Di saat tanggal cantik 17-07-17 kemarin banyak yang memutuskan jadian dengan gebetan atau bahkan menikah dengan pasangan pilihannya, saya mengisi tanggal cantik tersebut dengan kembali ke tanah rantau setelah sebulan lebih berlibur di kampung halaman. Bagi kalian, para perantau, pasti sepakat bahwa saat-saat meninggalkan kampung halaman dan melangkah menuju tanah rantau adalah momen-momen yang cukup menguras emosi.

Ada rasa sedih, galau, bahkan berat hati ketika harus berpisah dengan keluarga, rumah, saudara, sahabat-sahabat, dan juga suasana yang tingkat kenyamanannya tiada tara. Memang benar, sebagus apapun dunia ini, seindah apapun panorama yang disuguhkannya, rumah adalah tempat terbaik untuk kembali pulang.

Advertisement

Tapi, Guys, usah lah sedih itu Kau pelihara! Apa lagi larut dalam nelangsa dan kegalauan! Sebagai sesama anak rantau, izinkan diri ini sedikit berbagi tips agar Kau tak merasa sedih ketika harus kembali ke tanah rantau. Kuy disimak!

Kalau ngomongin sedih dan berat hati, orang tua dan keluarga pasti merasakan lebih dari yang kita rasakan.

Advertisement

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang pengalah. Tatkala Kau sedih berpisah dengan orang tua dan keluarga, percayalah mereka jauh lebih sedih dan berat hati. Akan tetapi rasa sedih dan berat hati itu kalah oleh semangat dan harapan mereka melihat Kau sukses di kemudian hari. Mereka percaya Kau mampu menggapai cita-citamu. Mereka yakin Kau bisa menaklukan segala kesulitan dan rintangan. Mereka terus mendoakanmu agar tetap tangguh selama dalam perantauan dan dalam situasi apapun yang kau hadapi. Maka, Kau boleh sedih kembali ke tanah rantau, tapi pahamilah bahwa keluargamu pasti lebih sedih. Kau juga harus mengerti bahwa keluargamu memiliki harapan padamu. Pilihanmu hanya dua; mengacuhkan harapan itu, atau terus berusaha mewujudkannya yang diawali dengan semangat kembali merantau guna melanjutkan proses menuju kesuksesanmu. Ayo, pilih yang mana?

Merantau bukan berarti meninggalkan, merantau merupakan proses pergi untuk kembali.

Inilah yang selalu saya bisikkan pada diri saya sendiri tiap kali kembali ke tanah rantau. Saya pergi bukan untuk menghilang, tapi saya pergi untuk kembali pulang. Merantau adalah perjalanan yang harus ditempuh dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Salah satunya ya mengorbankan waktu bersama keluarga untuk fokus pada studi, adaptasi dengan lingkungan baru, hingga mencari pengalaman demi pengalaman yang tak bisa Kau dapatkan di kampung halaman. Biar bagaimanapun kultur sosial, akademik, hingga persaingan di kampung halaman dan tanah rantau jelas berbeda. Makin banyak asam garam yang Kau rasakan makin bijak dirimu bersikap dalam berbagai situasi kehidupan. Merantau merupakan proses mengumpulkan bekal untuk kelak Kau bawa pulang agar bisa bermanfaat bagimu sendiri, lebih-lebih bagi orang-orang yang Kau cintai. So…. nggak ada alasan lagi untuk tidak semangat!

Bersyukurlah! Di luar sana banyak orang yang ingin merantau sepertimu.

Bagimu menjadi seorang perantau adalah pilihan. Entah pilihan yang Kau tentukan sendiri atau pilihan yang ditentukan oleh orang lain untukmu. Kalau dikerucutkan lagi merantau adalah pilihan Tuhan untukmu. Kita harus meyakini bahwa Tuhan Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk setiap hamba-hamba-Nya. Dan menurut-Nya merantau adalah pilihan terbaik untukmu. Maka jangan sia-siakan pilihan Tuhan ini, ya! Bersyukurlah dengan menjadikan momentum rantauanmu ini sebagai ajang memperbaharui semangat, etos perjuangan, dan cita-cita memberikan yang terbaik pada orang-orang tercinta.

Di luar sana, percayalah, ada banyak orang yang ingin sepertimu. Ingin merantau, merasakan dunia luar, beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda, dan menabung pengalaman yang tak didapatkannya di kampung halaman. Tapi Tuhan dengan takdir-Nya belum mengizinkan mereka. Namun dirimu malah Tuhan izinkan. Sekali lagi aku ingin mengingatkan diriku dan dirimu agar menjaga amanah Tuhan ini dengan sebaik-baiknya.

Pengalaman baru, medan perjuangan, hingga jodoh bisa jadi sedang menunggumu di tanah rantau.

Tidakkah Kau antusias ingin segera menikmati pengalaman baru di tanah rantaumu? Perjuanganmu pasti lebih berat dari sebelumnya. Jika tidak Kau awali dengan semangat membara maka bukan tidak mungkin kau akan tumbang oleh tantangan perjuangan. Bersemangatlah! Tumbuhkan gairah belajar dan etos perjuanganmu. Besarnya perjuangan yang Kau lakukan niscaya berbanding lurus dengan hasil yang kelak Kau tuai. Maksimalkan segala potensi yang melekat pada diri. Pantang istirahat sebelum capek, pantang mundur sebelum berhasil.

Pun juga dengan jodoh. Bukan mustahil tulang rusukmu akan Kau temukan di tanah rantau. Namun jangan sampai Kau jadikan ambisi memburu jodoh menjadi prioritas utama. Kalau pun Kau memang ditakdirkan bertemu dengan si dia di tanah rantau, anggaplah sebagai bonus dari Tuhan Yang Maha Romantis. Kalau belum ketemu juga ya nggak apa-apa. Bersabarlah! Kali aja dia lagi otw ke tanah rantaumu juga, atau lagi kesasar di tanah rantaunya orang. Hehe.

Intinya rasa sedih berpisah dengan keluarga dan kampung halaman adalah lumrah. Akan tetapi semangat dan etos perjuanganmu harus lebih besar dan mendominasi rasa sedih dan berat hati itu. Karena kelak, jika Kau berhasil, orang-orang yang Kau tinggalkan di kampung halamanlah yang bakalan paling bahagia dan bersyukur. Tetap semangat!!!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya