Bukan tentang siapa yang meninggalkan dan siapa yang ditinggalkan ini tentang siapa yang paling kuat bertahan dan menunggu namun "terpaksa" harus meninggalkan. Kita semua pasti pernah ditinggalkan dan meninggalkan. Dua kalimat yang menggunakan kata dasar yang sama yaitu "tinggal" namun perbedaannya terletak pada apakah kalian menjadi yang aktif atau yang pasif? Apakah kalian lebih suka meninggalkan atau ditinggalkan? Pilihan yang sama sulitnya menurut saya dan samasama memiliki resikonya masing-masing.

Untuk yang aktif yaitu yang suka meninggalkan pasti cepat atau lambat akan merasakan penyesalan entah dalam bentuk yang besar atau kecil tapi penyesalan itu pasti ada. Namun berbeda jika kalian meninggalkan setelah melakukan usaha yang sangat gigih untuk menunggu atau mempertahankan suatu hubungan karena pertama waktu terus berjalan detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun dan tahun berganti tahun berikutnya yang juga mengganti usia kalian maka dari itu kamu memiliki batasan waktu dan tidak bisa selamanya kalian menunggu atau bertahan.

Advertisement

Bukan karena kita tidak percaya akan rencana Allah yang waktunya pun tidak ada satupun dari kita yang mengetahuinya namun kita juga harus berusaha dan terus berjalan untuk meraih rencana Allah.

Kedua dengan meninggalkan kalian bisa berjalan untuk mencari sesuatu yang baru atau ditemukan oleh orang yang baru, kamu bahkan tidak tahu berapa banyak orang baru yang tertarik pada kalian yang sama sekali tidak ingin membuat kalian menunggu sedetik pun. Bagaimana bisa orang baru itu hadir jika kalian tidak berani meninggalkan terlebih dahulu bukannya kalian tidak setia tidak sama sekali tapi pada akhirnya sampai kapan pun kamu bertahan dan menunggu tidak akan merubah keadaan jika dia tidak mau ditinggalkan namun juga enggan meninggalkan kalian.

Ketiga kalian tidak seharusnya menambah jangka waktu untuk menunggu sesuatu yang bukan di ciptakan untukmu seberapa besar kamu berjuang seberapa lama kamu bertahan semuanya akan siasia jika Allah tidak berkehendak mempersatukan kalian jadi gimana? Masih mau menunggu? Daripada kalian membuang-buang waktu lebih baik segera tinggalkan, perbaiki diri dan siapkan versi terbaik diri kalian untuk menyambut kehadiran orang baru yang jauh lebih istimewa yang sudah di persiapkan Allah untuk kita, tenang aja wanita yang baik untuk laki-laki yang baik juga begitupun sebaliknya, jangan risau inget aja pepatah yang tak akan lekang oleh wakt.

Advertisement


kalau jodoh nggak akan kemana dan nggak akan tertukar".


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya