Tuhan tidak terlihat, tapi kita percaya kalau Dia ada. Itulah dahsyatnya kita yang percaya akan sifat ketuhanan. Mungkin bagi sebagian orang, mereka tidak percaya Tuhan. Hidup mereka dipenuhi dengan kenyataan. Apa yang mereka lihat, itulah sekarang. Dan kedepannya mereka tidak tahu harus bertanya dan berserah kepada siapa. Teman?

Advertisement

Saya sedikit ingat sebuah cerita seorang tentara pada zaman dahulu disebuah negara dengan mayoritas tidak percaya kepada Tuhan. Mereka hidup hanya dengan teori – teori dan hukum – hukum yang berlaku. Terlalu akalis.

Waktu itu sedang terjadi peperangan dinegara tersebut. Negara mereka sedang diserang habis – habisan oleh pihak lawan. Seorang tentara yang percaya kepada Tuhan berdoa sebelum mereka maju melawan musuh. Selesai berdoa, tentara yang tidak percaya kepada Tuhan kemudian seperti mengejek, bahwa Tuhan tidak ada dan tidak mungkin dapat melindungi kita dalam keadaan darurat seperti ini.

Bom datang silih berganti, hingga musuh terasa semakin dekat. Mereka berdua berada disatu grup yang sama. Harus menghalau musuh dari sisi terdepan. Sampai suatu ketika tentara yang percaya kepada Tuhan melihat bom diudara seperti melayang menuju mereka.

Advertisement

“Bom…!!!” Teriak tentara tersebut.
“TUHAN..!!” Kata tentara yang tidak percaya kepada Tuhan spontan sambil bertelungkup.

Bom melayang jauh melewati mereka, seakan – akan terbawa angin. Bom kemudian meledak beberapa meter dari tempat mereka bersembunyi.

Boleh percaya dengan cerita ini dan boleh juga tidak. Tapi saat kita tahu dan percaya bahwa Tuhan itu ada, maka Dia akan selalu bersama kita dimanapun kita berada.

Kasih Tuhan bagaikan angin yang bebas beredar dimuka bumi ini. Tidak terlihat namun dapat dirasakan. Kita tidak dapat melihat Tuhan, namun kita dapat merasakan luar biasa kasihNya untuk kehidupan kita.

Angin dapat dengan bebas kita hirup, begitu juga kasih Dia kepada kehidupan kita. Apa Tuhan pernah meminta timbal balik? Tidak. Tuhan hanya ingin kita menjaga angin itu tetap ada. Ketika pohon dan banyak tanaman sudah lenyap. Maka kita akan kesulitan untuk dapat merasakan angin tersebut. Dan bila kepercayaan kita terhadap Dia sudah mulai habis, begitu juga kasihNya.

Tuhan memberikan kecukupan bagi orang yang tidak mengenalNya adalah bukan karena Tuhan tidak mencintai kita yang kekurangan. Tapi Tuhan ingin kita bersyukur dari apa yang sudah kita miliki.Tuhan ingin melihat kesungguhan kita dalam mengenalNya. Tuhan ingin melihat kesungguhan kita dalam melakukan segala perintahNya.

Percayalah..!! Percayalah..!!
Percaya kepada Tuhan bukan hanya karena ada niat, tapi karena ada kesungguhan hati dan pengenalan akan Dia.

Bang Napi, 23th – Orang Baru Tobat-

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya