Dilema Usia Menuju Akhir 20-an tapi Masih Jauh dari Kata Mapan. Hmm, Apa itu ‘Raih Kesuksesan’?

mapan usia 20an

Quarter life crisis rupanya nggak berhenti begitu aja ketika kita sudah melewati usia  25 tahun, tahun-tahun setelahnya dalam menyambut kepala 3 mungkin masih membuat kita berkali-kali menanyakan hidup kembali. Apakah yang dilakukan sudah pada jalan yang benar? Kenapa sukses terasa masih jauh dari jangkauan? Jangankan kesuksesan, untuk sekadar mapan saja kita masih harus berusaha sekuat tenaga sampai kewalahan.

Advertisement

Oleh sebab itu, waktu terasa berlalu begitu saja namun kita masih merasa belum memiliki apa-apa. Nggak apa-apa, kamu nggak merasakannya sendirian kok, ada banyak yang juga melalui hal yang sama denganmu. Akan tetapi, kalau kamu memang punya tujuan untuk lebih mapan di usiamu yang makin bertambah, maka beberapa hal ini mungkin bisa mulai kamu lakukan!

Sebelum bertambahnya usia dengan kepala berganti jadi 3, kamu mungkin bisa mulai mengevaluasi ke mana selama ini uangmu perginya. Yok lebih tertib!

Finansial/ Credit: PixelsAway on Deposit Photos via id.depositphotos.com

Hal pertama yang mesti kamu lakukan jika mungkin selama ini kamu abaikan adalah mengevaluasi kondisi finansialmu. Mungkin selama ini kamu sudah memiliki pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan tabungan, tapi malah habis gara-gara gagal mengontrol pengeluaran. Berikut hal yang perlu kamu cek:

  • Menggunakan dalih self reward atau sudah bekerja keras membuatmu jadi hobi belanja serta menghabiskan uangmu begitu saja, kebiasaan seperti ini mesti kamu kurangi dengan menyusun skala prioritas.
  • Dana darurat sudah harus kamu miliki supaya tidak kacau ketika terjadi sebuah risiko misalnya kehilangan pekerjaan atau ada pihak yang tiba-tiba sakit parah dan kamu jadi penanggung jawabnya.
  • Kamu juga perlu mengecek apakah sudah memiliki tabungan yang cukup, jangan-jangan selama ini kamu selalu memiliki alasan yang sengaja dibuat untuk tak segera mulai berinvestasi.
  • Asuransi kesehatan juga penting untuk dimiliki, bayangkan saja jika tiba-tiba kamu sakit dan menghabiskan ratusan juta untuk berobat.
Advertisement

Tujuan dan rencana bukan hanya boleh dibuat oleh mereka yang baru lulus pendidikan saja, kamu pun masih bisa kembali mengevaluasinya

Coba tengok sekali lagi, selama ini mungkin kamu terlalu santai hingga usiamu terasa berlalu begitu saja tanpa adanya ambisi yang kuat. Boleh kok kalau baru akan kembali menyusun rencana baru jangka pendek maupun panjang supaya kelak kamu sudah benar-benar mapan di usia 30-an. Mulai dari punya mobil, rumah, naik gaji, memulai bisnis, bahkan menikah, semua bisa kamu susun sekaligus sebagai motivasi. Akan tetapi, susun pula rencana dan strategi yang realistis untuk bisa meraihnya ya.

Jangan-jangan selama ini kesuksesan tak kunjung di tangan karena kamu juga enggan untuk ke mana-mana, zona nyaman memang kadang melenakan

Zona nyaman/ Credit: racorn on Deposit Photos via id.depositphotos.com

Kamu mungkin sudah merasa nyaman dengan pekerjaan yang kamu miliki beberapa tahun ke belakang, tanpa disadari kamu sudah melewatkan beberapa kesempatan yang harusnya jadi peluang emas untuk naik level dalam kehidupan. Padahal untuk meraih kata mapan, maka perlu ada sesuatu yang dikorbankan misalnya zona nyaman ini. Jika enggan untuk meninggalkan pekerjaan karena jaminan pendapatan bulanan yang kamu gantungkan, maka kamu bisa menambah penghasilan dengan melakukan pekerjaan sampingan.

Nggak apa-apa jika kamu sudah melakukan yang terbaik namun belum kunjung mendapatkan kemapanan, paling penting berhentilah membanding-bandingkan

Jangan-jangan selama ini kamu belum mendapatkan kemapanan dan kesuksesan karena definisi yang kamu pegang adalah definisi milik orang lain? Akhirnya hidup yang harusnya fokus dengan tujuan milik sendiri malah jadi melenceng karena pencapaian orang lain. Walaupun sulit untuk dilakukan, sepertinya kamu harus mulai berhenti untuk membanding-bandingkan. Buat definisi mapan dan sukses milikmu sendiri dan fokus untuk meraihnya dengan rencana yang sudah kamu susun. Dengan berhenti membandingkan, at least kamu bisa lebih legowo dan beban stres berkurang.

Usia 20-an akhir menuju kepala 3 adalah masa transisi yang mungkin seringkali membuat malam-malammu jadi lebih sering terjaga karena banyak pikiran. Alih-alih mengeluhkannya dan membadingkan pencapaian dengan orang lain, yuk coba evaluasi dan lihat mana yang bisa dibenahi dan mana yang bisa untuk disusun kembali! Semangat!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE