Setelah menikah nanti, kamu dan pasangan memang harus matang benar dalam menyusun pengeluaran bulanan. Pundi rupiah yang digelontorkan harus tepat sasaran supaya anggaran yang kalian miliki tidak membengkak. Apalagi jika nantinya kamu dan pasangan sudah memiliki buah hati yang kebutuhannya wajib terpenuhi. Keterampilan yang dimiliki untuk mengatur keuangan pun harus benar-benar lihai.

Tak sekadar menyisihkan uang dan memangkas pengeluaran saja. Di artikel ini Hipwee akan membagikan beberapa tips keuangan yang akan sangat berguna bagi para orangtua dan calon orangtua muda!

1. Gemar makan enak dan jajan di luar tanpa disadari adalah keborosan. Mulai sekarang, tetapkan nominal tertentu tiap minggu untuk memenuhi kebutuhan pangan.

tentukan anggaran untuk makan via www.dokterkehamilan.com

Advertisement

Biasanya kebutuhan yang paling banyak dikeluarkan adalah untuk makan. Tanpa disadari biasanya uang gajimu banyak terpakai untuk memenuhi kebutuhan pangan. Anggarkan saja Rp 250.000 untuk kebutuhan makanmu dan pasangan. Dengan begini kalian dipaksa untuk memutar otak supaya kebutuhan pangan berdua bisa terpenuhi. Kamu bisa mengatur kombinasi lauk sehingga tetap mendapatkan harga yang terjangkau, membawa bekal ke kantor, hingga membatasi berapa kali boleh makan di luar.

Simulasi biaya primer yang harus dikeluarkan

Uang makan per minggu = Rp 250.000

Uang makan per bulan 4 x Rp 250.000 = Rp 1.000.000

2. Buat beberapa alokasi dari gaji kalian. Salah satu alokasi adalah untuk susu dan popok bulanan.

pisahkan gajimu dan pasangan via exellentbusiness.blogdetik.com

Selain kebutuhanmu dan pasangan, kamu juga harus mengutamakan kebutuhan primer dari si buah hati. Susu serta bubur bayi merupakan kebutuhan utamanya. Supaya kebutuhan si kecil tak terganggu dan bisa dipenuhi secara sempurna, kamu bisa menyisihkan anggaran khusus untuknya di awal pekan.

Advertisement

Tidak hanya susu, popok juga salah satu kebutuhan primer lainnya. Biasanya popok pun digunakan setiap hari. Memang hal ini terkesan akan membuat boros, namun kamu tetap masih bisa mengakalinya kok. Alih-alih menggunakan popok sekali pakai terus menerus, kamu bisa mengatur jadwal kapan pemakaian popok sekali pakai dan popok cuci.

Untuk popok sekali pakai kamu bisa memakaikannya pada saat pergi, malam hari, dan pagi hari hingga sore. Selebihnya kamu bisa menggunakan popok yang dapat cuci. Selain menekan pengeluaran, kamu pun menghindarkan bahaya iritasi pada kulit bayi yang masih terbilang sensitif.

Simulasi anggaran bulanan

Gajimu : popok sekali pakai : Rp 300.000

Gaji pasangan : susu dan bubur bayi : Rp 400.000

3. Persiapkan dana pendidikan buah hatimu dari sekarang, sisihkan 10% gaji tiap bulan untuk ancang-ancang ikut asuransi dalam kurs dolar.

asuransi pendidikan anak via www.asuhanak.com

Tidak hanya kebutuhan si kecil sekarang ini yang harus dipenuhi, dana pendidikannya pun juga harus dipikirkan. Kamu dan pasangan bisa mulai mengumpulkan pundi rupiah dari sekarang sebagai ancang-ancang untuk ikut asuransi pendidikan bagi si buah hati. Sisihkan gajimu dan pasangan masing-masing 5% saja.

Sebelum mengambil asuransi pendidikan bagi si kecil, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Kamu harus memperhatikan jumlah besaran premi tiap bulan. Jangan sampai jumlah premi lebih dari 10% gajimu. Kemudian pilihlah polis dalam bentuk dollar atau euro sehingga bila nilai tukar rupiah menurun uang yang kamu miliki masih aman. Atau setidaknya kamu bisa mencari polis yang bisa berganti mata uang. Terakhir jangan menambah fasilitas yang tak perlu, misalnya saja polis yang menawarkan asuransi tambahan seperti perawatan di rumah sakit. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi jumlah tabunganmu.

Simulasi persiapan asuransi pendidikan tiap bulan, 10% x Rp 5.000.000 (gajimu dan pasangan) = Rp 500.000

Dalam jangka 1 tahun : 12 x Rp 500.000 = Rp 6.000.000

Dalam jangka 17 tahun : 17 x Rp 6.000.000 = Rp 102.000.000 *

(*) belum termasuk potongan dan biaya lainnya

4. Perlengkapan bayi sangat mahal dan hanya dipakai sementara. Kadang membeli bukan cara terbaik untuk mendapatkannya

meninjam dari saudara atau menyewa via ceritasipenekankeyboard.blogspot.com

Selain memiliki jumlah banyak, fasilitas untuk si buah hati juga terhitung mahal. Kamu dan pasangan bisa melihat peluang untuk menekan pengeluaran dari sini. Manfaatkan saja dengan meminjam peralatan bayi dari rekan atau keluarga. Lumayan kan kamu tak harus merogoh kocek dalam untuk membeli box bayi dan stroller yang hanya digunakan dalam jangka waktu yang sebentar.

Apabila kamu memang tak memiliki rekan atau kerabat yang bisa meminjamkan, kamu bisa kok mengandalkan jasa penyewaan. Selain banyak pilihan, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau.

5. Kamu bisa belanja bulanan dan memborong barang daripada membeli eceran. Selain itu, memperhatikan promo serta ragam diskon juga akan sangat meringankan.

belanja bulanan via blog.tokopedia.com

Belanja bulanan sebenarnya merupakan langkah untuk menghemat apabila dilakukan dengan benar. Kamu bisa menetapkan tanggal tetap untuk acara belanja bulanan, sebulan sekali. Sebelum berbelanja kamu juga perlu mencatat barang-barang yang memang butuh untuk dibeli. Catatan yang kamu buat juga berfungsi untuk menghilangkan keinginan membelanjakan barang yang tak perlu.

Selain itu, untuk menghemat kamu bisa membeli beberapa barang kebutuhan dalam jumlah besar. Misalnya saja beras, gula, tissue toilet, pembalut, keperluan mandi, detergen, cairan pembersih, dan lain-lain. Jangan lupa pula untuk getol update mengenai promo dan berbagai diskon di pusat perbelanjaan. Setelah itu, catat pengeluaranmu secara terperinci.

6. Apabila kamu menggunakan jasa asisten rumah tangga, minta mereka mengerjakan yang memang dibutuhkan saja. Dengan begini pengeluaran kalian tak terlalu banyak jumlahnya.

asisten rumah tangga via www.suara-islam.com

Mungkin kamu dan pasangan memang sibuk bekerja dan tak mampu mengurus rumah hanya berdua saja. Oleh karena itulah kalian merasa perlu menggunakan jasa asisten rumah tangga. Namun, jangan sampai uang gaji mereka akan membuat anggaran bulanan kalian menjadi bengkak.

Pilah kegiatan bebersih rumah yang masih bisa kalian lakoni, seperti menyapu dan mengepel. Barulah kegiatan lain yang lumayan menguras waktu dan tenaga seperti mencuci dan menyetrika dialihkan kepada asisten rumah tangga. Mereka bisa datang ke rumah seminggu 2-3 kali atau hanya ketika kalian membutuhkan saja. Tidak hanya beban kalian yang terkurangi, anggaran untuk mengupah mereka pun jadi tak terlalu besar jumlahnya.

7. Agendakan acara foya-foya bersama pasangan hanya 2-3 kali dalam sebulan. Tidak hanya hati kalian yang senang, namun dompet juga bisa tetap aman.

makan malam bersama pasangan via blog.fourmine.com

Nantinya ketika kalian menjadi orangtua dan sudah memiliki momongan tentunya beban serta tanggung jawab harian yang dipikul jauh lebih berat. Kalian masih membutuhkan acara santai berdua untuk melepaskan kepenatan. Walau pun harus bergaya hidup hemat dan mengatur keuangan secara hati-hati, namun kamu tak perlu mengeliminasi anggaran untuk foya-foya bersama dengan pasangan. Kalian pantas dan berhak mendapatkannya. Anggap saja ini reward bagi diri sendiri sekaligus upaya untuk mengisi kembali energi yang sudah hampir habis untuk beraktivitas selama seminggu penuh.

Anggaran untuk bersenang-senang selama 1 bulan : Rp 300.000

Minggu pertama : Nonton bioskop Rp 100.000

Minggu kedua : Makan malam romantis Rp 100.000

Minggu ketiga : Nonton bioskop atau karaoke Rp 80.000

Minggu keempat : Sewa film dan beli popcorn di rumah Rp 20.000

8. Tiap kali kamu dan pasangan mendapat bonus tiap bulan, sisihkan dalam tabungan terpisah. Selain bisa dijadikan penyemangat, uang ini akan sangat membantu ketika sedang sangat dibutuhkan.

pisahkan uang bonus tiap bulan via www.bapertarum-pns.co.id

Kamu pun dirasa perlu untuk menyendirikan bonus bulanan yang didapat tiap bulannya. Satukan bonus kalian berdua dan masukkan ke dalam rekening khusus. Hal ini supaya kalian bisa menggunakannya di saat ada kebutuhan yang mendesak saja. Pundi-pundi rupiah yang terkumpul di situ tentunya juga bisa dijadikan penyemangat supaya kalian bekerja lebih giat.

Jadi, sudah siapkah kalian mengelola keuangan bersama sebagai orangtua muda?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya