Lagu ‘Bodo Amat Bacot Amat’ Diprotes, Young Lex Tagih Data Pengaruh Buruk Videonya ke Anak Kecil

Bodo Amat Bacot Amat Diprotes

Ekspos dan sanjungan tengah mengalir deras pada rapper belia kebanggaan Tanah Air dan mancanegara, Rich Brian. Di antaranya termasuk undangan bertemu dengan presiden Jokowi dan momen rilis album penuh keduanya, The Sailor. Gokil emang bocah bermuka tengil satu ini.

Advertisement

Eits, tapi artikel ini tidak sedang membahas Rich Brian, melainkan rapper kesayanganmu (kamu lho, bukan saya) satu lagi, Young Lex.

Maaf ya, harus bawa-bawa Rich Brian. Pasalnya, di hari yang sama (26 Juli 2019) dengan rilis resminya The Sailor, ternyata Young Lex meluncurkan lagu anyar di Youtube, bertajuk  “Lah Bodo Amat”. Apakah karya itu direspons sama dengan kiprah Rich Brian? Oh tentu tidak. Seperti yang sudah-sudah, olok-olok dan kontroversi.

Pekan lalu Young Lex merilis lagu dan video musik berjudul “Lah Bodo Amat”. Suka atau tidak, karya itu sudah disimak banyak orang

Young Lex tak sebatang kara di “Lah Bodo Amat”, karena ia juga menggandeng rapper asuhannya, Sexy Goath dan Italiani. Masih dengan aransemen hip hop-RnB yang chill, Young Lex menyebut banyak sekali nama-nama Youtuber dan para selebriti lokal, mulai dari Anya Geraldine, Raditya Dika, Atta Halilintar dan banyak lainnya.

Advertisement

Sepotong-sepotong, disinggunglah kesuksesan mereka semua dalam lirik lagu itu. Secara umum, “Lah Bodo Amat” tampaknya mencoba menyampaikan pesan kepada para haters di dunia maya: “meski kalian mencibiri kita di kolom komentar ini dan itu, yang ada di pikiran kami hanya ‘lah bodo amat, lah bacot amat.'”  Cocok sih untuk Young Lex yang notabene modal utama kariernya adalah jumlah haters, hihi~

Video musik “Lah Bodo Amat” sendiri dirilis dalam beberapa versi. Salah satunya adalah versi panjang yang berdurasi hampir genap 17 menit. Versi ini tak cuma berisi lagu penuhnya, namun disisipi beberapa gimmick lain, termasuk komentar Young Lex sendiri terhadap lagu itu.

Dan hingga artikel ini ditulis, jumlah penonton video itu mencapai angka 3,9 juta. Sementara jumlah like dan dislike-nya masih kejar-kejaran di seputar angka 150 ribu. Memang selalu ramai kalau Young Lex yang bikin ~

Advertisement

Dan tiada mungkin tanpa pro dan kontra, kali ini kontroversinya berawal dari seorang psikolog yang melayangkan komplain terkait lirik di lagu tersebut.

young lex via www.wowkeren.com

Melalui unggahan Instagram pribadinya, seorang psikolog bernama Dedy Susanto meminta Young Lex untuk menghapus video musik “Lah Bodo Amat” karena dinilai memberi pengaruh buruk bagi anak-anak.

Yth Youtuber yang di vlognya mengkampanye kan lirik ‘bodo amat bacot amat’ kamu tahu nggak banyak anak kecil mengucapkan ini ke ortunya sendiri,” tulis Dedy. “Kami minta video itu segera dihapus sekarang sebelum lebih banyak lagi anak-anak yang meniru. Kita semua ada tanggung jawab sosial tidak hanya asal berkarya.”

Ternyata Young Lex memberikan respons. Namun, ia tak lantas menuruti permintaan itu, melainkan mempertanyakan klaim Dedy bahwa lagu itu benar-benar membawa pengaruh buruk pada anak-anak. “Saya minta bukti data realnya dong bukan dari asumsi dan kata orang, dan yang di maksud banyak itu brp ya? Sebut secara signifikan Terima kasih pak dokter,” balas Young Lex melalui pesan pribadi di Instagram.

Setelah Pak Dedy ini menyanggupi ‘tantangan’ Young Lex itu, sang rapper kembali menjawab, “Owh boleh dong mas silahkan di posting yang pasti setiap angka yang terhitung harus ada bukti realnya berupa video apa bila ada 1000 anak berarti saya minta ada 1000 video anak yang berbeda,” lanjut Young Lex. “Dan saya mau tau banyak itu brp? 100? 1000? Atay 10000?

Menanggapi dialog antara keduanya, sebagian warganet beropini bahwa Young Lex pada dasarnya hanya mengelak saja untuk menurunkan video itu. Mereka pesimis ada yang bisa mengumpulkan video anak-anak yang mengucapkan “bodo amat, bacot amat” dalam jumlah besar. Menurut mereka, memblokir akun Young Lex adalah cara yang lebih efektif.

Ini kayak kita nuduh dia kentut, kita harus punya bukti rekaman, foto, dan korban yg jatuh terpapar gas beracun, mang lu bisa moto tu kentut, boleh dijadikan pegawai kantor statistik ni orng,” bunyi komentar dari akun @t***larezkaghani.

Hmmm.. perspektif keduanya memang sulit dipertemukan sih. Yang satu dari sudut pandang rapper dan seniman, satu lagi dari sudut pandang orangtua yang mengusung nilai-nilai ideal.

Sebenarnya ujaran ‘kasar’ seperti “Bodo Amat” atau “Bacot Amat” memang lazim di kultur rap, bahkan itu masih tergolong ‘ramah’ apabila dibandingkan dengan sebaran diksi-diksi jalanan di hip hop internasional (termasuk Rich Brian, ya bedanya dia pakai bahasa Inggris ~).

Akan tetapi, wajar juga jikalau banyak orangtua yang panik mendapati anaknya menonton konten semacam itu. Apalagi video “Lah Bodo Amat” melibatkan banyak anak kecil di sebagian besar adegan-adegannya. Sialnya, lagu itu juga menggunakan melodi produk jajanan es krim yang gampang melekat di telinga. Pantas saja jika banyak anak kecil (notabene penggemar Young Lex) yang sadar atau tidak akan sering melantunkan lagu itu.

Yah, pada akhirnya kita pantau dulu saja kelanjutan kasus ini. Mungkin teman-teman semua ada yang mau bantu mengumpulkan video-videonya untuk Pak Dedy~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

ecrasez l'infame

CLOSE