Saat pertama aku mengenal dia lewat dunia maya, dunia terasa berbeda setiap hari aku ingin terus mengobrol dengan dia walaupun cuman lewat telpon tapi perasaan terasa senang

hari demi hari pun berlalu tiba pada saat aku ingin nembak dia hatiku pun berdegup sangat kencang, walaupun aku belum pernah bertemu dengan dia tapi ntah kenapa hati ini memilih dia, aku ingat banget itu aku dan dia ongbrol sambil bercanda seperti biasa dan pada akhirnya hati ini memberanikan diri buat mengatakan perasaan yang sebenarnya kepada dia, dan pada akhirnya dia menerima aku pada saat itu tanggal 10-09-2009 aku dan dia resmi pacaran

beberapa bulan pun berlalu sejak kita resmi pacaran, tiba saatnya aku dan dia bertemu untuk pertama kalinya, hatiku merasa kegirangan tapi pada saat aku dan dia bertemu ntah kenapa seperti orang yang baru kenal seperti bukan orang yang lagi kasmaran padahal kalau di tlp aku dan dia begitu mesra sebagai sepasang kekasih, mungkin ini efek karena kita baru pertama kalinya bertemu, pada saat itu kami sama-sama kaku dia'pun mencoba mencairkan suasana dan akhirnya kami ongobrol begitu mesra di warung makan

tiap hari aku ngapel ke rumahnya duduk-duduk sambil ongobrol,bercanda dan ketawa terbahak-bahak, pada akhirnya tiba waktunya dia harus kembali ke bogor untuk melanjutkan kuliahnya, pafa saat itu hati ini terasa ingin menangis seperti tak ingin berpisah lagi dengan nya waktu terasa singkat saat bersama dia

haripun berlalu dan aku memutuskan untuk pindah ke tempat di mana dia tinggal dan kuliah,pada akhirnya untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di bogor, yang kata orang kota hujan,kesokan harinya dia mengajak aku berjalan-jalan, hari demi haripun aku dan dia lalui pahit manisnya cinta'pun kami telah lewati, tak terasa sudah waktunya kami kembali ke kota asal kami

Advertisement

singkat cerita tak terasa hampir enam tahun pun berlalu berasama dia, aku tak pernah menyangka perkenalan kami di dunia maya yang begitu cepat bisa sampai berjalan 6 tahun kami berpacaran walaupun aku dan dia kembali LDR semenjak dia di terima bekerja di jakarta.

akupun sudah ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius dengan dia tapi malapetaka'pun datang, aku mendapati di hpnya seseorang yang sudah di ganti namanya dengan nama My Sunshine, aku tetap menahan diri dan belum mengatakan sesuatu yang aku dapat karena pada saat itu dia ingin kembali ke jakarta dan banyak keluarganya yang berkumpul,

tapi hati ini tak tahan merasakan rasa sakit ini dan akhirnya aku memanggi dia keluar untuk berbicara dengan dia untuk mengatakan apa yang aku dapat di hpnya, kami'pun akhirnya berdebat dengan pembelaan diri dia sampai akhirnya tiba waktunya dia untuk berangkat ke bandara tapi ntah mengapa emosi ini seperti mencambuk badan'ku tak sengaja aku mengatakan masalah aku dan dia kepada orang tuanya dan akhirnya akupun beranjak pergi meninggalkan dia karena aku takut tak bisa mengontrol emosi aku sendiri makanya aku lebih memilih untuk pergi dengan hati yang hancur dan dengan emosi yang tak terkontrolkan

pada saat itu akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke suatu tempat untuk meluapkan segala emosiku, di sana aku berteriak untuk mengeluarkan segala rasa sakti ini dan menumpahkan emosi yang ada pada diriku

setelah hatiku merasa tenang akupun menghubungi'nya untuk membicarakan semua secara baik-baik tapi semuanya telah berubah dia tetap menyalahkanku, aku tau mungkin aku yang salah karena pada waktu itu aku jarang menghubungi nya tapi itu aku lakukan karena aku serius dengan pekerjaan'ku untuk mencari duit sebagai biaya pernikahan kita nantinya dan untuk biaya hidup aku dan dia untuk kedepan'nya

aku selalu meminta dia untuk kembali

aku sudah seperti seorang pengemis yang sedang mengemis cinta kepada dia

mungkin aku cowok yang lemah selalu berharap dia kembali kepadaku

tapi sekarang semuanya telah berbeda kami yang dulu sangat membanggakan perasaan kami telah berubah sekarang sudah bukan kami tapi aku dan dia

aku sering mengatakan kepada dia, kalau dia mau kembali lagi aku tak mau lagi pacaran seperti dulu tapi ingin menikah dengan dia, tapi semuanya tetap tidak berubah dia tetap dia dan aku tetap aku

hingga akhirnya aku menyakan kembali kepada dia, aku ingin berbicara empat mata dengan kamu kapan kamu pulang atau aku yang ke situ, aku tak mau ada orang lain yang menggangu kita untuk berbicara termasuk orang ketiga itu dan dia pun mengatakan

aku dan dia sudah putus

bisa gk, biarin aku sendiri dulu sekarang

kita ongomong meried kalau aku sudah siap ongmong sama kamu

jujur aku sangat senang saat mendengarkan jawaban nya

tapi keesokan harinya aku melihat status bbm dia, dan mengatakan kepada dia ini untuk siapa bukan nya kata kamu sudah break tapi dia malah menjawab dengan berbelit-belit, sampai akhirnya aku mengatakan kepada dia sampai kapan kamu mau sendiri dan siap untuk berbicara tentang kita

aku hanya berbesar hati menghadapi dia yang sekarang telah berubah

aku selalu mencoba untuk sabar

aku tetap setia menunggu dia karena cinta ini sudah terlalu dalam kepada dia

hingga saat ini aku selalu berdoa

"TUHAN"

kalau dia bukan jodohku hapuskanlah perasaanku tapi kalau dia jodohku kembalikan dia untuk aku