Kami memang belum pernah merasakan, bagaimana sakitnya diinjak-injak oleh teman sendiri. Bagaimana hinanya dipermalukan depan banyak orang. Dan bagaimana ingin menjeritnya kamu, saat tertindas namun orang lain hanya melihatmu dengan tatapan tak peduli. Padahal hatimu berteriak "bantu aku".

Kami merasakan, meski kami hanya melihatmu lewat dunia maya.

Advertisement

Untukmu yang masih terpuruk karena pernah dibully. Mulai sekarang angkat kepalamu, tegakkan badanmu, tajamkan pandanganmu dan yakinkan tekadmu. Bahwa kamu kuat, karena ada kami yang akan menggenggammu erat. Kamu tidak sendiri, karena ada kami yang siap merangkulmu dengan peduli. Kamu tidak perlu takut karena mereka keroyokan, karena kami akan bersamamu untuk menyatukan.

Karena kami tahu, kamu berhak berjalan tanpa harus menunduk ketakutan. Kamu berhak pergi kemanapun kamu mau, tanpa perlu takut dihadang. Kamu berhak tersenyum bebas, selama bukan senyum-senyum sendiri hehe. Kamu berhak berbicara semaumu, selama itu tidak menyakiti. Dan kamu berhak bahagia dengan caramu sendiri, karena kamu hidup di dunia ini bukan untuk dibully melainkan untuk mencari jati diri.

Untukmu yang masih dibully, bukalah suara hatimu. Bisa melalui tulisan seperti ini, bisa melalui orang terpercaya ataupun pada sang Pencipta. Untuk sementara kamu boleh menangis sepuasnya, merenungi sejernih-jernihnya dan marah sepuas-puasnya. Selama marahmu tidak menyakiti dirimu sendiri maupun orang lain.

Advertisement

Ada kami, yang siap mendengarmu dengan seksama. Karena kami ingin pembullyan cukup sampai kamu saja. Kami siap membelamu, selama mereka yang membullymu masih berwujud manusia. Kami bukan ingin berperang melainkan ingin menyelamatkan seseorang. Pembully itu tidak pantas diperangi, karena mereka beraninya keroyokan dan hanya berani kepada sesuatu yang lemah. Sungguh pembully itu sok kuat padahal dirinya pengecut. Sungguh pembully itu sebenarnya ketakutan karena beraninya keroyokan. Sungguh membully itu tidak ada kerjaan, karena hanya memerangi kelemahan. Dan sungguh membully itu sama sekali tidak ada faedahnya, karenanya banyak yang mengakhiri nyawanya.

Sekali lagi untukmu yang sekarang masih dibully. Bukalah matamu, lawan arahmu, luruskan langkahmu dan larilah pada kami yang siap menyambutmu.

Peluklah kami tanpa ragu, kami akan menghilangkan lukamu. Genggamlah kami erat, kami akan membuatmu kuat.
Menangislah semaumu, kami akan mengusap air matamu. Dan tersenyumlah untuk dunia, karena kami rindu senyummu begitupun dunia.

Dan untukmu yang pernah atau sedang membully, mereka itu berhak tersenyum dan bahagia. Mereka sama sekali tak mengganggumu dan tak mempunyai salah padamu. Lantas mengapa kamu begitu membencinya, hingga ingin menyingkirkannya? Apa yang kamu dapatkan dari membully ? Kemenangan? Kekuasaan? Keunggulan? Atau kepuasan? Bukankah saatnya lebih penting meraih prestasi daripada membully ? Kita mempunyai hak yang sama yaitu kebebasan. Jadi aku mohon untukmu, berhentilah membully.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya