“Multitasking adalah salah satu tanda kecerdasan. Kalau kamu mau sukses, kamu harus bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus!”

Sudah menjadi kepercayaan umum bila multitasking adalah suatu keharusan untuk mencapai kesuksesan. Dengan mengerjakan dua tiga hal sekaligus dalam satu waktu, tentunya akan semakin banyak pekerjaan yang bisa kamu selesaikan dalam seharian. Produktivitas meningkat, masa depan setingkat lebih cemerlang.

Tapi apa iya, multitasking adalah hal yang bagus dan bahkan harus dilakukan? Apa iya, multitasking adalah salah satu tanda yang menunjukkan skill dan kecerdasan seseorang di atas rata-rata? Sayangnya, bukan. Justru, multitasking bila dijadikan kebiasaan, akan bisa menghambat kecemerlangan masa depan. Ini dia alasannya!

1. Melakukan dua pekerjaan sekaligus akan membuat kinerja otakmu lebih lambat. Pekerjaan menjadi setingkat lebih berat

Kemampuan kognitif menurun via booze-shoes-boys-with-tattoos.tumblr.com

Bila kamu tidak percaya, cobalah mengerjakan soal matematika tingkat mudah sambil menonton televisi. Soal yang biasanya bisa kamu selesaikan dengan mudah, mendadak menjadi setingkat lebih sulit. Sebenarnya bukan soalnya yang lebih sulit, melainkan karena pikiranmu terpecah antara menghitung angka dan mencerna adegan-adegan di televisi. Konsentrasi yang terbelah membuat kemampuan kognitifmu menjadi melambat. Kemampuan nalarmu yang seharusnya bekerja 100% untuk mengerjakan soal, hanya bekerja 50% saja karena yang 50%nya kamu pakai untuk menonton TV.

2. Karena kamu tidak bisa fokus pada satu hal, banyak kesalahan rentan terjadi. Bisa-bisa membuatmu harus mengulang pekerjaan

Advertisement

Ibaratnya kamu sedang galau karena putus cinta, setengah pikiranmu tidak bisa diajak bekerja. Kamu sibuk memikirkan kisah cintamu yang tragis, sehingga tidak bisa fokus pada apa yang kamu kerjakan. Kurangnya konsentrasi akibat tidak bisa fokus pada satu hal saja ini bisa berimbas ke mana-mana. Pekerjaanmu jadi tidak maksimal, karena kamu membuat kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Akibatnya lebih lanjut, mungkin kamu harus mengulang dari awal karena yang kamu kerjakan salah total.

3. Kemampuan mengingat manusia juga tidak sehebat komputer. Terbiasa multitasking akan menurunkan memori

Menurunkan daya ingat via www.enkivillage.com

Meski kamu sering susah melupakan mantan, tetapi memori yang kamu punya juga ada batasnya. Ketika kamu mengerjakan suatu hal, kamu pasti perlu mengingat detail-detail tentang hal tersebut. Misalnya ketika kamu sedang menulis artikel tentang tempat traveling. Tapi bila kamu melakukannya sambil ngetwit di Twitter, yang terjadi kamu akan lupa hal-hal apa saja yang tadinya sudah ada di kepala dan siap ditulis. Mengerjakan beberapa hal sekaligus bisa menurunkan daya ingatmu terhadap detail penting. Sementara mengerjakan satu hal saja akan membuatmu bisa mengingat semuanya, karena seluruh konsentrasimu tertuju ke sana.

4. Multitasking berarti membuat distraksi untuk dirimu sendiri. Buyarnya konsentrasi bisa membuatmu mengambil keputusan yang salah

Mengambil keputusan yang salah via 21stcenturythinkers.org

Setiap harinya kita dihadapkan dengan berbagai pilihan yang menuntut satu keputusan. Pilihan yang kita ambil saat ini sudah pasti akan berpengaruh ke masa depan. Bahkan untuk hal sesederhana memilih makanan, bisa menjadi masalah ketika kamu memilih makanan yang salah yang akhirnya mengganggu kesehatan. Kurangnya konsentrasi membuat kamu tidak bisa berpikir jernih. Permasalahan yang mudah menjadi sulit. Keputusan yang diambil seringnya juga tanpa pertimbangan panjang. Akan sederhana bila hanya sebatas soal memilih makanan, bagaimana jika tentang hal besar dalam hidupmu dan kamu mengambil keputusan yang salah karena kurang fokus?

5. Bukan membuatmu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, multitasking justru akan menghambat kinerja

Menghambat kinerja via www.quickanddirtytips.com

Mungkin kamu terlanjur percaya bahwa multitasking akan membuatmu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, sehingga produktivitas juga meningkat. Salah. Bila konsentrasimu terpecah-pecah, dan kinerja otakmu menurun, bagaimana kamu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat? Karena pikiran yang terbagi-bagi, pekerjaan yang harusnya selesai dalam satu jam justru molor menjadi 2 jam. Belum lagi dengan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi karena kurangnya fokusmu. Sudah jelas bahwa multitasking justru akan mengurangi produktivitasmu.

6. Kemampuan otakmu ada batasnya. Bila dipaksa bekerja di luar batas, Mengerjakan beberapa hal bersama-sama juga akan membuatmu lebih cepat stres.

Burn out via www.quoteslike.com

Mengerjakan dua hal sekaligus juga akan memberikan tekanan yang lebih berat pada otakmu daripada ketika kamu mengerjakan satu pekerjaan saja. Kepanikan yang kamu rasakan berlipat ganda, karena keduanya harus diselesaikan segera. Padahal otak manusia juga ada batasnya. Multitasking hanya akan membuatmu terburu-buru dalam segala hal. Belum lagi konsentrasimu yang dipaksa untuk terbagi-bagi. Karenanya, multitasking hanya akan membuatmu stress lebih cepat.

7. Merasa jago multitasking hanya akan membuatmu punya alasan untuk menunda-nunda. Padahal mungkin banyak pekerjaan yang mungkin bisa selesai sebelumnya

Selain berimbas pada teknis kerjamu, kebiasaan multitasking juga berakibat buruk untuk dirimu sendiri. Karena kamu merasa bisa mengerjakan banyak hal sekaligus secara bersama, kamu akan merasa baik-baik saja menunda-nunda pekerjaan. Toh, nanti bisa dikerjakan sekalian. Sehingga pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan tidak lebih dari lima menit, harus tertunda begitu lama hanya karena kamu punya alasan dan pembenaran. Duh, sampai kapan kamu mau bersikap demikian?

Cobalah untuk fokus pada satu hal terlebih dahulu, baru kemudian berpindah ke lainnya. Pastinya hasil yang kamu dapatkan juga akan maksimal, karena kamu mengerjakannya juga maksimal, alias tidak disambi-sambi memikirkan yang lainnya. Ingat bahwa komputermu saja bisa lemot kalau kamu membuka terlalu banyak program. Begitu juga dengan otak manusia. Semua ada batasnya.

Masih mau sering-sering multitasking?