Early Bird Vs Night Owl: Produktivitas Orang Kerja Pagi & Malam. Beneran Takdir atau Bisa Diubah?

Early Bird vs Night Owl

Gambaran ideal tentang menjalani hari-hari pasti dimulai dengan bangun di pagi hari. Seperti lagu anak-anak, ‘bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi’, dan mulai beraktivitas hingga sore hari sebelum akhirnya kembali beristirahat malam. Namun, gambaran ideal itu pastinya nggak berlaku bagi semua orang. Banyak orang yang nyatanya nggak pernah cocok dengan konsep ‘bangun pagi’.

Bukan karena mereka hobi tidur dan nggak bisa bangun pagi saja, tapi persoalan bagaimana ada sebagian orang yang merasa jauh lebih produktif jika melakukan sesuatu di malam hari dibandingkan ketika matahari masih bersinar. Bantuan alarm atau konsumsi kafein mungkin tetap saja sulit mendongkrak kinerja mereka sepanjang siang atau sore hari. Alhasil, orang-orang yang termasuk golongan ini, sering merasa memang terlahir sebagai makhluk malam. Bukan orang pagi gitu~

Early Bird vs Night Owl pakai gambaran ayam yang bangun pagi hari vs burung hantu yang aktif di malam hari | Credit: Loco Steve via Flickr (CC BY-SA 2.0)

Menilik perbedaan itu, Sobat Hipwee mungkin pernah mendengar istilah early birds dan night owl ‘kan? Early birds seringkali digunakan untuk menggambarkan orang yang selalu bisa bangun pagi dan memulai hari dengan lebih cepat seperti ayam berkokok atau burung berkicau di pagi hari. Sedangkan night owl tuh erat dengan gambaran sering begadang dan mengerjakan sesuatu sampai dini hari, seperti burung hantu yang aktif di malam hari. Bahkan ada juga ungkapan bahwa “early birds get the worm” atau ‘burung pagi bisa dapat cacing (makanan) alias mereka yang bangun pagi punya kesempatan sukses yang jauh lebih besar, bukan night owl. 

Nah, benarkah anggapan itu? Apakah memang semua night owl harus mengubah kebiasaan atau cara hidup mereka untuk bisa jadi makhluk pagi? Atau sebaliknya, ada orang yang jam produktivitasnya dimulai justru ketika matahari sudah terbenam?

Bukan sekadar alasan untuk bermalas-malas, nyatanya memang ada kok orang yang lebih produktif di malam hari sesuai jam biologisnya. Bukan takdir sih, tapi jam biologis seseorang itu terbentuk sejak lahir

Dalam satu hari yang terdiri dari 24 jam, tiap orang melewatinya dengan cara, jadwal, kebiasaan, atau kebutuhan masing-masing. Meskipun punya rutinitas yang sekilas terlihat sama, orang pasti memiliki ‘jam emas’ atau waktu produktif yang berbeda-beda. Ada yang langsung bisa berpikir tajam dan menyelesaikan tugas besar sejak pagi, ada juga yang baru benar-benar bisa produktif setelah makan siang. Nah, tapi ada juga orang yang beneran baru bisa fokus mengerjakan sesuatu setelah matahari terbenam yaitu para night owls. 

Lalu, kenapa bisa ada early birds, night owls, atau orang yang bisa lebih fleksibel diantara keduanya?

Jawaban singkatnya adalah karena semua orang memiliki jam biologis yang berbeda-beda. Jam biologis dalam konteks ilmiah disebut sebagai ‘circadian rhythm’ atau juga ‘chronotype‘ adalah mekanisme pengaturan di dalam tubuh kita yang menandakan waktu-waktu tertentu seperti waktu bangun, mengantuk, lapar, dan lain sebagainya. Faktor-faktor yang akhirnya membentuk atau mempengaruhi jam biologis seseorang itu sangat banyak dan kompleks, tapi bukan berarti ditakdirkan sejak lahir juga sih~

Sebagaimana dilansir dari laman Science Daily, sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Advances in Nutrition berjudul “Chronotype: Implications for Epidemiologic Studies on Chrono-Nutrition and Cardiometabolic Health” mengungkapkan penemuan menarik tentang circadian rhythm atau ritme circadian. Salah satunya adalah kecenderungan ritme circadian seseorang berubah sesuai umur, tempat tinggal, sampai banyaknya paparan terhadap sinar matahari.

Sejak lahir, ada berbagai stimulasi yang akhirnya berpengaruh terhadap jam biologis kita | Photo by Kevin Keith on Unsplash

Misalkan, terkait umur. Sebanyak 90% anak usia 2 tahun dalam studi itu cenderung punya kebiasaan bangun pagi. Kecenderungan ‘pagi’ atau early bird itu terus menurun di usia 6 tahun yakni hanya sebesar 58% dan turun lebih jauh lagi ketika memasuki usia pubertas. Banyaknya aktivitas tampaknya jadi faktor yang mempengaruhi banyaknya orang usia produktif beralih menjadi night owls. Baru setelah usia 50 tahun ke atas, orang banyak yang kembali berubah menjadi early birds. 

