Inspiratif, 5 Orang Indonesia ini Sukses Bisnis Kuliner di Luar Negeri. Dari Lidah Turun ke Hati~

bisnis kuliner luar negeri

Kuliner menjadi salah satu yang akan selalu dibutuhkan oleh semua umat manusia, sehingga bisnisnya pun tak akan pernah mati. Akan tetapi, tak semua orang bisa bertahan di lini bisnis yang satu ini lo. Banyak yang bulan ini buka restoran, 3 bulan kemudian ternyata tak bisa bertahan dengan alasan yang bermacam-macam. Meskipun demikian, kisah sukses pengusaha yang menggeluti bidang kuliner ini sampai bertahun-tahun hingga menjadi legenda pun juga tetap tak sedikit.

Advertisement

Bahkan, ada juga orang Indonesia yang justru sukses berjualan bidang kuliner di luar negeri. Padahal bisa jadi kan ‘pengaturan’ lidahnya berbeda. Nah, kalau kamu penasaran siapa saja mereka, simak yuk cerita selengkapnya berikut ini!

1. Mengawali karier sebagai seorang office boy, ternyata Mas Mono malah jadi sukses dengan membuka warung makan ayam bakar

Mas Yono/ Credit: Traveloka via www.traveloka.com

Setelah keluar dari profesi office boy, Pramono memilih untuk berjualan gorengan dari SD ke SD. Ternyata hasilnya tak seberapa sehingga ia beralih ke berjualan ayam bakar dengan modal pertama Rp500.000,00. Bisnis tersebut ternyata membawanya ke kesuksesan hingga ia mampu membuka cabang di seluruh Indonesia hingga beberapa negara lain seperti Malaysia, Singapura, Kuwait, Australia, Arab Saudi, dan Dubai. Kini omzetnya mencapai miliaran rupiah dalam sebulan.

2. Bumbu Desa yang mengangkat makanan-makanan khas Sunda ternyata tak hanya laku di sini saja lo, tapi mendapatkan tempat juga di Amerika

Bumbu Desa/ Credit: Marketing.co.id via marketing.co.id

Walaupun menu yang disajikan adalah makanan-makanan tradisional namun kualitas yang mereka tawarkan adalah bintang 5. Modal awal bisnis ini ternyata hanya Rp8juta namun sang pemilik yang bernama Santoni berhasil membuatnya laris manis. Bisnis ini akhirnya berhasil melebarkan sayap sampai ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Kini, bisnis ini melebar makin jauh sampai ke Vancouver, Seattle, dan Kanada.

Advertisement

3. Rendang menjadi salah satu makanan khas yang jadi favorit banyak orang, Asnur Bahar berhasil menjualnya di Amerika Serikat

Rendang and Co/ Credit: Kemenlu via pasaramerop.kemlu.go.id

Dilansir dari laman Kemenlu, Asnur awalnya bekerja di luar negeri sebagai seorang pekerja di perusahaan minyak di Amerika Serikat. Selama tinggal di sana, Asnur bersama sang istri berjualan bumbu masakan Padang dengan merek Rendang and Co. yang awalnya hanya membawa sedikit ternyata makin lama pesanan makin membludak hingga ia harus membawa makin banyak seiring berjalannya waktu. Dari sana, ia juga mampu mengembangkan  bisnisnya Asnur mampu membuka restoran dengan menu utama rendang dan menu-menu makanan Indonesia yang lain.

4. Kalau selama ini kamu hobi nonton drakor dan ngiler melihat makanannya, ternyata orang Korea juga suka dengan warteg milik orang Indonesia lo

Warteg Gembul/ Credit: Cermati via www.cermati.com

Warteg seringkali jadi warung rujukan karena menyediakan berbagai pilihan lauk dengan harga terjangkau. Dilansir dari Republika, ternyata kamu juga bisa menemui warung yang satu ini di Busan lo. Yannie Kim, sang pemilik menamai warungnya Warteg Gembul yang menyediakan berbagai menu seperti ketoprak, bakso, ayam bakar, sate kambing, dan yang tak boleh ketinggalan adalah nasi goreng!

5. Seorang chef asal Solo berhasil membuka sebuah restoran fine dining dengan menu Indonesia di Amerika

Advertisement

Chef Yono/ Credit: Kemenlu via pasaramerop.kemlu.go.id

Chef Widjiono Purnomo sudah memiliki cita-cita untuk tinggal di luar negeri sejak kecil. Akhirnya, ia berhasil mengawali karier menjadi seorang ABK di sebuah kapal pesiar yang membawanya berkeliling dunia. Selama bekerja tersebut, ia berhasil berjumpa dengan sang kekasih yang berkebangsaan Amerika dan menikahinya. Ia juga berkarier menjadi seorang chef hingga memulai sebuah restoran fine dining kelas dunia.

Wajar saja kalau makanan khas Indonesia jadi favorit juga di berbagai belahan dunia karena rasanya yang kaya akan bumbu serta bentuknya yang beraneka ragam. Akan tetapi, kalau ingin mengikuti jejak mereka tentunya perlu waktu yang lebih banyak dan modal yang lebih besar ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE