Teknologi Pendidikan

Program studi teknologi pendidikan tidak hanya mempelajari tentang teknologi, melainkan membahas tentang studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan sumber daya teknologi. Menurut Subkhan (2012:73) konsep dasar teknologi pendidikan meliputi mendesain, mengkreasi, menggunakan, mengelola, dan mengevaluasi media dan metode pembelajaran, maka sebenarnya pada semua bentuk aktivitas dalam ranah teknologi pendidikan adalah penerapan dari berbagai jenis bidang keilmuan yang ditujukan untuk memfasilitasi praksis pembelajaran.

Advertisement

Lebih lanjut dijelaskan oleh Mufrodin (2014) bahwa dalam program studi teknologi pendidikan output-nya tidak hanya menjadi guru TIK saja, melainkan masih banyak peranan lulusan teknologi pendidikan yang dapat dilakukan karena dalam program studi teknologi pendidikan terdapat 3 profesi konsentrasi seperti yang dijelaskan oleh Miarso (2004:61) meliputi (1) Pendidik/Guru Multimedia; (2) Pengembang Kurikulum; (3) Pengembang Teknologi Pendidikan. Semua itu merupakan bidang kompetensi teknologi pendidikan.

Untuk itu, teknologi pendidikan sangat diperlukan dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya perbaikan dalam pendidikan dan pelatihan untuk membantu memecahkan masalah pendidikan dan pelatihan apalagi dengan kondisi Indonesia saat ini.

Gurunya para guru

Advertisement

Dalam Miarso (2004:51) posisi dan fungsi profesi pengembang teknologi pendidikan telah diatur negara dengan mulai dengan lahirnya UU No. 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional telah dipertegas tentang tenaga kependidikan. Berdasarkan ketentuan tersebut, terdapat satu kategori yang merupakan arena dari teknologi pendidikan yaitu tenaga pengembang di dalam pendidikan.

Kemudian bagaimana Teknologi Pendidikan membekali mahasiswa agar dapat menjadi pengembang teknologi dalam pendidikan serta kenapa lulusan dari program studi teknologi pendidikan dikatakan gurunya guru? Perlu dipahami bahwa dalam Teknologi Pendidikan tidak hanya berurusan dengan teknologi saja, namun dalam program studi teknologi pendidikan menjelaskan bagaimana menjadi seorang ahli dalam pendidikan yang dapat merubah tatanan pendidikan yang lebih baik dengan teknologi.

Bahkan Utanto (2015) menegaskan bahwa dalam program studi teknologi pendidikan keseharian mahasiswanya diajarkan bagaimana untuk menjadi gurunya para guru.

Hal ini disebabkan karena dalam teknologi pendidikan membicarakan pendidikan dalam dimensi bidang kajian dan pendidikan dalam praktis pembelajaran. Sungguh hal yang patut dibanggakan karena hanya program studi teknologi pendidikan yang mempelajarinya. Kompetensi-kompetensi yang menarik dari Teknologi Pendidikan akan mampu menghasilkan tenaga ahli. Sehingga setelah lulus dari S1 Teknologi Pendidikan, mahasiswa mampu untuk melaksanakan tugasnya dengan berbagai kegiatan nyata yang dilakukan sesuai dengan fungsi dalam bidang yang bersangkutan.

Dalam dunia pendidikan, Teknologi pendidikan dianggap mempunyai potensi untuk meningkatkan produktivitas pendidikan. Dengan potensi tersebut, jelas bahwa teknologi pendidikan sangat diperlukan dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya yang dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Sehingga secara garis besar, lulusan teknologi pendidikan mampu untuk menjadi tenaga ahli dalam melatih ataupun mendidik guru untuk menjadi guru yang bukan sekedar guru.

Pengembang Teknologi Pendidikan yang berkedudukan pada lembaga pemerintah maupun swasta yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Dengan demikian, peranan teknologi pendidikan sangat luar biasa untuk menjadi gurunya para guru dalam konteks pendidikan, terutama pada pengembangan media maupun dalam pengembangan sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pendidik yang lebih professional sesuai dengan perkembangan dunia saat ini.

Tantangan Teknologi Pendidikan

Tantangan lulusan dan program studi teknologi pendidikan sebenarnya berupa pengakuan atas keberadaan teknologi pendidikan sebagai bagian integral dari sistem pedidikan. Seperti yang dijelaskan oleh Miarso (2004: 164) bahwa masih banyak yang masih belum mengakui bahkan menyanggah keberadaan teknologi pendidikan. Selain itu, tantangan yang berikutnya adalah tantangan untuk mengembangkan teknologi pendidikan sebagai profesi, bidang kajian dan garapan, serta tantangan untuk mengembangkan diri sesuai perkembangan teknologi dan informasi.

Lebih lanjut Miarso (20014:165) menjelaskan bahwa tenaga ahli dari teknologi pendidikan yang nantinya akan menjadi gurunya para guru harus berfikir lebih aktif, kreatif, dan bertindak proaktif dalam menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya