Indonesia adalah sebuah negara yang besar yang dihuni oleh banyak suku dan ras. Banyaknya suku dan ras inilah yang menyebabkan banyaknya Bahasa daerah yang dimiliki setiap suku di Indonesia. dari sekian banyak Bahasa daerah yang dipakai, Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasia nasional yang digunakan sebagai Bahasa pemersatu bangsa. Namun terkadang ada beberapa kata yang bermakna sebaliknya di Bahasa Indonesia, contohnya air putih. Air putih menjadi bahan perdebatan beberapa netizen karena sifatnya yang bertolak belakang dengan warna air yang ada dalam gelas tersebut. Memang jika dilihat dengan kasat mata warna air yang ada dalam gelas tersebut memang bening bukan putih seperti yang dikatakan oleh kebanyakan orang. Terlihat salah besar kalau nama air putih itu terus disematkan pada air bening.

Pada dasarnya putih dan bening adalah suatu kata yang berbeda dari segi objektifitasnya. Dua kata tersebut berlainan karena objek yang dipakai antara satu dengan yang lain itu berbeda. Kata putih lebih cenderung mengarah pada warna. Ketika anda berbicara tentang warna maka kata putih akan termasuk pada objek warna tersebut. Walaupun pada konteksnya tertulis air putih namun secara harafiah air putih berarti air yang berwarna putih. Beda halnya dengan bening. Kata bening lebih mengarah pada objek yang bisa terlihat tembus pandang oleh mata contohnya air dan kaca. Karena itu air dan kaca hanya bisa dikaitkan dengan kata buram, bukan warna dan koloninya.

Advertisement

Akan tetapi ada perspektif lain yang harus digunakan pada kasus ini, yaitu konteks. Kenapa, karena konteks bisa mempengaruhi sebuah kata yang digunakan oleh manusia saat berbicara. Contoh kata teh, teh jika dikatakan saat anda di warung, itu berarti minuman yang dibuat dari daun teh yang sudah diseduh, tapi kalau dikatakan saat anda yang berasal dari sunda memanggil saudara perempuan yang lebih tua daripada anda maka itu artinya kakak.

Dari situlah muncul perspektif baru kalau air putih yang kita maksud selama ini bukanlah air dalam gelas yang berwarna putih. Namun air bening yang sudah matang dan siap diminum. Karena kalau kita meminta air bening saja itu bisa berarti banyak hal, misalnya air hujan, air laut bahkan air kencing kita itupun juga berwarna bening. Lagipula di berbagai konteks di Indonesia air yang benar-benar berwarna putih itu tidak disebut dengan air putih melainkan cairan putih.

Sebenarnya tidak masalah mau disebut air putih atau air bening. Karena yang lebih penting dari kedua opini tersebut adalah ketersediannya. Mungkin saat ini kita masih diberikan air yang melimpah ruah sehingga kita sibuk mendebatkan fungsi dan lupa akan eksistensi air yang terus berkurang dari tahun ke tahun. Karena itu semoga kita bisa lebih sadar akan pentingnya air untuk kehidupan kita dan anak cucu kita di masa depan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya