Ada banyak hal dalam kehidupan manusia yang selalu berubah tiap detik, menit, jam, hari, tahun. Ada sebagian besar manusia yang sangat senang dengan segala perubahan yang ada di hidupnya, namun tak sedikit pula yang enggan untuk menerima perubahan itu, salah satunya aku. Beberapa waktu ini hidupku penuh sekali dengan sebuah perubahan. Dan aku tak bisa menerima perubahan itu sebuah perubahan yang mampu mengusirku dari kata “nyaman”.

Tentu saja aku merasa sangat terbebani. Ada banyak alasan mengapa aku merasa terbebani. Beberapa waktu ini aku harus kehilangan teman dekatku yang 4 bulan terakhir tidur sekamar denganku. Tidak mudah bagiku untuk beradaptasi dan menerima orang asing yang harus sekamar denganku. Setengah mati aku mencoba untuk menyembunyikan rasa introvertku yang hampir setiap waktu selalu muncul. Tapi aku bersyukur karna teman-teman sekamarku sering pergi meninggalkan aku yang sendirian di kamar. Sungguh kenyamanan yang tak bisa dibeli apapun. Ya, saat ini aku tinggal di asrama mahasiswa. Dan lingkunganku yang baru ini selalu menuntutku untuk menjadi orang-orang yang terbuka dan mudah bergaul dengan orang lain.

Advertisement

Berbeda sekali dengan karakterku yang sebenarnya. Aku selalu menanti waktu-waktu dimana aku bisa sendirian di kamar, berimajinasi sesuka hatiku, ataupun memikirkan sesuatu yang memang penting untuk dipikirkan. Tapi semuanya berubah saat ini. Tempat dimana aku tinggal saat ini melakukan rolling kamar dengan teman-teman baru juga yang nantinya akan menjadi teman sekamarku yang baru. Seorang introvert sepertiku tidak perlu lagi seorang/beberapa orang baru dalam hidupku yang sok kenal dan sok perhatian karna aku tidak membutuhkannya.

Dan jujur saja aku merasa sedikit tidak nyaman dengan keberadaan mereka yang harus tinggal sekamar denganku. Saat ini dengan teman sekamarku yang baru, sulit sekali rasanya untuk bisa memiliki waktu yang bisa kuhabiskan untuk sendirian. Aku lelah jika harus menjadi seorang yang terbuka dan mudah menerima sesuatu yang baru. Aku lebih memilih tetap tinggal dikamar lamaku dengan teman sekamarku yang lama dan mendengarkan leluconnya yang memang bisa membuatku sekedar tersenyum ataupun tertawa. Ya, mungkin aku sudah mulai menyukainya karna sekarang ia telah menjadi teman dekatku yang bisa kuajak ngobrol dengan lelucon sederhana yang bisa membuat kita berdua tertawa. Dan aku pun sering memikirkan sesuatu, mengapa di dunia ini ada sebuah perubahan jika kita sudah nyaman dengan sesuatu?


Mungkin jika aku berkata bahwa aku lebih suka menyendiri dari pada harus bersama dengan banyak orang, kalian akan berfikir bahwa aku adalah tipe orang yang anti sosial. Tidak, aku bukanlah orang yang anti sosial. Aku hanyalah orang yang selektif dalam bersosial, maka jangan heran apabila jumlah teman dekatku hanya 1 atau 2 orang saja.


Advertisement

Dan janganlah heran apabila suatu saat kalian memergokiku tersenyum atau tertawa sendiri, karna pada saat itu aku tengah berimajinasi ataupun sedang memikirkan sesuatu yang membuatku selalu bahagia jika kembali memikirkannya. Dan aku adalah pendengar yang baik, jika kalian ingin bercerita apapun kepadaku, maka dengan sungguh-sungguh aku akan mendengarkan cerita kalian hingga usai. Dan dari diriku kalian bisa belajar bahwa sesungguhnya bahagia itu sederhana.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya