Jeff Bezos Suka Kirim E-mail yang Bikin Karyawan Deg-degan! Ini 5 Rahasia Komunikasi Pemimpin

komunikasi ala pemimpin

Sebelum mundur dari jabatan CEO, Jeff Bezos sempat memiliki kebiasaan unik. Jika biasanya keluhan disampaikan orang-orang melalui kontak customer service (CS), bos Amazon ini melakukan hal yang sedikit berbeda. Ia membiarkan alamat e-mail-nya terbuka untuk publik sehingga semua orang bisa menyampaikan keluhan mereka langsung ke bos yang satu ini. Tentunya, hal ini bukan hanya dilakukan untuk iseng semata namun ternyata Jeff benar-benar mengeceknya untuk evaluasi akan apa yang perlu diperbaiki.

Advertisement

Tak jarang ia akan meneruskan e-mail yang diterima ke karyawan atau timnya dengan menyisipkan tanda tanya sebagai bentuk pertanyaan apakah masalah tersebut sudah ditangani yang kadang bikin karyawan jadi deg-degan karena bos sendiri yang turun tangan. Gaya komunikasi Jeff Bezos mungkin seperti itu, ada juga beberapa gaya komunikasi lain yang jadi rahasia komunikasi seorang pemimpin lo. Simak yuk apa saja!

1. Seorang pemimpin biasanya akan memiliki kemampuan untuk  berbicara secara personal walaupun sedang di depan beberapa orang

Seorang pemimpin mungkin kadang tak memiliki banyak waktu untuk mengobrol secara langsung dengan orang per orang, makanya seringnya mereka akan ngobrol di depan banyak karyawan sekaligus. Meskipun demikian, pembicaraan perlu dibuat sampai orang yang datang merasa bahwa seolah bos mereka berbicara langsung kepada masing-masing orang tersebut. Dengan membuat pembicaraan terasa personal dan menyenangkan biasanya komunikasi akan berjalan dengan lebih efektif.

2. Meskipun pemimpin sering disebut sebagai seseorang yang mampu memengaruhi bukan berarti ia harus selalu berbicara tapi ada kalanya juga perlu sering mendengar

Ada yang mau ngomong?/ Credit: katemangostar on Freepik via www.freepik.com

Banyak orang yang hanya ingin berbicara secara monolog ketika menjadi seorang pemimpin alihh-alih berbicara secara dua arah. Bahkan, kadang ketika sudah mendengarkan pun mungkin otak sudah bekerja untuk buru-buru menimpali, padahal seorang pemimpin yang baik sebaiknya mendengarkan secara aktif akan apa yang disampaikan oleh orang lain. Pasalnya bisa jadi ide-ide atau solusi justru datang dengan cara mendengarkan.

Advertisement

3. Keputusan yang dibuat oleh seorang pemimpin bukan mutlak hal yang benar, makanya menjadi sikap open-minded akan diperlukan

Akan ada saat-saat di mana kamu memerlukan peluang baru atau memecahkan suatu masalah yang sulit. Menuruti ego diri sendiri dengan menetapkan solusi yang hanya berasal dari satu sisi saja bukanlah keputusan yang baik. Makanya, perlu suatu waktu untuk mendengarkan mereka yang mungkin memiliki pandangan berbeda, bukan hanya untuk mencari cara supaya pandangan mereka bisa berubah mengikutimu namun untuk menjadikannya wawasan baru sebelum membuat sebuah keputusan.

4. Hasil yang maksimal diperoleh dari komunikasi yang penuh dengan kejelasan, hindari adanya penjelasan yang mengambang

Harus jelas/ Credit: pch.vector on Freepik via www.freepik.com

Banyak juga lo para pemimpin yang suka berbicara menggunakan kata-kata yang sulit dipahami dan membuat para karyawannya jadi bingung. Akhirnya alih-alih mendapatkan informasi yang jelas, yang ada malah penjelasan yang mengambang dan hanya berputar-putar. Makanya penting untuk belajar berbicara dengan cara yang sederhana dan ringkas serta mengatakan sesuatu secara spesifik seperti apa target yang ingin dicapai dan apa langkah yang bisa ditempuh untuk mencapainya.

5. Berbicara secara transparan juga akan mengurangi kesalahpahaman dan berbagai halangan komunikasi yang mungkin ditimbulkan

Ternyata berdasarkan sebuah survei yang dilakukan American Management Association, ada lebih dari satu per tiga karyawan yang tak mengetahui apa yang terjadi di dalam suatu perusahaan sehingga menyebabkan terjadinya sebuah rintangan dalam berkomunikasi. Padahal dengan mengatakan apa saja tujuan, peluang, kesulitan, dan tantangan yang dihadapi maka perusahaan akan bisa membangun kepercayaan antar karyawan yang bisa memperkuat tim.

Komunikasi bukan hanya tentang berbicara namun juga saling menyampaikan informasi dan memahaminya. Jika hal tersebut dilakukan secara benar dan efektif maka makin besar peluang tercapainya tujuan yang sudah jelas karena visi dan misi yang seirama.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE