Cara Realistis Merintis Usaha dari Nol. Nggak Perlu Punya Otak Dagang yang Brilian

Menjadi kaya adalah sesuatu yang diinginkan oleh semua orang. Kita nggak bisa naif. Uang yang selalu diidentikkan dengan kekayaan memang bukan segala-galanya, tapi banyak hal dalam hidup membutuhkan uang. Betul, kan, SoHip?

Sayangnya, menjadi jutawan bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Apalagi, kalau kita nggak lahir dari keluarga kaya berprivilese. Makanya, mengumpulkan kekayaan 1 miliar rupiah di usia 20 atau 30 tahunan hampir mustahil kalau kita lahir dari keluarga biasa-biasa saja. Misal pun mampu mengumpulkan kekayaan sampai miliaran, menurut Tom Corley, ternyata waktunya juga nggak cepat dan prosesnnya nggak instan. Jika dihitung-hitung, butuh puluhan tahun, lo.

Walaupun lama, jalan mengumpulkan kekayaan nggak ada salahnya buat tetap diupayakan. Merintis usaha sebagai salah satu contohnya. Namun, bukan sekadar merintis usaha dari nol ala-ala motivasi sukses yang selama ini beredar, Skuat by Hipwee justru ingin mengajak SoHip untuk memaknai proses ini dengan lebih mendalam.

Berawal dari riset menarik Tom Corley, penulis buku Rich Habit, tentang jalan mengumpulkan kekayaan, Skuat by Hipwee mencoba menghubungi Yuni Kurnia, seorang anak muda yang berani merintis usaha meski dengan kemampuan wirausaha yang minim. Kira-kira perjuangan Yunika termasuk rich path ala Tom Corley yang mana dan bagaimana hasilnya sejauh ini ya?

Yuk, pahami dulu 4 jalan menjadi kaya yang realistis menurut Tom Corley! Ekspektasinya diatur, bestie~

Meski lahir dari kalangan nggak berprivilese, kamu tetap bisa mengumpulkan kekayaan meski membutuhkan waktu yang panjang. Menurut Tom Corley, 4 jalan mengumpulkan kekayaan ini bisa kamu coba. Eits, jangan berharap cara ala Tom ini menawarkan jalan yang cepat dan mudah, ya. Pada kenyataannya, para partisipan Tom berhasil mengumpulkan kekayaan yang diinginkan dalam kurun waktu yang lama, sekitar 20 puluh tahunan.

  • The Saver Investor Path

Sebanyak 22% partisipan Tom menempuh cara ini untuk mengumpulkan kekayaan. Menurut Tom, ini cara paling gampang dibandingkan 3 cara lain. Para partisipannya mendapatkan kekayakan 3,2 miliar dolar di umur 55 tahun. Umumnya, mereka berasal dari kalangan kelas menengah yang berkarier secara profesional dan hidup sederhana.

Ketimbang mengeluarkan uang, mereka lebih sering menabung minimal 20% dari pendapatan. Kalau tabungan sudah cukup, mereka akan mulai beralih ke investasi.

Bersikap konsisten, menabung, dan berinvestasi adalah kuncinya

  • The Dreamers Path

Ini jalan yang paling sulit. Biasanya, jalan ini ditempuh orang dengan cara memulai bisnis, menjadi musisi, atau aktor yang sukses. Sekitar 28% partisipan Tom memilih jalan ini untuk mengumpulkan kekayaan. Dalam 12 tahun, mereka bisa mendapatkan uang sebanyak 7,4 juta dolar.

Mereka yang memilih cara ini harus mengorbankan waktu sebab mereka menghabiskan 61 jam kerja per minggu. Bahkan, mereka tetap kerja di akhir pekan. Cara ini cukup berisiko dan melelahkan, jadi nggak terlalu cocok dilakukan banyak orang, terutama kalau orang tersebut menyukai kehidupan yang lebih santai dan ringan, tanpa diburu pekerjaan.

  • The Climbers Company Path

Jalan mengumpulkan kekayaan ini dilakukan oleh mereka yang bekerja di perusahaan. Mereka mencurahkan kemampuan dan energi untuk meningkatkan tempat kerjanya sampai mereka menjadi leader. Sekitar 31 partisipan Tom memilih jalan ini dan membutuhkan waktu 22 tahun untuk mendapatkan kekayaan sampai miliaran.

Umumnya, mereka dengan jalan ini bekerja dengan waktu yang lama. Selain itu, mereka memiliki kemampuan membangun relasi yang bagus.

  • The Virtuosos Path

Sekitar 19% partisipan memilih jalan ini. Virtousos merujuk pada mereka yang bekerja dengan kejeniusan dan keahliannya. Mereka banyak dibayar tinggi karena kemampuan khas yang dimiliki di bidang hukum, konsultan, dan sebagainya. Demi mendapatkan kekayaan puluhan miliar, mereka butuh waktu 20 tahun. Biasanya, mereka juga menghabiskan waktu yang lama untuk belajar.

Jadi, dari 4 jalan tersebut sebenarnya dapat disimpulkan bahwa mengumpulkan kekayaan dari nol memang nggak mudah dan kemungkinan besar membutuhkan waktu lama. Nah, perjalanan dari Yunika ini bisa jadi gambaran nyata bagaimana mengumpulkan kekayaan dengan merintis usaha.

Nggak punya niat atau pengalaman berbisnis, ini cara Yuni Kurnia memulai usaha untuk menambah pundi-pundi cuan di usia muda

Sebagai lulusan Hubungan Internasional di salah satu kampus ternama di Malang, Yuni nggak punya rencana untuk merintis usaha sebelumnya. Namun, suatu hari di tahun 2016 Yuni yang masih mahasiswa mengunjungi kebun anggrek di Kota Batu. Kebun tersebut merupakan tempat magang temannya yang kuliah di jurusan Agroteknologi.

Tim Dalam Artikel Ini