Dulu, aku memiliki seseorang yang sangat aku banggakan kepada semua orang (orang tuaku, keluargaku, teman-temanku), kamu tahu itu siapa? Kamu. Kamu yang dulu selalu membuat hari-hariku begitu berarti.

Dulu kita saling memahami, kita mulai semua dari nol, sampai satu-persatu mimpi itu tercapai. Kita begitu bahagia sampai kita lupa satu hal yaitu cintailah seseorang sewajarnya saja, tanpa kita melupakan siapa yang menciptakan kita. Dulu kita terlalu sibuk dengan mimpi-mimpi kita. Kita asik merencanakan semuanya, tanpa meminta pertolongan untuk melancarkan semua itu kepada sang pencipta.

Tepat di tanggal ini bulan yang lalu kamu menyatakan kepada kedua orang tuaku, ucapan yang membuat mereka sangat kecewa dengan kamu. Terlebih lebih kita tinggal selangkah lagi menuju pernikahan itu. Maka terlontarlah pembatalan pernikahan itu. Ceritanya sudah ditulis oleh adikmu sendiri di Hipwee yang berjudul (Untukmu saudaraku, ikhlaskan dia yang tidak tercipta dari tulang rusukmu). Itu dilihat dari sudut pandang laki -laki.

Aku tahu sangat sulit diposisi kamu saat itu, dan aku paham dengan apa yang kamu hadapi sekarang. Tapi apa yang harus aku lakukan? Pernikahan itu bukan hanya kita berdua yang terlibat, tapi kedua keluarga.

Aku meberikanmu luka, tapi itu lebih melukaiku, maaf jika aku hanya bisa seperti ini, diam dalam keheningan malam meski suara penuh sesak ditelingaku, ketika aku hanya mampu menumpahkan air mata di depan keluargaku. selalu mereka kuatkan dengan masalah yang terjadi dan keputusan yang aku ambil. Dalam menjaga hati dan tindakan demi untuk pasanganku kelak.

Advertisement

Sendiri itu bukan masalah, yang masalah itu ketika kita sendiri dan kita mempermasahkannya, ada yang perlu kamu tahu, aku akan selalu menjaga diriku pun itu untuk kamu.

Apakah ini yang dinamakan cinta. Aku tahu keluargamu yg lebih penting, tapi aku sebagai calon istrimu dan saat itu tunaganmu harus terabaikan seperti itu? Tanpa sedikitpun kepedulian yang kau berikan dari sikap dan tingkah lakumu yang menurutku sudah melewati batas kesabaranku. Bertahun-tahun kita saling mendukung, semua dari nol, tapi setelah kamu sudah mulai mendapatkan mimpi kamu, aku tidak kamu harapkan lagi. Terlebih aku mengetahui kamu sudah ada yang lebih memberikan motivasi yang lebih baik dari aku..

Perpisahan bukan sebuah pilihan, tapi sebuah kepastian. Ditinggalkan atau meninggalkan adalah sebuah jawaban.

Ada yang di pertemukan dengan cara baik tapi berakhir dengan tidak baik. Adapula yang di pertemukan dengan cara yang kurang baik tapi berakhir dengan indah.

Semoga keputusanmu tidak salah, Semoga inilah yang terbaik untuk kita, semoga kamu tetep baik, sehat selalu dan mendapatkan semua yang kamu impikan. Sekali lagi, terimah kasih telah pergi, kepergianmu memang membuat luka yang sangat dalam namun tak justru membuatku tidak pantas untuk berbahagia. Aku berusaha untuk bisa merelakan, bersyukur kepada sang pencipta atas kepergianmu, menyadari bahwa kau bukan yang terbaik untukku dan mungkin saja aku juga bukan yang terbaik untukmu. Kini aku berusaha untuk memaafkan dirimu dan diriku sendiri. semoga aku lebih berbahagia walaupun kau tak ada disampingku lagi. semoga sahabat, saudara perempuanku atau nantinya kelak anak perempuanku tidak merasakan apa yang aku rasakan saat ini. (Amin)