Semakin lama, hari berubah menjadi tak menentu. Manusia berubah, keadaan menjadi semakin buruk, pertemanan hancur, kasih sudah tidak hangat lagi.

Semakin lama manusia sibuk memikirkan dirinya sendiri. Lalu, apa yang bisa kamu lakukan tentang ini? Pola ini tidak akan bisa dihindari siapapun; kamu, yang menyadari benar akan hal ini jangan malah terbawa arus dan menjadi sesosok manusia dingin yang tidak memiliki kehangatan hati sama sekali.

Advertisement

Jadilah dirimu yang terbaik di tengah kondisi dunia yang memburuk. Entah apapun yang menghalangimu berbuat baik, hancurkan itu dan tetaplah berbuat baik! Faktanya adalah kamu sedang membahagiakan dirimu saat kamu membahagiakan orang lain. Tidak perlu menunggu seseorang melakukannya lebih dulu untukmu, jadilah pendahulu, jadilah contoh untuk sekitarmu.

Mungkin kamu berpikir bahwa sungguh menyebalkan jika harus mengutamakan orang lain daripada diri sendiri. Namun, kebenarannya adalah kamu akan merasa puas dan bahagia karena kamu berhasil membuat orang lain berbahagia karenamu.

Mengutip kata Mother Teresa: bukan seberapa banyak kamu memberi yang penting, melainkan seberapa banyak kasih yang ada padamu saat kamu memberi.

Advertisement

Banyak orang yang bisa memberi tapi hanya sedikit yang bisa menyelipkan kasih dari hati saat memberi.

Hidupmu boleh menjadi semakin sulit tapi tidak dengan kebahagiaanmu. Kamulah yang menjadi penentu kebahagiaanmu sendiri. Ingatlah untuk menjadi dirimu yang terbaik di tengah semua hal yang berubah menjadi tidak baik.

Sangat tidaklah rugi untuk berbagi, sangat tidaklah rugi untuk memperbaiki diri sendiri. Kamu akan merasakan sensasi membahagiakan jika kamu berhasil menjadi pribadi yang menyenangkan.

Alam akan membantumu dengan segala keajaibannya jika kamu juga adalah seorang pribadi yang baik. Saya percaya itu, bahwa hal buruk tidak akan berdampak buruk pula bagi orang baik.

Dunia boleh berubah menjadi lebih buruk. Tapi kamu; tetaplah menjadi dirimu yang terbaik.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya