Pernahkah kamu merasa gugup meski sudah mempersiapkan dengan matang sebuah penampilan atau acara? Baik itu pidato, wawancara kerja, hingga ujian skripsi, keringat dingin dan hati yang deg-degan seolah wajib kamu rasakan tak peduli seberapa siap pun kamu. Tanpa sadar, lututmu mulai goyang-goyang gak jelas, wajahmu tegang, dan akhirnya lawan bicaramu tahu kalau kamu gugup.

Perasaan gugup seperti di atas merupakan hal yang normal, apalagi kalau kamu merasa harus mengejar kesempurnaan. Kegugupan bisa membuat kamu lebih waspada. Namun, penampilanmu bisa rusak kalau kegugupanmu gak terkontrol. Supaya yang terburuk gak terjadi, beginilah caranya menyembunyikan kegugupanmu.

1. Ambil napas yang dalam, keluarkan perlahan-lahan

Oksigen akan bikin kamu tenang

Oksigen akan bikin kamu tenang via www.brocku.ca

Advertisement

Rasa gugup bisa terbaca oleh lawan bicaramu jika napasmu terengah-engah. Berbeda dengan napas normal, napas orang gugup terdengar pendek dan tak teratur. Oksigen yang masuk ke tubuhmu pun menjadi tak teratur. Ketidakteraturan konsumsi oksigen inilah yang sebenarnya bikin kita kesulitan berpikir saat sedang gugup.

Untuk mencegah pikiran yang makin kacau, atur napasmu. Ambil napas dalam-dalam dengan hidung, lalu keluarkan perlahan melalui mulut. Lakukan berulang kali hingga kamu rasa cukup. Tarikan nafas akan membawa oksigen ke dalam tubuhmu, dan oksigen tersebut bisa membantu kamu senang.


2. Kalau tidak ditanya, jangan mengaku kalau kamu gugup

Gugup, mas?

Gugup, mas? via postgradproblems.com

Advertisement

“Aduh, maaf ya Pak. Gugup nih, maklum, baru pertama kali.”

Mengakui kalau kamu gugup adalah kesalahan fatal jika kamu sedang berusaha menutupi kegugupan. Lagipula, mengakui bahwa kamu gugup toh tidak akan menjamin bahwa orang yang sedang berhadapan denganmu akan maklum. Justru bisa mereka ingin menguji seberapa jauh kamu bisa menahan kegugupan. Mereka akan lebih memfokuskan mata ke arahmu, mencari-cari gejala gugup seperti kaki gemetar dan keringat — yang justru awalnya gak mereka perhatikan sama sekali. Kali lain, kalau kamu gugup, jangan sampaikan pada semua orang kalau kamu gugup.

3. Bicara pelan-pelan, supaya pendengarmu menangkap apa yang ingin kamu sampaikan

Pastikan maksud kamu tersampaikan

Pastikan maksud kamu tersampaikan via www.forbes.com

Kita cenderung bicara terlalu cepat dan terbata-bata jika sedang gugup. Jika kamu termasuk orang yang ngomong nyerocos kalau gugup, cobalah bicara dengan tempo yang lebih lambat dari biasanya. Dengan begitu, lawan bicaramu akan tetap bisa menangkap apa yang ingin kamu sampaikan.

Ingat, lebih baik bicara terlalu lambat daripada terlalu cepat. Lebih baik membuat mereka sedikit “bosan” sedikit tapi mengerti apa yang ingin kamu sampaikan, daripada meninggalkan mereka dengan rasa bingung dan pertanyaan, “Itu orang ngomong apa ya dari tadi?”

4. Ciptakan postur yang nyaman bagi tubuhmu

Perhatikan tubuh kamu sendiri ketika sedang gugup. Apakah kamu sudah memberikan tubuhmu kenyamanan maksimal? Kemungkinan besar tidak. Ketika gugup, secara tidak sadar kamu membuat otot-ototmu ikutan tegang.

Coba tenangkan kegugupanmu dengan mengendurkan otot-otot yang tegang tadi. Jika kamu dalam posisi berdiri, berdirilah dengan tegap. Namun, jangan kaku seperti polisi sedang apel. Pastikan kaki dan tanganmu juga tenang. Jangan mengetuk-etukkan meja dengan ujung jari, atau lantai dengan kaki.

Kontrol juga otot di wajahmu agar tampak tenang. Lakukan pijatan lembut, dan praktikkan senyum tiga jari jika perlu. Dengan membuat tubuhmu tetap tenang, kamu akan memudahkan pikiranmu untuk tetap tenang pula.


5. Gunakan mata untuk menutupi rasa gugupmu

Pertahankan kontak mata

Pertahankan kontak mata via vanspost.com

Menjaga kontak mata dengan lawan bicara akan membuatmu terlihat lebih percaya diri. Makanya, pertahankan tatapan matamu pada mereka. Jangan melihat ke langit-langit, sepatu, atau semua penjuru ruangan kalau tidak mau terlihat gugup.

Tapi ingat: jangan menatap lawan bicara seolah kamu robot. Nanti mereka malah takut atau menganggapmu aneh. Sesekali mengalihkan tatapan juga boleh, namun segera kembalikan fokus pada mereka setelahnya.


6. Daripada tenggelam dalam kegugupan, lebih baik ajukan pertanyaan dan bikin penonton tak kalah gugup

Bertanya beri kamu kesempatan untuk berpikir

Bertanya beri kamu kesempatan untuk berpikir via blogs.baruch.cuny.edu

Rasa gugup bisa muncul ketika kamu tak tahan dengan perhatian yang tertuju padamu. Maka dari itu, alihkan saja perhatian yang tertuju padamu itu ke ruangan. Caranya? Ajukanlah pertanyaan pada para pendengar. Saat pendengarmu berpikir keras itulah kamu bisa mengambil napas, menenangkan pikiran, dan membuat dirimu nyaman kembali.


7. Kalahkan rasa gugup dengan mengingatkan diri bahwa tidak ada yang sempurna

Ingatlah bahwa kamu akan baik-baik saja jika kepercayaan dirimu terjaga. Caranya? Jangan fokuskan diri kamu untuk jadi sempurna. Berusaha menjadi sempurna hanya akan menyulitkan kamu sendiri. Kalau kamu bikin beberapa kesalahan saat bicara itu wajar, kamu cuma manusia sama seperti mereka yang ada di hadapanmu. Jangan memaksakan diri untuk tersenyum jika wajahmu terlihat gak tulus. Jangan mencoba melucu, kalau kamu gak benar-benar yakin apa itu akan menghibur. Dengan percaya diri, biarkan pembicaraan mengalir. Ciptakan dialog agar kamu merasa punya teman untuk bicara.

Jika kamu masih sulit mengatasi rasa gugup, ya sudah. Akrabi saja rasa gugupmu. Anggap kegugupan itu sebagai tanda kalau kamu bersemangat, nggak sabar buat ketemu dan bicara dengan calon lawan bicaramu. Dengan ini, akan lebih mudah untuk memikirkan hasil yang positif. Selamat mempraktikkan tips-tips di atas!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya