Lay’s, Doritos, dan Cheetos akan Berhenti Produksi di Indonesia. Intip yuk Kisah Penemuannya!

lays cheetos berhenti produksi

Belakangan warganet dikejutkan dengan adanya kabar pemberhentian produksi makanan ringan kesayangan mereka yaitu Lay’s, Doritos, dan Cheetos. Proses pemberhentian ini harus diselesaikan dalam kurun waktu 6 bulan atau sampai Agustus 2021 dan berlaku sampai 3 tahun ke depan. Makanan ringan yang selama ini menghiasi rak-rak jajanan di supermarket ini akan lenyap dari peredaran di Indonesia karena berakhirnya perjanjian lisensi antara PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) dengan PepsiCo.

Advertisement

Jadi, dilansir dari Kompas, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk telah membeli seluruh saham IFL yang menyebabkan mereka harus mengakhiri perjanjian lisensi. IFL sesungguhnya merupakan sebuah perusahaan patungan anatara Indofood dengan PepsiCo yang sudah berdiri sejak tahun 1989. Simak yuk sejarah selengkapnya dari 3 produk ini!

Di awal kemunculannya, Lay’s dijual di bagian belakang mobil. Sejak dulu ternyata merek ini sudah punya saingan, tapi bukan Chitato

Dilansir dari Insider, keripik kentang tipis yang renyah dan jadi camilan idola banyak orang ini ditemukan pada tahun 1932 oleh Herman W. Lay. Ketika itu, ia merupakan seorang salesman keliling sehingga di dalam mobilnya ia sekalian membawa Lay’s untuk dijual. Di waktu yang bersamaan, merek ini ternyata sudah memiliki saingan bernama Fritos yang menjual keripik jagung. Kompetisi ini berlangsung selama 30 tahun sebelum akhirnya malah berkolaborasi menciptakan Frito-Lay pada tahun 1961. 4 tahun setelahnya, perusahaan ini kembali melakukan merger dengan Pepsi-Cola.

Mereka mengawali kampanye awal untuk Lay’s dengan merilis 8 rasa sesuai dengan makanan populer setiap daerah di Amerika. Setelah produknya juga dijual di berbagai penjuru dunia, rasanya pun menyesuaikan dengan negaranya. Bahkan kini Lay’s sudah memiliki 200 rasa berbeda dan sesekali mereka juga mengadakan lomba untuk menciptakan rasa untuk varian baru dengan hadiah yang menggiurkan sampai $1 juta lo.

Advertisement

Cheetos merupakan salah satu pelopor makanan ringan dengan bentuk dan rasa seperti yang kita lihat sekarang. Nah, pada mulanya sang kreator kesulitan mendistribusikan

Camilan yang satu ini dibuat pada tahun 1984 oleh pembuat Fritos yaitu Charles Elmer Doolin yang membuat camilan batch awal untuk bahan riset di perusahaan Frito di Dallas. Ia membuat camilan dengan rasa keju yang langsung terjual habis, sayangnya ia tak memiliki kapasitas untuk memproduksi dan mendistribusikannya secara nasional. Akhirnya, Doolin memutuskan untuk berpartner dengan Herman W. Lay untuk urusan tersebut. Pada tahun itu pula Cheetos dirilis bersama dengan produk kentang Fritatos. Ternyata kesuksesan Cheetos juga yang menjadi salah satu faktor Doolin dan Lay memutuskan untuk menggabungkan perusahaan mereka.

Advertisement

Cheetos yang merupakan produk pertama dengan bentuk dan rasa sedemikian rupa akhirnya memunculkan produk-produk pesaing namun pada tahun 2010 Cheetos tetap menjadi produk cheese puff paling laris di Amerika. Tahun 2011 Cheetos dipasarkan ke wilayah yang lebih luas melalui PepsiCo.

Doritos yang jadi camilan favorit banyak orang ternyata dulunya ditemukan dari bahan sisa yang didaur ulang

Pada tahun 1955 setelah Disneyland buka di Anaheim, Kalifornia, perusahaan Frito-Lay membuka sebuah restoran Meksiko yang dinamai Casa de Fritos. Mereka mendapatkan tortila dari produsen tortila lokal yang bernama Alex Food. Suatu hari ketika pihak restoran membuang tortillanya, ada salesman dari Alex Food yag melihat lalu memberikan saran untuk menggorengnya alih-alih langsung membuang.

Beberapa waktu kemudian ketika marketing excecutive dari Frito-Lay mampir, ia menemukan camilan tersebut dan memutuskan untuk memproduksi hingga akhirnya lahirlah Doritos pada tahun 1964 dan dirilis pada tahun 1966 di mana mereka baru saja merger dengan perusahaan Pepsi-Cola yang membentuk PepsiCo.

Walau kelihatan seperti makanan ringan biasa pada umumnya, ternyata mereka memiliki cerita menarik masing-masing ya. Walaupun mungkin kita harus menunggu selama 3 tahun atau bahkan lebih tapi tetap ada kok makanan ringan lokal yang mirip dengan mereka, mungkin salah satunya favoritmu?

Gabung dan Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter dari Kita Mulai Bersama

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE