Membedah Tipe Kerja Efisien Vs Efektif. Gimana Penerapannya biar Produktif Maksimal?

Bagaimana jika kamu dihadapkan dengan situasi dilematis seperti ini?

Supaya nggak buang-buang waktu dan energi, kamu akhirnya ngerjain sesuatu dengan cepat alias seefisien mungkin. Pekerjaan memang selesai dengan singkat, tapi hasilnya nggak sesuai dengan tujuan utama. Misalnya nih, kamu mengerjakan tugas esai yang rata-rata membutuhkan waktu dua jam, tapi karena berhasil menemukan ritme kerja yang efisien, kamu bisa menyelesaikannya dalam satu jam. Sayangnya, hasil esai nggak terlalu rapi dan lengkap.

Nah, kalau ngerjain sesuatu dengan efektif, kamu nggak bisa menyelesaikannya dengan cepat. Memang sih, pekerjaanmu lebih terarah, jelas, dan hasilnya pun sesuai tujuan. Namun, proses ini ternyata memakan waktu yang cukup panjang, mungkin bisa dua kali lipat lebih lama.

Kalau begitu kita harus bekerja dengan efisien atau bekerja dengan efektif?

Hmm… Sebenarnya, ini bukan jawaban yang mudah, ya. Mengapa? Karena dua tipe kerja ini memiliki sisi plus dan sisi minus masing-masing. Namun, SoHip nggak perlu bingung, Skuat by Hipwee sudah punya jawabannya!

Membayangkan kerja, tapi nggak efisien. Apa sih biasanya penyebabnya?

Saat mengerjakan sesuatu, kamu mungkin terdorong untuk menyelesaikannya secepat mungkin dan sedikit mengabaikan hasilnya. Bekerja secara efisien memang fokus pada waktu penyelesaian. Selain nggak membuang-buang waktu dan energi, cara kerja ini biasanya diaplikasikan untuk menghemat biaya bila diterapkan oleh perusahaan. Jika diterapkan oleh individu, cara ini juga bisa menguntungkan.

Bayangkan, bila kamu bekerja, tapi nggak efisien. Pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu cepat, akhirnya terbengkalai dan pekerjaanmu pun menumpuk. Alih-alih mengerjakan sesuai target dan tenggat waktu, kamu justru mengulur-ulur proses pengerjaan. Penyebab kerja yang nggak efisien pun beragam, mulai dari kurang mahir mengelola waktu, hilangnya motivasi, sampai sulitnya menemukan cara yang tepat untuk mengerjakan sesuatu.

Bukan kerja efisien, tapi memilih kerja efektif. Benarkah lebih produktif?

Bekerja secara efisien memang menguntungkan, apalagi setelah melihat serangkaian dampak negatif kalau nggak kerja dengan efisien, ya. Kendati demikian, kamu harus ingat bahwa kerja efisien yang mengandalkan kecepatan ternyata nggak cukup, lo. Soalnya, ketika mengerjakan sesuatu, selesai tepat waktu bukan satu-satunya tolok ukur. Hasil yang kamu kerjakan pun harus sesuai dengan tujuan atau target. Itulah celah dari bekerja secara efisien.

Sebenarnya, celah tersebut dapat diatasi dengan kerja efektif. Tipe kerja ini kurang mengedepankan kecepatan, tapi fokus pada langkah yang terarah dan hasil yang memuaskan. Sayangnya… karena ada banyak yang harus dipastikan dalam prosesnya, kerja efektif sering kali membutuhkan yang lama.

Apa yang terjadi jika pekerjaan lebih lama selesai?

Tim Dalam Artikel Ini