Dari 365 hari di kalender, ada satu hari istimewa bagi masing-masing pribadi, yaitu hari kita dilahirkan di dunia. Yup, moment ini biasanya kita sebut dengan ulang tahun. Seharusnya sih ya, ulang tahun itu adalah moment bahagia bagi seseorang. Pasalnya, moment ini seperti euforia untuk diri sendiri karena berhasil dilahirkan dan menjadi manusia. Namun, euforia ini juga bisa menjadi scary moment, lho! Kok bisa?

Ingat dong, apa tradisi kita di saat ada yang ulang tahun? Iya, kita cenderung suka nodong bin ngerampok teman yang sedang merayakan hari jadinya ini. "Wah selamat ulang tahun ya, kapan nih traktiran?", "Traktiran di mana nih kita, Bro?", "Wah, makan-makan nih!" dan kawan-kawan sekoloninya itulah. Kita yang nodong sih pikirannya cethek, yang penting bisa makan gratis. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa yang kita todong itu adalah teman yang lagi bokek?

Advertisement

Hai, Bro-Sis! Asal tahu saja nggak semua orang itu hidupnya seroyal Pangeran Arab yang 80 ekor elangnya dibeliin tiket pesawat sendiri-sendiri . Jangankan untuk nraktir kamu dan kamu, mikir muterin duit yang dia punya untuk keperluannya saja pas-pasan dan kembang kempis.

Dibelain menu mie instant ter-list dalam menu bulanan dalam upaya pengiritan kelas wahid. Lha, kalau kita tanpa tedeng aling-aling bom bardir dia dengan nraktir apa nggak kasihan?

Jika kita punya pikiran ''Kan bisa ditolak dan bilang nggak ada duit," apa kita pikir bisa dengan semudah itu mengucapkan penolakan? Namanya orang Jawa pasti ada rasa sungkan. Istilah Jawanya, ewuh pakewuh. Bahasa gaulnya mungkin dilema kali, ya. Kalau beneran nraktir bakal ludes duitnya, kalau nggak nraktir juga sungkan. Ya, walaupun cuma roti sebiji kalau dikali 15 orang juga banyak kali. Aku yakin, deh. Hanya orang yang bermental baja saja yang bisa menolak todongan traktiran dari temen-temennya.

Nih ya, peristiwa todong-menodong ini bikin si kantong bolong benar-benar berada pada posisi scary moment. Dalam batin selalu berdoa, semoga perampok traktiran nggak tahu tanggal ulang tahunnya. Atau kalau nggak doanya, moga-moga nggak ketemu berandalan tukang rampok traktiran. Iya, mungkin kalau di kampus sih bisa ya nggak ketemu temen-temen tapi bagi yang sudah kerja apa boleh bikin. Masak iya harus mangkir kerja gara-gara ini? Makanya terkadang ID card berupa KTP/SIM jadi barang yang privacy dan pasti diumpetin supaya nggak ada yang tahu tanggal lahir seseorang itu kapan, takut ditandain sih.

Advertisement

Mungkin ada sebagian kita yang berpikir bahwa 'kan nraktir orang lain hitung-hitung syukuran atas kelahirannya. Kembali lagi juga, apakah yang berulang tahun itu lagi punya duit berlebih? Apakah memang harus tasyakuran? Sepertinya nggak juga kok, dengan berdoa saja sudah cukup rasanya untuk merayakan hari bersejarah setahun sekali itu. Dan yang sepantasnya malahan kita nih yang kasih dia kado ulang tahun.

Untuk itulah mari kita merenungkan hal yang remeh ini. Ayo mulai sekarang kita menghilangkan tradisi nodong traktiran. Kita hanya melihat dari luar. Dari dalam kita nggak pernah tahu apa yang sedang dihadapi teman-teman kita. Masa iya sih kalau lagi bokek harus bikin woro-woro biar seantero jagad tahu kalau kita lagi bokek? Kalau memang kita ditraktir, ya bersyukur. Kalau tidak, ya kita nggak boleh nodong.

Cukuplah dengan mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan yang baik-baik bagi teman kita ini tanpa todongan traktiran. Dan ingat jangan lupa kadonya, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya