Perjalanan Panjangku Jadi Dokter PNS, Karier yang Katanya ‘Idaman’ tapi Sebenarnya Penuh Lika-liku

karier sebagai dokter

*Disclaimer: Ini adalah hasil wawancara penulis dengan narasumber, ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Semua datanya riil, tapi demi kenyamanan beberapa data yang bersifat privat tidak akan kami publikasikan.*

Advertisement

Hai, nama saya Rosatya, usia 29 tahun, pekerjaan saya saat ini seorang dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam. Profesi ini populer disebutkan sebagai cita-cita anak-anak yang masih kecil ya, padahal aslinya menempuh jalan karier ini ya penuh dengan perjuangan. Kalau kamu sedang senang-senangnya nonton drama Korea, mungkin Hospital Playlist masuk list drama yang kamu tonton, kira-kira begitulah hectic-nya menjadi dokter. Harus selalu siap sedia jika pasien membutuhkan pertolongan tanpa peduli apa yang sedang kamu lakukan dan rasakan.

Akan tetapi, menjadi dokter adalah panggilan jiwa maka di sini sekarang saya ada. Profesi ini juga menjadi salah satu yang pendidikannya harus linear karena menjadi dokter tak bisa sembarangan, harus ada ilmunya yang dipelajari bertahun-tahun. Kalau ingin tahu lebih lanjut, mari simak perjalanan seru saya!

Tak semua anak-anak memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Saya dulu malah berubah-ubah tergantung apa yang saya lihat

Dulu ingin jadi mayoret/ Credit: Rosatya via www.instagram.com

Saat masih kecil ketika saya melihat polwan saya ingin jadi polwan, saat melihat mayoret berpindah ingin jadi mayoret, berubah-ubah sesuai dengan apa yang saya lihat, haha. Akan tetapi akhirnya saya mengambil jurusan kedokteran. Awalnya karena suka biologi, nggak jago hitung-hitungan atau hapalan seperti ilmu sosial, so why not. Jadilah coba masuk kedokteran dan ternyata setelah masuk jadi makin tertarik sama ilmu kedokteran yang saya pelajari.

Advertisement

Perjalanan untuk menjadi seorang dokter memerlukan waktu yang panjang, sampai pusing kapan mau nikah!

Pendidikannya lama/ Credit: Rosatya via www.instagram.com

Pendidikan dokter umum dibagi menjadi 2; pendidikan sarjana kedokteran (rata-rata 3,5 – 4 tahun) dilanjutkan dengan profesi kedokteran (rata-rata 1,5 tahun) kemudian luluslah menjadi dokter umum. Nah, untuk bisa praktik, seorang dokter umum harus menjalani internship selama 1 tahun. Lama ya, kapan dong nikahnya? Disempat-sempatkan lah yaa. Setelah jadi dokter umum kalau mau lanjut spesialis biasanya butuh pengalaman kerja sekitar 1 tahun, lalu bisa ikut tes untuk masuk pendidikan spesialis. Lama pendidikannya bervariasi, yang paling lama spesialis bedah saraf biasanya 10 semester (5 tahun).

Untuk biaya, tergantung kuliahnya di mana dan jalur masuknya. Kalau di PTS memang mahal atau kalau masuk PTN dengan jalur mandiri juga mahal, bisa ratusan juta. Tapi, kalau masuk PTN dengan jalur SNMPTN (zaman saya dulu namanya ini) sih ekonomis ya. Buku-bukunya mahal sih tapi zaman now kan banyak e-book ya. Jadi, kalau nyaman pakai e-book sih nggak ada masalah, cuma ya harus belajar untuk biasa membaca Bahasa Inggris dengan terminologi kedokteran.

Ada banyak cerita menjadi seorang dokter. Nah, di tahun-tahun awal biasanya banyak yang sulit dilupakan karena masih anak baru

Banyak cerita/ Credit: Rosatya via www.instagram.com

Pengalaman paling berkesan yang sulit untuk saya lupakan adalah saat saya masih tahun pertama pendidikan spesialis ketika menjadi dokter ruangan. Pertama kali pasien yang saya rawat di ruangan meninggal, sedihnya luar biasa…tapi keluarga malah berterima kasih dan malah saya dikasih bingkisan kue. Rasanya terharu, walau memang kita sudah melakukan semaksimal yang dibisa dan pasien tidak tertolong tapi keluarga tetap menghargai usaha tulus kita :’)

Advertisement

Selalu ada sisi suka dan duka ketika kita menjalani sesuatu, termasuk ketika menjadi seorang dokter

Banyak suka duka/ Credit: Rosatya via www.instagram.com

Sukanya adalah kalau memang tertarik sama ilmunya sih there’s sooo much to explore. Saya sebagai orang yang kepo dan suka solving puzzles, tiap hari bertemu kasus yang berbeda selalu jadi berkesempatan belajar hal yang baru. Selain itu saya juga belajar bahwa kemampuan adaptasi manusia itu luar biasa banget, nggak pernah saya kebayang saya bisa jadi seperti saya yang sekarang ini di mana kapasitas jadi diperbesar banget. Dukanya hanya lelah, udah itu saja, haha. Jadi dokter harus kuat-kuat fisik dan mental, but rewarding kok. Selain itu sulitnya jadi seorang dokter adalah harus stay 100% buat pasien, tidak peduli apakah kita sedang kelelahan, mengantuk, sedih, atau galau. When it comes to treating your patients, kita harus tetap lakukan dengan maksimal.

Untuk gaji bervariasi banget ini, tergantung kerjanya di mana. Saya pribadi sih dulu bekerja nya di RSUD di pelosok Kalimantan ya, yah cukup lah buat hidup sehari-hari dan jalan-jalan keluar kota sekali sebulan dan belanja-belanja online.

Yang kini menjadi tantangan terbesar adalah adanya pandemi Covid-19, apalagi posisi saya di rumah sakit rujukan nasional

Jadi rujukan/ Credit: Rosatya via www.instagram.com

Rujukan ini termasuk untuk kasus Covid-19 juga, jadi setiap hari pasti berjumpa dengan kasus pasien confirmed Covid-19. Tantangannya adalah bagaimana caranya supaya tetap sehat (dan waras) selama pandemi. Selalu pakai APD, cuci tangan, makan dan istirahat yang cukup. Sejauh ini masih aman, semoga pandemi segera berlalu deh.

Terakhir, untukmu yang ingin jadi dokter, pastikan mau jadi dokter itu adalah panggilan hati kalian. Jangan karena disuruh orang tua atau dipaksa karena perjalanannya penuh tantangan dan pendidikannya lama. But it is awesome and super rewarding to see how people are healed thanking to your hardwork.

Teknisnya sih ya harus suka membaca, kalau bisa sih menguasai bahasa Inggris karena akan sangat membantu dalam proses belajar. Pun jurnal-jurnal atau panduan yang update pasti semua dalam bahasa Inggris. Kalau mumet baca buku, tenang sekarang bisa belajar pake video-video animasi di Youtube jadi lebih kebayang. Intinya sih profesi apapun yang kalian pilih, kalau kalian senang melakukannya pasti tidak akan terasa berat. 😇

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE