Yuk Bandingkan Profit dan Risiko Dropshipper VS Reseller dari 5 Hal ini. Lebih Untung yang Mana?

perbedaan dropshipper dan reseller

Selama ini mungkin kamu tidak asing dengan istilah dropship atau resell, apalagi jika sudah sering berbelanja online atau malah terjun langsung sebagai penjualnya. Banyak pihak yang menawarkan diri untuk menjualkan produknya kembali dengan harga yang murah sehingga kamu tak perlu memiliki banyak modal atau bahkan bisa tanpa modal sama sekali. Makanya, bisnis ini kerap dijalankan sebagai bisnis sampingan maupun utama yang bisa dikerjakan oleh anak kuliahan atau bahkan ibu rumah tangga.

Advertisement

Sayangnya kadang-kadang masih banyak yang bingung antara istilah menjadi seorang dropshipper atau reseller padahal kalau hitungannya pas, bisa jadi salah satunya lebih menguntungkan daripada yang lain. Nah, supaya tak tertukar-tukar, kita kenalan yuk dengan perbedaan dua istilah ini dilansir dari berbagai sumber berikut ini!

1. Yang harus diketahui pertama kali adalah pengertian dari masing-masing istilah ini dan bagaimana proses kerjanya

Sebelum menjual barang ke konsumen biasanya reseller akan membeli dulu barang dari produsen dalam jumlah tertentu, sehingga stok barang bisa diketahui dan bisa mengirimkan barang kapan saja selama persediaan masih ada. Sedangkan dropshipper tidak memegang langsung barang yang dijual melainkan jika ada pesanan yang masuk maka ia akan menghubungi supplier atau produsen untuk mengirimkannya ke konsumen. Jadi, dropshipper ‘hanya’ melakukan pemasaran saja.

2. Soal ketersediaan barang yang ‘dipegang’, maka modal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang dropshipper dan reseller pun jadi berbeda

Beda modal/ Credit: shutter2u on Freepik via www.freepik.com

Karena reseller harus membeli dulu barang dari produsen maka harus ada modal yang dikeluarkan tergantung jumlah yang ingin dibeli, belum lagi paket data untuk promosi, label jika ingin mengganti merek, dll. Nah, sedangkan jika menjadi seorang dropshipper maka modal yang dikeluarkan hanya untuk paket data dan biaya promosi karena tak perlu menyetok barangnya. Jangan lupa juga ya untuk menghitung biaya transportasi dan biaya operasional lain.

Advertisement

3. Walau menjadi dropshipper seolah tak memerlukan modal, namun ternyata jika dihitung kembali reseller bisa mendapatkan untung lebih

Biasanya reseller akan mengambil jumlah tertentu yang bisa membuatnya mendapatkan harga paling kecil sehingga ia bisa menjual kembali dalam jumlah banyak dan bisa banyak pula keuntungan yang didapat. Sedangkan seorang dropshipper biasanya akan memperoleh keuntungan penjualan dari pesanan yang masuk yang kadang bisa sepi dan harganya cenderung lebih mahal sehingga profit justru semakin sedikit. Belum lagi dropshipper harus bersaing dengan dropshipper yang lain dalam memperoleh produk.

4. Waktu pengiriman juga berbeda, biasanya dengan menjadi reseller maka waktu akan diketahui dengan lebih jelas

Karena tahu stok yang dipunya dan mengirim produk sendiri maka reseller biasanya akan lebih paham waktu pengiriman dan kapan akan sampai. Berbeda dengan dropshipper yang menggantungkan diri pada supplier dan tidak tahu apakah stok tersedia atau tidak. Biasanya dopshipper akan butuh waktu lebih untuk mengetahui ketersediaan barang apalagi untuk mengirimnya.

5. Setiap pekerjaan selalu ada risiko yang harus ditanggung, begitupun saat memutuskan baik menjadi dropshipper maupun reseller

Advertisement

Selain tidak mengetahui kapan stok bisa terisi lagi ketika masih kosong sehingga sering menolak pesanan, seorang dropshipper juga cenderung tidak mengetahui kualitas setiap barang sesungguhnya sehingga harus siap menerima komplain dari para konsumen. Risiko yang berbeda dihadapi oleh seorang reseller yang telah membeli banyak barang di awal sehingga kalau pesanan sedang sepi, modal bisa saja sulit untuk kembali.

Mau jadi seorang dropshipper maupun reseller semua kembali pada pertimbangan-pertimbangan yang sudah disebutkan. Jika sama sekali tak punya modal dan tak punya tempat pula untuk menyimpan barang, mungkin menjadi drosphipper bisa jadi pilihan. Tapi jika rela mengeluarkan modal dan siap menerima risiko bisa juga pilih jadi reseller. Yang penting tak perlu takut untuk memulai, yuk #KitaMulaiBersama supaya bisa bersama-sama memajukan #UKMDariDanUntukIndonesia 🙂

Gabung dan Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter dari Kita Mulai Bersama

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE