Ia yang sedang duduk di sofa, sambil menatap jendela yang basah dipenuhi derai air hujan. menulis sepucuk surat untuk seseorang yang selalu dirindukan, didambakan dan yang paling ingin dibahagiakan. Keluarganya.

Keluarga merupakan takdir pertama terindah yang aku terima dari-Nya. Takdir pertama yang paling kusyukuri dan takdir pertama yang paling penuh misteri.

Advertisement

Dari semua takdir yang penuh dengan tanda tanya, keluarga-lah yang paling abstrak dalam seumur hidup kita, karena kita sendiri tidak pernah bisa memilih dari orangtua seperti apa, kita akan dilahirkan, dididik, disayang, dan diajarkan. Kita juga tidak pernah tau saudara seperti apa yang akan menjadi teman atau pun malah jadi saingan.

Keluarga juga tempat belajar pertama, tempat berteman pertama, tempat menangis sampai tertawa pertama kita.

Semua anak tumbuh dalam pengaruh lingkungan keluarga. Hal ini juga selalu disinggung dalam Ilmu Psikologi. Dimana kepribadian, sikap, prinsip, sampai kebermaknaan hidup dilandasi oleh pengalaman kita sejak kita dini. Usia nol sampai berapa tahunlah, usia sekian sampai sekianlah, seolah semua sikap kita sekarang ialah hasil representasi dari didikan orangtua kita sewaktu kecil, padahal semua tindakan kita dapat kita pilah-pilih saat sudah beranjak dewasa. Tapi terkadang masih saja kita menyalahkan masa lalu dan tidak mau menanggung malu, sampai-sampai mencari alasan ini itu atas pembenaran perilaku yang ditampakkan waktu itu.

Advertisement

Terkadang kita tidak menyadari betapa besar dan beratnya mengemban tanggung jawab baru sebagai orang tua, tidak pernah membayangkan atau memikirkan sekali saja berada di posisi mereka. Dan mencoba bertanya pada hati "Mampukah kita lebih baik dari mereka, setegar mereka, dan dengan sangat rapi menutupi semua masalah didepan kita?"

Terkadang kita lupa kalau dalam keluarga, semua peran juga sedang belajar. Tidak hanya kita belajar dengan peran kita sebagai Anak. Kita lupa kalau mereka juga sedang belajar untuk menjadi orangtua yang baik untuk kita, sama halnya kita belajar menjadi anak yang menyenangkan untuk orangtua kita.

Keluarga, semoga ia selalu menjadi tempat kita berpulang dari segala rasa.

Semoga ia selalu memiliki tempat khusus dalam relung jiwa yang penuh dan berdesakan ini.

Selalu memiliki tempat rapi dalam otak yang sedang tinggi hormon oksitosinnya atapun ketika sedang rendah hormon serotoninnya.

Keluarga, semoga ia selau menjadi prioritas utama dari semua prioritas penting dalam hidup kita,

Semoga ia selalu menjadi motivasi baik dalam bait-bait doa di langit berhias bulan sabit.

Keluarga, semoga menjadi sebuah kisah klasik untuk didongengkan pada generasi-generasi cilik.

Keluarga, semoga ia tetap menjadi takdir yang kita elu-elukan, banggakan dan pamerkan dimasa yang akan datang.

Keluarga, semoga ia tetap menjadi pertemuan pertama yang paling bermakna dalam mata maupun rasa

Keluarga, semoga ia selalu menjadi misteri terindah dalam diri kita.

Hujan yang tadi sudah terhenti, perlahan menyapa lagi dalam lamunan panjang sore itu, ditemani senja dan aroma tanah yang menyeruak keseluruh indra penciuman insan di bumi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya