Kita hanya (berpura-pura) saling menyapa. Barangkali itulah yang membuat kita jadi berdebar pada apa yang sebentar. Dia merasa tidak mampu lagi menopang rindu dari perempuan setia itu. Ah, barangkali itulah yang menjadi alasan baginya untuk lepas dari perempuan setia itu. Sialnya, perempuan setia itu terlanjur menggantungkan segala harapan pada lelaki lemah itu. Mungkin begitulah perempuan, sekali menjatuhkan hati selamanya sulit terobati.

Pada akhirnya perempuan itu merasakan lukanya lagi. Denyut yang ia pikir adalah kebahagiaan rupanya samaran lain dari kesakitan. Rasa kehilangan yang beruntun, ah Tuhan benar-benar maha penguji. Kau mungkin tidak akan pernah melihat kepahitan di kerut-merut wajahnya. Sebab perempuan itu terlalu pandai menutupi lukanya.

Kau takkan bisa membayangkan bagaimana pahitnya luka yang barusan mengabdi pada hatinya. Bahkan ketika lelaki lemah itu memutuskan sebuah perjanjian, ia tetap tak ingin kehilangan senyuman. Ia hanya ingat satu hal, sebagaimana Tuhan sering berkata "tiada luka yang abadi begitu pun rasa sakit. Yang pergi akan selalu berganti. Yang memilih menghilang, biarkan hilang dalam bayang.

Lagi-lagi kau bakalan dibuat terpana kesekiaannya, bagaimana perempuan itu menghadapi kehidupan yang bakalan terus-terusan menguji hatinya. Pertanyaan setan datang dari arah tak karuan. Dengan senyum sumringah, gigi yang tidak terlalu wah. Tertawa cekikikan sambil berkata "kapan, "kapan, "kapan.

Mereka tidak pernah membayangkan bagaimana pertanyaan sepele yang menurut mereka sudah mampu menerobos ruang suci di hatinya. Ruang yang baru saja memulai hidup kembali, ruang yang baru saja berdiri kembali. Asumsi dari mereka yang sudah merasa memiliki bahagia, mereka yang mengira bahagianya sempurna, maka mereka kira dengan melontarkan pertanyaan tanpa doa sudah lebih dari cukup.

Advertisement

Ah, sabarlah wahai hati. Bukankah nikmat tuhan maha luas dan tidak pernah berbatas. Selama kau meyakini tuhanmu sedang mempersiapkan kebahagiaan, suatu hari yang menurutnya sudah tepat bakalan akan kau rayakan kemenangan. Tetaplah menjadi luarbiasa, jangan mengira dengan kehilangan telah menjadikanmu tidak berguna. Siapa yang mengira ada yang diam-diam menyimpan doa untuk bahagiamu, berdoa pada tuhan untuk bisa segera dipertemukan denganmu. Sayang sekali jika senyum indahmu berganti muram durja.

Hai perempuan, hatimu yang selembut sutera adalah anugerah dari pencipta. Karena semesta membutuhkan kelembutan untuk bisa terus berirama. Maka dari itu, jangan biarkan kesedihan bermukim terlalu lama. Selalu ada hari yang cerah setelah badai menerpa.

Tetaplah dengan keyakinan, kesetiaan yang kau pertahankan akan dibalas kesetiaan. Tangisan bukan berarti kelemahan, kau boleh menangisi kehilangan tapi tidak untuk menangisinya ribuan. Hentikan segera, sebab tissue saja belum tentu mampu menghapus airmatamu yang terlanjur sungai. Dia yang memilih menghilang, adalah cara tuhan menjauhkan dari kesakitan yang lebih dalam.Tidak ada yang tidak layak bahagia, semua makhluk yang bernyawa berhak bahagia. Karena bahagia adalah cara kau bersyukur atas segala kuasa pencipta.

Kini mulailah berlari dengan kakimu kembali, jangan terburu-buru menjatuhkan hati. Pada waktunya, hati tahu arah pulang ke rumah yang sesungguhnya.

Salam bahagia.