Selain umur, ada faktor-faktor lain seperti perbedaan tempat tinggal dan gaya hidup. Mereka yang tinggal di kota besar dengan tingginya polusi suara dan cahaya, lebih cenderung sulit bisa tidur ‘cepat’. Terutama jika dibandingkan dengan mereka yang hidup di pedesaan. Ada juga gaya hidup yang mungkin spesifik ke keluarga masing-masing atau masyarakat setempat. Sejak lahir, manusia terekspos dengan berbagai faktor yang akhirnya membentuk jam biologis unik ke tiap-tiap orang.

Early bird dan night owl punya jam produktif dan pola hidup yang berbeda. Tidak ada jaminan salah satu lebih sukses daripada yang lain, tapi ada kesepakatan kalau night owl punya risiko kesehatan yang lebih besar

Perbedaan jam biologis atau ritme circadian seseorang memang memiliki pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan. Bukan hanya sebatas jam bangun, tidur, atau jam-jam produktif saja, tapi juga sampai hal-hal seperti kebiasaan makan. Bahkan beberapa studi juga memetakan perbedaan kepribadian yang biasa ditemukan antara early birds dan night owls. 

Melansir dari laman BBC, sebuah penelitian menyimpulkan bahwa perbedaan early birds dan night owls sebenarnya perbedaan klasik antara perkembangan otak kiri dan otak kanan. Early birds cenderung lebih persisten, berorientasi ke masa depan, dan punya target tinggi untuk diri sendiri. Sedangkan night owls justru cenderung memiliki daya ingat dan kemampuan kognitif yang baik, serta lebih terbuka mencoba hal-hal baru.

Meski berbeda, itu bukan berarti early birds itu akan selalu lebih sukses daripada night owls yang jam produktifnya sering dianggap tidak normal. Terutama jika kesuksesan itu diukur dari pencapaian karier. Banyak juga miliuner atau CEO dunia yang termasuk night owls kok. Yang lebih penting adalah bisa memanfaatkan jam produktif sebaik mungkin, terlepas itu siang atau malam hari. Jadi kalau soal produktivitas, kita memang sebaiknya menyesuaikan jam produktif masing-masing, daripada merasa terpaksa dan justru terbebani untuk mengubah jam produktif.

Pola hidup early birds dan night owls yang berbeda | Photo by Ba Tik from Pexels

Bukan kesuksesan atau produktivitas, alasan yang harus bikin night owls serius mempertimbangkan mengubah gaya hidup adalah risiko kesehatan. Masih dari penelitian “Chronotype: Implications for Epidemiologic Studies on Chrono-Nutrition and Cardiometabolic Health”, night owls memiliki risiko penyakit terutama obesitas dan diabetes yang jauh lebih tinggi karena pola tidur serta makan yang tidak teratur. Dari kebiasaan melewatkan sarapan sampai ‘balas dendam’ tidur di akhir pekan, gaya hidup night owls yang seperti ini memicu lebih banyak risiko kesehatan.

Bukan persoalan jam-jam produktif di malam hari, asalkan para night owls bisa menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas, memiliki kualitas tidur dan makan yang baik — mereka akan baik-baik saja. Jadi, bagi para night owls yang memang sudah berusaha setengah mati mengubah rutinitasnya supaya lebih pagi tapi tetap tidak bisa, mending pastikan saja kamu bisa mengurangi risiko kesehatan ini.

Bedanya early bird dan night owl | Illustration by Hipwee

Lalu, bisakah night owl berubah jadi early bird? Jawabannya bisa, tapi membutuhkan komitmen kuat dan waktu yang mungkin sangat lama

Memiliki waktu produktif di malam hari bagi night owl sebenarnya bukan masalah yang serius jika mereka murid home schooling, pekerja freelance, flexjob atau karyawan yang bebas menentukan jam kerja sendiri. Namun, bagi night owl yang memiliki jam kerja yang sama dengan early bird, akan melihat beberapa konsekuensi mulai dari soal kehidupan sosial, prestasi kerja, dan risiko kesehatan. Lalu, bagaimana jika seorang night owl mungkin ingin mengubah pola kerja dan produktivitas mereka menjadi early bird?

Seperti kompleksnya faktor-faktor pembentuk jam biologis seseorang yang sudah kita bahas sebelumnya, maka akan sekompleks itu pula jika kamu ingin mengubahnya. Dari faktor umur, kebiasaan, sampai tempat tinggal, mungkin harus diubah sepenuhnya dan secara bertahap. Kalau dipaksakan dalam waktu singkat, justru bakal menyebabkan stres berlebih dan mengurangi level produktivitas.

Nah, coba deh teliti dan kenali lebih dalam jam biologis Sobat Hipwee masing-masing. SoHip termasuk early birds, night owls, atau mungkin justru bisa fleksibel nih?

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day