Tidak ada yang sempurna bukanlah sebuah slogan biasa?

Tidak ada manusia yang sempurna, demikian sebuah kalimat yang mungkin sudah tidak asing lagi di seluruh kalangan manusia. Ada orang yang menggunakan lima rangkaian kata tersebut untuk terus membela dirinya setelah terjebak dan tertangkap basah, melakukan banyak kesalahan entah secara sengaja ataupun tidak . Dan sebaliknya ada pula orang yang menjadikan kalimat tersebut sebagai sebuah motivasi untuk terus maju dan tidak tinggal dalam sebuah keterpurukan atau kesalahan yang kerap kali sering mengintimidasi jiwa seseorang untuk menjadi lemah.

Advertisement

Kita tentunya percaya bahwa sesungguhnya kesempurnaan sejati adalah hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Lantas, bagaimana dengan kita, manusia sebagai ciptaan Allah yang paling mulia ?

Sejatinya, kita manusia adalah ciptaan Tuhan yang terlahir kedunia ini dengan jalan kehidupan yang berbeda-beda. Kehidupan kita banyak dipengaruhi oleh didikan lingkungan keluarga dan juga masyarakat dimana kita tumbuh, dan sejatinya pula didikan itulah yang kerap kali membentuk identitas kepribadian kita hingga saat ini.


Perbedaan “ dalam konteks tertentu adalah sebuah kodrat yang kita terima dari Allah sang Maha kuasa . Sejak kita lahir didunia ini, kodrat itu pula yang harus kita terima “ bahwa kita manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain “.


Advertisement

Kita lahir dari rahim seorang Ibu, tentunya sebagian besar juga harus dibantu oleh kalangan medis. Dan selanjutnya untuk mampu bertahan hidup kita butuh bantuan keluarga. Hingga untuk mendukung kelangsungan hidup, kita butuh teman dan sosialisasi dengan banyak pihak.

Tapi pernahkah kita membayangkan, jika kita hidup tanpa perbedaan ? Tanpa perbedaan it means all is the same. Kita hidup diantara orang-orang yang berwajah sama, berjenis kelamin yang sama, bersuku yang sama, berprofesi yang sama, dan semua yang kita pikirkan adalah sama. Sungguh saya tidak dapat membayangkan apakah manusia masih dapat bertahan hidup dengan baik sekalipun memiliki ketergantungan antara yang satu dengan yang lainnya.

Maka dapat dikatakan bahwa perbedaan adalah salah satu wujud keajaiban dan kebesaran dari sekian banyak pekerjaan yang dilakukan oleh Sang Pencipta Maha Sempurna atas hidup kita.


Jadi jelaslah perbedaan itu adalah sebuah kodrat yang bukan tanpa tujuan. Lantas apa hubungannya dengan judul diatas ? Jika kita membuka KBBI kita akan menemukan arti kata sempurna adalah utuh dan lengkap segalanya tidak bercacat dan tidak bercela.


Pertanyaannya adalah adakah manusia yang utuh dan lengkap segalanya ? kita perlu menggarisbawahi kata “segalanya” yang berarti mencakup keseluruhan. Dan ada pula manusia yang hidup tidak bercacat dan tidak bercela ? Sekiranya jawaban teman-teman adalah “tidak ada” saya pun sependapat dengan berbagai alasan yang tak perlu dituliskan lagi.


Jika Tuhan menciptakan Manusia yang sempurna sejak awal, pastilah ia bukan manusia, sebab sebelumnya kita telah memahami bahwa salah satu kodrat kita sebagai manusia adalah “ tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain”. Hanya yang sempurna seperti Allah sajalah yang mampu untuk tetap ada dari kehidupan yang kekal tanpa bantuan pihak manapu, Dia akan tetap ada, dan tetap berkuasa.


Lantas apakah kesempurnaan itu bagi manusia ? apakah sah-sah saja jika manusia selalu berlindung dibalik kalimat "Tidak Ada yang Sempurna"? untuk memaklumi setiap kesalahan bahkan kejahatan yang kerap kali sebenarnya bisa di perbaiki bahkan dicegah untuk terjadi ?

Bagi saya kesempurnaan itu selama kita hidup adalah sebuah proses, setiap manusia memang tidaklah sempurna . Tapi saya juga yakini, setiap manusia pasti memiliki titik kelebihan dan kelemahan dalam hidupnya masing-masing yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Meski kita tidak akan pernah memiliki kesempurnaan seperti Sang Kuasa, tapi kesempurnaan itu dapat kita rasakan karena kita adalah ciptaanNya. Tapi percayalah kesempurnaan tidak dapat dirasakan apalagi diraih seorang diri .

Kesempurnaan bagi manusia adalah ketika hidup saling melingkapi dalam perbedaan. Sama seperti keluarga, dikatakan keluarga yang sempurna adalah ketika terdiri dari Ayah, Ibu serta Anak yang menjalankan perannya masing-masing dengan semestinya sekalipun berbeda-beda namun tetap dalam satu ikatan. Atau seperti anggota tubuh, dikatakan sempurna ketika memiliki anggota tubuh yang lengkap sekalipun masing – masing anggota tubuh memiliki perbedaan bentuk dan fungsi. Dan masih banyak lagi contoh yang mungkin dapat kita jabarkan sendiri.

“Perbedaan itu adalah sebuah anugerah bagi manusia. Yang membuat kita selama ini terasa sulit menikmati anugerah itu adalah dikarenakan kita selalu merasa sudah sempurna dengan “seorang diri” atau merasa kita “tidak sempurna seperti orang lain” sehingga sering kali melemahkan jiwa kita.” Maka ada baiknya kita mulai belajar untuk saling merangkul didalam setiap perbedaan, tidak merasa paling sempurna dan tidak pula merasa berkecil hati karena” tidak sesempurna orang lain”.

“Kita menjadi sempurna ketika kita bersatu, bersatu dalam perbedaan “.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya