Terima Kasih Telah Mengajari Aku Tersenyum

Apa kamu selalu begitu kepada semua wanita yang kamu kenal? seperti yang kamu berikan kepadaku?

Advertisement

Awalnya aku duga kamu itu sempurna, melebihi lelaki lain, kamu calon imam yang sempurna, rajin ibadah, menguasai ilmu agama, hafal ayat Al-quran, bahkan cara bicara kamu menunjukkan kamu imam dalam sebuah keluarga yang sempurna, kedewasaanmu, cara fikirmu, semua istimewa.

Kamu selalu memberi rasa nyaman untuk bersandar, awal mengenalmu aku anggap kamu hanya sebatas teman dan sahabat, namun bergulirnya waktu kamu selalu memberi rasa nyaman yang melebihi seorang teman. Ketika aku mulai menikmati rasa nyaman itu aku terbawa alurmu yang membuat hatiku tumbuh sebuah rasa sayang melebihi seorang teman.

Namun ketika aku melihat kamu berkenalan dengan dengan wanita lain sikapmu dan cara memandangmu, cara bicaramu seperti yang kamu berikan kepadaku. Dan mulai detik itu juga kamu pun menghilang..

Advertisement

Bahkan aku sempat berfikir aku yang salah? atau perasaan aku? atau pengartianku?

Dari sedikit perhatian yang kamu berikan kepadaku aku mengambil sebuah pelajaran, kenalilah dulu dia yang asing dikehidupanmu, belum tentu dia sebaik rupanya, belum tentu juga dia baik untuk kehidupan kamu,

Advertisement

terima kasih kamu mengajari aku untuk tetap tersenyum untuk menghadapi setiap masalah dan apapun masalahnya.. 🙂

" Kamu.. sempat buatku berfikir semua yang kita punya nyata.. " -Gita G * Rangkaian kata

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Karena mengenang sebuah kenangan lebih mudah dibanding membuat kenangan itu menjadi berharga :)

4 Comments

  1. Syi Fa berkata:

    Namun ketika aku melihat kamu berkenalan dengan dengan wanita lain sikapmu dan cara memandangmu, cara bicaramu seperti yang kamu berikan kepadaku. Dan mulai detik itu juga kamu pun menghilang..

    Bahkan aku sempat berfikir aku yang salah? atau perasaan aku? atau pengartianku?

    Dari sedikit perhatian yang kamu berikan kepadaku aku mengambil sebuah pelajaran, kenalilah dulu dia yang asing dikehidupanmu, belum tentu dia sebaik rupanya, belum tentu juga dia baik untuk kehidupan kamu,

CLOSE