6 Bisnis yang Dulu Laris Manis Kini Mulai Ditinggalkan. Bukti Pentingnya Inovasi Dilakukan~

bisnis dulu laris sekarang nggak

Salah satu sifat manusia adalah memiliki kecenderungan FOMO atau fear of missing out alias takut ketinggalan. Makanya, kalau ada sesuatu yang kelihatan berpotensi ramai sedikit langsung banyak diikuti. Hal ini juga berlaku dalam bisnis karena biasanya sesuatu yang ramai juga mendatangkan banyak keuntungan karena makin banyak diminati. Sayangnya, bisnis memiliki sifat yang dinamis. Walaupun mungkin pada suatu waktu ramai diminati tapi bisa juga ditinggalkan entah karena ada yang lebih menarik atau mungkin sudah nggak relevan lagi dengan zaman.

Advertisement

Buktinya, beberapa bisnis yang sempat laris manis pada masanya ini sudah mulai ditinggalkan atau bahkan beberapa sudah hilang sama sekali saat ini. Kita intip yuk apa saja bisnis tersebut dan apa kira-kira alasan menghilangnya!

1. Bisnis wartel masih menjadi sebuah hal yang populer sampai tahun 2000-an awal, namun kini hanya tinggal kenangan

Wartel atau warung telekomunikasi sempat berjaya ketika belum banyak orang yang memiliki akses untuk memiliki telepon pribadi. Tentunya kemunculan warung ini dulunya sangat membantu untuk mereka yang ingin berkomunikasi namun terhalang oleh jarak sehingga ketika mau menggunakannya bahkan banyak yang rela antre di luar kotak telepon. Akan tetapi, kini bisnis tersebut sudah menghilang karena hampir setiap orang sudah memiliki telepon pribadi yang jauh lebih canggih dan biaya yang relatif terjangkau.

2. Warnet mungkin kini masih ada beberapa namun jumlahnya tak sebanyak ketika dulu masih berjaya

Warnet/ Credit: Gudella on Deposit Photos via depositphotos.com

Warung internet menjadi salah satu tempat favorit untuk anak-anak nongkrong sepulang sekolah entah untuk bermain gim atau membuka media sosial yang baru mulai populer. Sama dengan alasan tutupnya wartel, warnet juga mulai banyak yang tutup karena sudah banyak orang yang memiliki PC atau laptop pribadi dengan koneksi internet yang tak kalah cepat. Meskipun demikian, mungkin masih ada warnet yang bertahan dengan konsep baru seperti membuatnya dengan konsep kafe.

Advertisement

3. Persewaan VCD atau DVD kini sudah mulai tergerus dengan layanan online streaming yang bisa diakses dengan mudah dari rumah

Dulu ketika ada film yang ingin ditonton atau lagu yang ingin didengarkan maka menyewa adalah sebuah jalan paling praktis yang bisa ditempuh. Dengan membayarkan beberapa ribu rupiah maka VCD atau DVD yang disewa bisa disimpan selama beberapa hari. Kamu jadi bisa menonton berbagai jenis judul film kapan saja dengan biaya yang lebih murah daripada bioskop. Namun, lagi-lagi dengan adanya teknologi baru maka bisnis ini jadi seret. Kini, sudah ada akses untuk menonton film atau mendengarkan lagu secara online dengan membayar secara transfer pula yang jauh lebih praktis.

4. Penjual kaset juga mulai kehilangan lahannya gara-gara layanan streaming, kini mereka malah jadi toko vintage

Untuk menikmati hiburan tanpa batas waktu keculi saat sudah rusak, maka membeli kaset menjadi pilihan banyak orang. Banyak yang menunggu-nunggu idolanya merilis karya untuk kemudian rebutan mendapatkan kasetnya yang membuat bisnis tersebut laris manis pada masanya. Kini, toko kaset malah jadi seperti toko barang antik yang menjual barang-barang yang tak lagi diproduksi.

5. Seiring adanya berbagai aplikasi transportasi online, kini transportasi konvensional juga mulai ditinggalkan

Taxi/ Credit: elxeneize on Deposit Photos via depositphotos.com

Advertisement

Dulu ada beragam transportasi umum seperti ojek, taksi, angkot, dan lain sebagainya. Kini keberadaan mereka mungkin masih bisa dilihat, peminatnya pun juga masih ada. Akan tetapi, tak bisa dimungkiri bahwa mereka kehilangan banyak sekali penumpang karena adanya pergantian kebiasaan ke alat transportasi yang bisa dipesan secara online dan mau menjemput langsung di titik lokasi.

6. Pulsa dan kuota kini seolah sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok namun cara mendapatkannya pun bisa lebih praktis pakai aplikasi daripada harus ke toko

Bisnis pulsa juga sempat jadi primadona sejak orang-orang memiliki ponsel pribadi dan memiliki akses internet. Akan tetapi, kini sudah banyak sekali aplikasi penyedia pulsa yang bisa dibayar menggunakan layanan transfer sehingga akan lebih praktis karena bisa dilakukan di rumah saja. Mungkin bisnis pulsa saat ini masih banyak tapi bukan tak mungkin mereka harus rela tergerus kecanggihan transaksi era teknologi ke depannya.

Dari beberapa pengalaman bisnis yang akhirnya tutup tersebut semua berakar dari adanya perkembangan teknologi sehingga harus siap diganti tak peduli selaris apapun dulunya. Nah, pelajarannya jika ingin tetap eksis di dunia bisnis maka mengikuti perkembangan zaman, terus berinovasi, dan menciptakan sesuatu yang relevan merupakan hal yang harus dilakukan.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE