Mengulik Sistem COD Saat Jualan Online. Apa Saja sih Plus Minusnya?

cod adalah

Belakangan ini marak kasus-kasus yang viral karena para konsumen yang memilih untuk menggunakan metode COD ketika akan membeli barang yang diinginkan. Kasusnya mulai dari kurir yang kena marah hingga diancam menggunakan senjata. Alasannya hampir serupa yaitu karena barang yang sudah dibuka dirasa tak sesuai dengan ekspektasi mereka padahal kalau sudah dibuka barang sebenarnya tak bisa dikembalikan kecuali ada perjanjian tertentu sebelumnya.

Metode COD sebenarnya sudah lama berlaku di dunia online shop tapi kenapa kini jadi marak permasalahan ya? Lalu, malah jadi kurir yang banyak kena dampaknya. Mungkin kamu juga masih maju mundur untuk menggunakan metode yang satu ini sebagai penjual karena takut terseret masalah. Makanya, kita kenalan lebih dalam yuk dengan metode COD!

Metode COD sudah dikenal sejak lama sebelum penggunaan marketplace semarak sekarang, namun kini praktiknya agak berubah

Sudah sejak lama/ Credit: Liza Summer on Pexels via www.pexels.com

Cash on Delivery atau COD adalah salah satu metode di mana dulunya kedua belah pihak yaitu pembeli dan penjual bisa bertemu di suatu tempat setelah pembeli tertarik dengan barang yang diunggah secara online, bisa melalui media sosial maupun maketplace. Dalam pertemuan tersebut, penjual akan membawa barang yang dijual dan pembeli akan memberikan uang sesuai kesepakatan.

Meskipun begitu, kini ada pihak ketiga yang diberdayakan untuk transaksi COD ini yaitu kurir. Dilansir dari beberapa laman marketplace, metode ini memungkinkan pembayaran dilakukan secara langsung di tempat setelah kurir membawakan pesanan pada pembeli. Biasanya pembeli harus membayar ke kurir sebelum membuka pesanan. Jika tak ingin dirugikan maka ada beberapa penjual yang bisa menerima pengembalian barang namun dengan syarat tertentu misalnya merekam proses unboxing dengan video sebagai bukti bahwa barang tidak sesuai atau rusak.

Walaupun mungkin kurir yang lebih sering terkena masalah namun ternyata ada juga kelebihan dan kekurangan metode ini bagi penjual

Ada plus minusnya/ Credit: Elnur_ on Deposit Photos via depositphotos.com

Ada beberapa kelebihan dari metode yang satu ini, apalagi setelah pertemuan tak perlu langsung dilakukan oleh penjual namun bisa melalui kurir.

  • Metode ini memberikan fasilitas bagi para pembeli yang masih belum familiar dengan metode pembayaran online. Meskipun kini sudah banyak yang menggunakan e-money atau m-banking namun nyatanya masih banyak orang yang memilih untuk membayar secara tunai sehingga fasilitas ini akan membantu menjangkau lebih banyak pembeli.
  • Makin banyaknya pembeli potensial yang bisa dijangkau membuat transaksi semakin meningkat dan kemungkinan terjadi repeat order jika konsumen merasa puas. Akhirnya, hal ini berpengaruh pada omzet yang didapatkan oleh penjual.
  • Transaksi COD cenderung akan lebih diingat oleh pembeli sehingga jika pembeli merasa puas maka ia bisa menjadikan tokomu sebagai langganannya karena ogah mencari-cari yang lain lagi.

Meskipun begitu, ada juga kekurangan yang bisa kamu dapatkan.

  • Kurangnya pengetahuan dari konsumen membuat mereka menjadi melakukan hal-hal di luar aturan seperti yang sering terjadi belakangan ini, akhirnya sedikit banyak hal ini juga bisa berpengaruh pada reputasi penjual. Akan lebih bahaya jika pembeli menceritakan kesan buruk yang didapatkan kepada orang lain yang membuat tokomu jadi terlihat buruk.
  • Metode COD masih belum bisa digunakan oleh semua wilayah di Indonesia sehingga jangkauannya lebih terbatas.
  • Ada juga biaya-biaya lain yang dikenakan seperti biaya admin dan asuransi yang wajib dibayarkan sehingga harga terlihat lebih mahal daripada biasanya.

Selama masih banyak orang yang belum paham akan metode COD karena malas membaca syarat dan ketentuan maka kasus-kasus serupa bisa saja akan terulang sehingga penjual mungkin bisa mengedukasi dengan menempel rangkuman syarat di paket seperti yang dilakukan beberapa penjual lainnya atau mengingatkan melalui fitur chat sehingga tak ada pihak yang dirugikan.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.