itu kamu, segalanya ada padamu kamulah pemilik rinduku selama ini yang kuharapkan agar sang waktu bersedia menjadikannya sebuah temu.

Itulah kamu bagiku saat ini, maaf bila ini berlebihan bagimu, aku hanya ingin mengutarakan apa yang tak bisa aku katakan padamu. Aku tau ini bukan seharusnya karena mungkin ini hanya sebuah anganku sendiri yang terabaikan, aku yang terlalu berlebihan menyimpan sebuah harapan padamu .

Hai kamu, pemilik rinduku aku tau saat aku menulis ini pun kamu bahkan mungkin masih saja acuh . Aku tau ini hanya rasaku sendiri. Tapi entah apa namanya ini, entah sihir dan pesona apa yang kamu pancarkan sampai sebegitunya memikat hatiku. Sampai saat kamu abaikan aku sekalipun aku masih saja peduli .

Mungkin peduliku memang keterlaluan padamu dan semoga acuhmu itu segera luluh dengan seiring waktu, berhentilah kamu terlalu sibuk dengan duniamu itu, lihatlah disini ada seseorang yang rela menantikan sang waktu, yang menyematkan namamu dalam setiap doa doanya~

"Maaf jika aku memang tak sama tinggi dengan ingimu, tapi untukmu aku berjuang dan di dalam doaku dirimu ada "