Perjalanan Karier Luhut Binsar Pandjaitan, Sosok Serba Bisa yang Dapat Julukan ‘Lord’ dari Warganet

karier Luhut Binsar Pandjaitan

Perkembangan media sosial telah membuat berbagai hal yang dulu mungkin terkesan eksklusif menjadi kian inklusif. Misalnya obrolan tentang politik dan pejabat penting negara, yang selalu dapat tempat terbuka di lingkup perbincangan anak muda kritis kaya daya humor. Ada banyak berita yang bisa ditelusuri sebagai bukti melek politik generasi muda hari ini. Para pejabat yang dibahas pun beragam mengikuti isu yang sedang berkembang: sinyal positif kalau kita sebagai anak muda mengenal pejabat-pejabatnya, kan?

Advertisement

Nah, tapi ada satu nama nih, yang nyaris selalu diperbincangkan nggak peduli isu yang sedang berkembang. Beliau adalah Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Ad Interim Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI. Namanya selalu diperbincangkan karena dianggap sebagai pejabat serba bisa yang kerap berada di posisi strategis. Oleh warganet beliau bahkan diberi julukan ‘Lord Luhut’, merujuk pada ketenaran dan kekuasaannya. Lantas seperti apa jejak karier seorang Lord Luhut hingga begitu penting dalam obrolan hari ini? Berikut rangkuman Hipwee seputar perjalanan kariernya. Biar kamu tahu, siapa sih sosok yang sering banget disebut-sebut di media sosial ini~

Karier militer Luhut Binsar Pandjaitan redup karena dituduh hendak mengkudeta Soeharto

Credit Foto: web/Luhut B. Pandjaitan via luhutpandjaitan.id

Sudah jadi pengetahuan umum kalau Luhut Pandjaitan merupakan jenderal yang nggak pernah jadi panglima. Di zaman orde baru karier militernya redup nyaris gelap, kendati ia merupakan salah satu prajurit berbakat di pasukan elit Kopassus. Melansir Tirto, Luhut yang waktu itu berpangkat mayor punya gagasan membangun intelijen teknik di Detasemen 81 yang ia komandani. Tujuannya agar dapat menyusup pertahanan lawan.

Long story short, karena gagasan yang terwujud menjadi proyek bernama Charlie, Luhut dituduh hendak mengkudeta Soeharto. Tak pelak kariernya suram. Ia ditempatkan di Pusat Kesenjataan Infanteri. Jabatan teritorial tertinggi yang pernah didudukinya adalah jadi Komandan Korem Madiun 081/Dhirotsaha Jaya pada 1995.

Advertisement

Karier Luhut suram di militer, namun cukup gemilang di pemerintahan

Credit Foto: web/Luhut B. Pandjaitan via luhutpandjaitan.id

Sebagaimana banyak kisah para tokoh ternama, Luhut yang merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Nasional tahun 1970 ini mencoba bangkit dari keterpurukannya, dan meraih kesuksesan di luar karier militer. Dalam hal ini, tahun 1999 merupakan tahun penting baginya. Pasca Soeharto diturunkan dari tampuk kekuasaan dan mendiang B.J. Habibie naik menggantikan, Luhut diangkat menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura.

Dalam karier baru di pemerintahan ini, nggak pakai lama Luhut langsung unjuk gigi. Dengan kepiawaian diplomasi, ia hanya menghabiskan waktu tiga bulan pertamanya untuk memulihkan hubungan Indonesia dan Singapura ke tingkatakan semula. Sebelumnya, hubungan dua negara ini sempat terganggu karena komunikasi terjadi kurang selaras antar pemimpin negara sepeninggal Presiden Soeharto.

Advertisement

Nah, pada tahun 2000, sebelum masa baktinya sebagai Duta Besar berakhir, Indonesia yang dipimpin Presiden Gus Dur menarik pulang Luhut untuk mengampu posisi sebagai Menteri Perdagangan dan Industri. Kiprahnya sebagai menteri nggak bertahan lama, sesingkat usia pemerintahan Gus Dur. Tapi tetap saja hal tersebut merupakan sebuah prestasi yang jadi gerbang untuk karier selanjutnya.

Di tahun 2014, Luhut dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan Indonesia yang pertama oleh Presiden Jokowi. Setahun kemudian, ia ditetapkan jadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, sebelum pada 2016 pindah ke meja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Lalu pada tahun 2019 hingga sekarang beliau menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Luhut beberapa kali isi posisi menteri yang kosong di era Presiden Jokowi

Credit Foto: Instagram/luhut.pandjaitan via www.instagram.com

Ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh KPK pada Rabu (25/11) dini hari lalu terkait korupsi benih lobster menambah portofolio ‘kesuksesan’ Luhut. Kali ini, di samping jadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, ia juga dipercaya merangkap sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim.

Nah, mengisi posisi menteri yang kosong ini bukan pertama kalinya bagi Luhut selama era Presiden Jokowi. Ini yang jadi alasan kenapa para ekonom dan politisi mengecap Luhut sebagai ‘Perdana Menteri’, atau menteri yang mengurusi segala urusan. Melansir Kompas, sebelumnya pada tahun 2016 Luhut pernah mengisi jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM yang ditinggalkan Arcandra Tahar. Setelah itu, pada 14 Maret 2020, ia kembali ditunjuk Presiden Jokowi untuk menggantikan sementara jabatan Menteri Perhubungan, karena Menhub Budi Karya Sumadi harus menjalani perawatan intensif lantaran terinfeksi Covid-19.

Terlepas dari beragam komentar publik mengenai rangkap jabatan Lord Luhut ini, kita harus menyadari kalau beliau memang punya potensi di segala lini. Ya, setidaknya dengan meminjam kacamata Presiden Jokowi.

Lord Luhut juga terkenal sebagai pengusaha dengan lini bisnis yang cukup menggurita

Credit Foto: web/Luhut B. Pandjaitan via luhutpandjaitan.id

Tapi gelar ‘lord’ yang disematkan warganet kepada Luhut tentu bukan karena pencapaiannya di pemerintahan saja. Di luar seragam dinas Luhut juga merupakan seorang pengusaha yang piawai, dengan lini bisnis yang menggurita (untuk tidak buru-buru menyebutnya sukses).

Diketahui Luhut merupakan pengusaha energi di bawah perusahaan bernama Toba Sejahtera Grup, dengan 15 anak perusahaan yang diketahui. Melansir Haluan, perusahaan tersebut terbagi menjadi enam cabang, yakni batu bara dan pertambangan, migas, perindustrian, properti, pembangkit listrik, serta kehutanan dan kelapa sawit.

Kendati berkecimpung di dunia bisnis dan jauh dari militer, jiwa korsa Luhut agaknya tetap pekat. Ia nggak lupa dengan sobat karib selama di ABRI. Dalam menjalankan bisnisnya, Luhut melibatkan banyak rekan perwiranya. Salah satu yang terkenal adalah Fachrul Razi, Menteri Agama yang menjadi komisaris PT Toba Sejahtera bersama Letjen (Purn) Sumardi.

Berkat lini usaha yang berkembang pesat, laba yang didapat Luhut pun meningkat. Kekayaan pribadi Luhut yang pada tahun 2001 berjumlah Rp7,1 milyar, meroket jadi Rp660 milyar pada 2015. Sugoi, Lord!

Dengan mengetahui sepak terjang Luhut Binsar Pandjaitan yang sempat suram di militer, lalu gemilang di pemerintahan dan dunia bisnis, nggak berlebihan, kan, kalau warganet menyematkan titel ‘lord’ sebelum nama Luhut?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE