Mengenal Sistem Franchise, Metode Bisnis Tanpa Perlu Repot Branding. Modalnya Nggak Selalu Gede~

bisnis franchise itu bagaimana

Toko atau gerai yang cabangnya sampai di mana-mana mungkin membuat kagum dan kepikiran, kok bisa ya ada orang yang menangani sebegitu banyak toko atau gerai di seluruh jangkauan wilayah? Ternyata bisa jadi bisnis dengan nama yang terkenal tersebut merupakan waralaba dari sebuah usaha yang memang sudah terkenal lo. Sistem bisnis yang satu ini sudah banyak diterapkan terutama oleh mereka yang mungkin tak mau bersusah payah mengenalkan brand baru ke dalam suatu pasar.

Advertisement

Kelihatannya mungkin mudah ya karena tinggal mengeluarkan modal dan mengatur flow untuk supply saja. Akan tetapi, ada hal-hal yang mesti kamu kenali dan pertimbangkan dulu sebelum memulai bisnis yang satu ini supaya nggak cuma buang-buang uang. Simak yuk penjelasan berikut ini!

Mungkin kamu masih bingung bagaimana sistem bisnis yang satu ini berjalan dan apa saja yang akan kamu dapatkan

Waralaba atau franchise adalah sistem memulai bisnis baru namun dengan menggunakan merek dagang yang sudah adal sebelumnya. Misalnya yang sudah terkenal adalah merek-merek seperti McDonalds, Dunkin Donuts, Minuman Teh Poci, Nyoklat, dll. Nantinya orang yang akan mendirikan franchise (franchisee) akan diminta membayar uang pokok kepada si pemilik merek (franchisor) pada awal waktu sebelum toko atau gerai dibuka dan beroperasi.

Setelah itu, franchisee yang sudah membayar baru bisa menggunakan kekayaan intelektualitas berupa merek dagang dan ciri khas yang dimiliki oleh franchisor, bahkan kamu juga langsung mendapatkan supplier darinya lo.

Advertisement

Walaupun kelihatannya mudah, namun selain mendapatkan keuntungan kamu juga harus mempertimbangkan kekurangannya

Diajari/ Credit: Brasilnut on Deposit Photos via depositphotos.com

Selain mendapatkan hak atas merek dagang dan ciri khas yang dimiliki, kamu juga bisa mendapatkan beberapa keuntungan ini:

  • Kamu tak perlu lagi memikirkan ide dan konsep bisnis karena semua sudah jadi, sehingga tinggal menjalankan saja manajemen yang sudah ada.
  • Bisnis cenderung lebih cepat untung karena brand yang sudah dikenal.
  • Pemilik biasanya akan mengadakan pelatihan tentang teknis, mengelola operasional dan keuangan, dan ilmu yang lain.
  • Kamu bisa mendapatkan kemudahan dalam memeroleh supplier dengan penawaran harga yang lebih murah sehingga harga jual produkmu bisa lebih kompetitif.
Advertisement

Selain mendapatkan keuntungan, beberapa kekurangan berikut ini juga mesti ikut dipertimbangkan:

  • Walau kamu sudah membayar sejumlah uang namun bisnismu tetap dikendalikan oleh franchisor sehingga sulit untuk berinovasi.
  • Supplier hanya ada tunggal yang sudah bekerja sama dengan franchisor sehingga sulit menjual produk dari pihak lain yang belum bekerja sama.
  • Jika terjadi sesuatu yang buruk pada bisnis ini maka reputasi bisnismu juga akan terpengaruh.
  • Kemungkinan akan ada pembagian keuntungan yang harus dibayarkan.

Sebelum memutuskan memulai bisnis ini sebaiknya mempertimbangkannya dan mempersiapkan dengan saksama

Ada beberapa hal yang harus kamu siapkan sebelum mantap memulai bisnis waralaba supaya bisa memaksimalkan keuntungan.

  • Pilihlah bisnis yang tepat dan mudah beradaptasi apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Kamu bisa memilih jasa pengiriman seperti JNE atau J&T, bisnis laundry seperti The Clean Bar Laundry, atau minuman literan yang mulai makin digemari.
  • Walau tak perlu membangun brand namun kamu tetap perlu mempelajari seluk beluk bisnis dan brand yang akan kamu beli waralabanya, bagaimana sistem operasionalnya dan perkembangan bisnisnya selama ini.
  • Biasanya akan ada proses pelatihan dan standarisasi yang dilakukan oleh franchisor, sebaiknya ikuti tahap ini supaya bisa mengetahui prosedur yang diterapkan.
  • Jangan lupa perjelas bagaimana sistem pembagian keuntungan dan hal-hal sejenisnya supaya tak ada permasalahan di tengah jalan.

Bisnis waralaba atau franchise mungkin akan menguntungkan bagi kamu yang masih pemula dalam mengelola bisnis sehingga bisa sekaligus mempelajari bagaimana sebuah siklus usaha bisa berjalan dengan baik. Akan tetapi, jika kamu ingin terus berkembang dengan ide dan inovasi milikmu sendiri maka sebaiknya bersiap untuk membangun brand dari 0.

Gabung dan Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter dari Kita Mulai Bersama

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE