6 Kampanye Positif dari Fashion dan Beauty Brand yang Dobrak Standar. Anti Bikin Kamu Insecure!

kampanye positif brand

Buka Instagram lihat foto-foto para selebgram atau selebritas langsung insecure karena merasa standar kecantikan jadi meningkat dan kita makin jauh dari sana. Buka Twitter untuk mencari hiburan lain eh ternyata foto-foto perempuan yang cantiknya sesuai standar masyarakat juga tetap muncul di sana. Adanya media sosial seringkali memicu rasa insecure yang meningkat karena makin banyak memaparkan standar yang tak masuk akal.

Advertisement

Melihat fenomena tersebut rasanya diperlukan adanya awareness untuk lebih menerima bahwa kecantikan yang dimiliki setiap orang berbeda. Beberapa  fashion dan beauty brand sudah berhasil mengangkat isu ini dan membuat kampanye positif terkait hal tersebut. Brand apa sajakah yang melakukannya? Simak yuk daftarnya!

1. Selama ini make-up identik dengan perempuan muda. Nah, Dear Me Beauty berani menggunakan model bapak-bapak dan aksi ini ternyata berhasil dapat respons positif lo

Sejak berdiri pada tahun 2017, Dear Me Beauty sudah mengusung visi untuk mengingatkan bahwa perempuan Indonesia harus percaya diri dengan kecantikan masing-masing yang dimiliki. Tak hanya itu, mereka juga kerap melakukan gebrakan, salah satunya sebuah tindakan berani dengan menggunakan model laki-laki paruh baya untuk produk foundation-nya. Hal ini menunjukkan bahwa make-up tak melulu hanya bisa digunakan oleh perempuan dan berusia muda saja.

Advertisement

2. Dove sebagai salah satu brand terkenal ternyata sudah melakukan kampanye positif ini sejak tahun 2004 lalu

Dove merupakan sebuah brand terkenal yang sudah ada sejak lama. Iklan produknya pun sering dilihat di televisi yang mana merupakan media yang paling mudah diakses banyak orang sejak dulu. Melihat hal ini, mereka melakukan kampanye bertajuk Real Beauty di mana mereka menggunakan model iklan yang merupakan orang biasa dengan latar belakang dan pekerjaan berbeda. Kulitnya pun tak sempurna seperti iklan pada umumnya namun dengan kondisi apa adanya seperti berjerawat hingga berwarna tak rata.

3. The Everybody Campaign diusung oleh fashion brand Cottonink. Mereka percaya bahwa cantik tak bisa ditakar dengan patokan tertentu

Bauty is universal

Hal tersebut yang dipercaya oleh brand Cottonink sehingga mereka mengusung The Everybody Campaign untuk merayakan keberagaman kecantikan. Mereka melakukan kampanye ini dengan menciptakan pakaian sehari-hari dengan sizing produk yang lebih inklusif.

4. Perkara uban yang mulai timbul mungkin jarang mendapatkan perhatian dari brand, Pantene mengangkat kampanye #PowerofGrey sebagai bentuk kepedulian. Embrace your natural beauty!

Bukan hanya keriput di wajah saja yang ternyata bikin orang insecure namun juga rambut yang sudah mulai berubah warna sehingga merasa bahwa harus cepat-cepat mewarnai supaya hitam kembali. Pantene dengan kampanye #PowerofGrey ingin menjadi sebuah brand yang mampu menjangkau segala warna rambut termasuk rambut beruban. Mereka ingin menunjukkan bahwa uban bukanlah kekurangan.

5. Merek skincare Babor meluncurkan kampanye beruba kecantikan tanpa Photoshop untuk membuat lebih banyak orang percaya diri

Untuk pemotretan terutama iklan skincare biasanya brand akan meminta editor untuk menyunting kulit model menjadi sempurna tanpa cela demi menunjukkan betapa ampuhnya produk yang dijual. Hal ini berbeda dengan Babor yang justru sengaja membuat kampanye cantik tanpa Photoshop. Mereka menggunakan model dengan berbagai ukuran tubuh dan berbagai kondisi wajah yang tak semuanya mulus tanpa cela.

6. Kampanye Fenty tentang Beauty for All mendapat sambutan yang hangat karena mereka memasukkan semua tone kulit ke dalam produknya

Beauty for All dari Fenty Beauty milik Rihanna menyediakan 40 shade foundation berbeda yang kini berkembang menjadi 50 dan bisa jadi makin banyak. Saat membuat shade tersebut belum ada banyak brand yang memikirkan shade seinklusif brand yang satu ini sehingga mereka berhasil mendapat sambutan yang hangat.

Dengan inklusivitas yang diangkat dalam kampanye beberapa brand tersebut, semoga semakin banyak pula yang menormalisasi kondisi tubuh dan kulit masing-masing ya. Semoga makin banyak juga yang sadar bahwa kecantikan tak selalu memiliki standar harus putih mulus dan punya tubuh yang kurus~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE