Punya Bekal Mumpuni, Tasya Kamila Ungkap Keinginan Jadi Menteri Lingkungan Hidup. Didukung Warganet!

Tasya Kamila ingin jadi menteri

Memiliki gelar pendidikan tinggi dan kemampuan pada bidang yang diminati tentu membuat siapa saja memiliki cita-cita terbaik. Meski versi cita-cita terbaik setiap orang pasti berbeda-beda, tapi pasti ada keinginan untuk lebih maju dalam berkarier. Hal inilah yang dialami oleh seleb sekaligus mantan penyanyi cilik Tasya Kamila.

Advertisement

Sejak masih menempuh pendidikan S2 di Universitas Columbia Amerika Serikat, Tasya pernah mengungkap keinginanya untuk menjadi menteri setelah lulus dan pulang ke Indonesia. Setelah bertahun-tahun berlalu dan kini ia sudah menjadi seorang ibu, ternyata keinginan tersebut masih ada, bahkan semakin mantap karena ia terus menyiapkan bekal berupa ilmu dan pengalaman.

Menjadi menteri adalah cita-cita Tasya, meski ia juga nggak bisa meninggalkan dunia hiburan yang telah membesarkan namanya

Tasya saat menceritakan cita-citanya yang ingin jadi meneteri | Credit by YouTube Ngobrol Asix

Sebagai seorang selebritas yang sudah menekuni dunia hiburan sejak umur 4 tahun, Tasya menyadari bahwa kariernya memang nggak bisa lepas dari dunia tersebut. Ia mengaku bahwa meski saat masih menjadi mahasiswa dan menjadi ibu rumah tangga saat ini, ia tetap menekuni kariernya sebagai selebritas. Entah itu menjadi bintang iklan, penyanyi, presenter dan sebagainya.

Keinginan menjadi menteri yang masih Tasya pendam akhirnya kembali diungkap ke publik. Hal tersebut ia ungkapnya sendiri saat hadir di podcast Ngobrol Asix yang tayang pada 13 November lalu.  “Sebenarnya, untuk ke depannya aku tuh sebenarnya cita-citanya ingin menjadi menteri, hehe. Aminin guys, Aamiin,” ujar Tasya saat ditanyai soal rencana kariernya ke depan.

Advertisement

“Salah satu interest aku itu di bidang lingkungan hidup, mungkin nantinya aku ingin ke arah situ,” imbuh Tasya.

Meski belum memiliki kesempatan menjadi seorang menteri, Tasya yakin ia punya bekal ilmu yang selama ini ia dapat dari pendidikan dan pengelaman dalam mengelola yayasan

Advertisement

Menjadi menteri memang bukan hal yang mudah, seleb kelahiran 1992 ini juga menyadari hal tersebut, apalagi ia harus terjun ke dunia politik. Kendati demikian, ia tetap optimis karena sudah berupaya untuk memiliki kemampuan yang dibutuhkan dalam bidang yang diminatinya. Apalagi ia sudah meraih gelar Master of Public Administration sekaligus memiliki yayasan yang bergerak di bidang lingkungan hidup.

“Menteri itukan jabatan politik ya, yang penting memupuk ilmunya dulu. Aku S2 juga soal kebijakan publik di bidang energi dan lingkungan, udah ada ilmunya dulu, terus aku juga punya yayasan di bidang lingkungan hidup,” tutur Tasya.

Pemilik nama lengkap Shafa Tasya Kamila ini juga menuturkan bahwa, bekal ilmu yang ia miliki bisa mengajak banyak orang untuk belajar soal lingkungan. Ia juga memiliki yayasan Green Movement yang mengajak orang untuk berkontribusi melalui kebaikan terhadap lingkungan. Tasya menilai hal tersebut menjadi langkah awal atau bekal ilmu untuk mewujudkan cita-citanya menjadi menteri.

“Step-step berikutnya yah kita lihat nantilah ya, kira-kira kesempatan apa yang terbuka buat aku bisa mencapai cita-cita aku itu, yang penting bekal ini terus disiapkan,” imbuh Tasya.

Tasya menganggap bahwa menjadi ibu rumah tangga nggak membatasinya untuk berkarier dan memanfaatkan ilmu yang ia miliki

Saat ditanyai soal karier ke depan yang akan berubah dan nggak lagi menjadi ibu rumah tangga, Tasya memang membenarkan hal tersebut. Namun, ia juga berpendapat bahwa zaman sekarang, ibu rumah tangga tetap bisa bekerja. “Menurut aku ibu rumah tangga itu kapan pun bisa banget sambil kerja, kalau kita kan bisa ngonten, atau apalah, kalau ibu rumah tangga lain bisa juga sambil bisnislah, jualan gitu,” tutur Tasya.

Sejak lulus S2 kemudian langsung menikah, punya anak, dan fokus mengurus keluarga kecilnya, Tasya memang sempat mendapat nyinyiran pedas dari warganet. Banyak yang menilai ilmu yang sudah ia peroleh dengan sekolah jauh-jauh ke Amerika percumah karena hanya bisa menjadi ibu rumah tangga.

“Memang kenapa kalau jadi ibu rumah tangga yang berpendidikan? Laki-laki dan perempuan punya hak yang sama untuk pendidikan,” ujar Tasya dinukil dari sebuah wawancara pada 2018 silam.

Kini Tasya sudah bisa membuktikan bahwa menjadi ibu rumah tangga yang berpendidikan tetap bisa memiliki karier yang bagus dan berkontribusi pada masyarakat. Ungkapan soal keinginan menjadi menteri pun mendapat dukungan warganet yang menilai ia memang layak meraih cita-cita tersebut.

Education is number one, sukses dan bahagia selalu ya,” tulis seorang warganet di kolom komentar unggahan Ngoborl Asix tersebut. “Semoga cita-cita Tasya tercapa dan mendapat keberkahan,” tulis yang lain. “Keliatan Tasya pintar, cerdik dan jujur, layak jadi menteri dan semoga tercapai,” imbuh warganet lainnya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE