Dia yang pernah ku perjuangkan.

Aku yang selalu bersamanya, meskipun dia tak memiliki apa-apa. Aku yang selalu menguatkannya ketika semua orang melihatnya sebelah mata. Aku yang selalu memilihnya meskipun ada pilihan yang lebih baik.

Advertisement

Namun kesetiaan itu dibalas dengan pengkhiatan ketika dia sudah mulai berjalan menuju kemenangannya.

Cinta dan kasih sayang yang aku tanam diracuni hingga mati. Dia mematikan sebuah kisah untuk menghidupkan kisah lainnya. Pengkhianatan itu berbunga karena engkau mulai menyiramnya.

Ya, engkau seseorang tak lebih dari penggoda. Engkau merayunya, sehingga dia terpikat olehmu. Dengan rayuanmu, dia mengkhianatiku. Janji dan ikrar yang pernah dia ucapkan, dia lupakan begitu saja. Memang pengkhianatan akan terjadi karena adanya penggoda.

Advertisement

Ah, betapa bodohnya aku selama ini. Ambil saja dia untukmu, karena dia memang cocok untukmu. Dia tidak pantas bersanding denganku. Dia sudah tidak pantas lagi menerima cinta dan kasih sayang dariku.

Semoga kalian bahagia!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya