6 Plus Minus Bisnis Musiman. Omzetnya Tinggi tapi Biasanya Nggak Langgeng, Lekas Datang dan Pergi~

plus minus bisnis musiman

Walau Indonesia hanya memiliki musim kemarau dan penghujan, namun masyarakat kerap menambahkan ‘musim-musim lain’ sebagai suatu penanda bagi mereka. Misalnya ada musim durian, musim rambutan, musim nikah, dan musim-musim lainnya. Sebutan tersebut muncul karena biasanya suatu waktu akan ditandai dengan adanya sebuah tren yang memuncak sebelum akhirnya mereda lagi. Gara-gara hal ini, akhirnya berpengaruh juga ke tren di bidang bisnis lo.

Advertisement

Dari hal tersebut akan ada bisnis musiman atau istilah kerennya seasonal business yang hanya muncul di musim-musim tertentu.

Misalnya, ketika musim hujan maka akan ada orang yang jadi penjual jas hujan dadakan, saat akan lebaran ada yang berbisnis jasa penukaran uang, terompet di tahun baru, atau bahkan saat di internet sedang ramai kuliner es kepal dan donat mi maka jadi banyak yang menjualnya. Mungkin produk tersebut banyak dicari karena saat itu menjadi sebuah tren tapi tetap ada saja kekurangan dan kelebihannya lo. Simak yuk!

1. Permintaan pasar biasanya akan tinggi seiring kebutuhan yang harus dipenuhi pada saat itu atau memang hanya karena penasaran saja

Ketika sesuatu sedang menjadi sebuah tren maka akan banyak pihak yang penasaran akan produk tersebut hingga rela mencarinya. Begitu juga dengan barang yang selama ini memang hanya muncul di saat-saat tertentu saja seperti jas hujan maka mau tak mau orang jadi lebih rajin mencari ketika musim penghujan. Hal ini menyebabkan permintaan juga ikut naik yang akhirnya membuat bisnismu jadi makin laris manis dan memiliki omzet yang tinggi dalam waktu relatif lebih cepat.

Advertisement

2. Biasanya bisnis musiman tidak memerlukan waktu yang lama, sehingga tak perlu repot memikirkan lokasi untuk jualan

Pakai mobil/ Credit: Arturo Rey on Freepik via unsplash.com

Jika biasanya lahan dan bangunan untuk berjualan merupakan hal yang krusial dan memerlukan modal yang besar di awal jualan maka berbeda dengan usaha musiman ini. Bisnis ini tak memerlukan lahan yang luas apalagi bangunan yang bagus seperti toko. Salah satu alternatifnya, kamu bisa cukup berjualan menggunakan mobil yang dibuat mirip outlet berjalan saja. Hal ini juga bisa membuatmu lebih dinamis jika ingin menggunakan sistem jemput bola dengan mencari tempat yang ramai. Tak hanya itu, menyewa tempat yang tak terlalu luas asal bisa dilihat juga bisa dijadikan alternatif kedua.

3. Mumpung sedang musim biasanya juga bisa lebih mudah mendapatkan supplier untuk menjaga persediaan produkmu

Tak perlu takut kesulitan menjaga persediaan karena biasanya saat sedang musim maka akan banyak pula supplier yang menyediakan kebutuhan produk-produk untuk diolah maupun dijual kembali. Biasanya dengan adanya permintaan yang tinggi maka kamu juga bisa mendapatkan bahan baku dengan harga yang relatif murah sehingga omzet yang didapatkan lebih tinggi.

4. Sayangnya sesuai dengan namanya bisnis ini akan bertahan hanya dalam kurun waktu yang relatif singkat

Seperti berbagai musim yang lain maka musim-musim yang identik dengan bisnis tertentu juga akan terus berganti dalam jangka waktu yang sayangnya kadang hanya berlangsung sebentar. Walaupun suatu waktu omzet yang didapatkan sangat tinggi namun nominal tersebut akan berangsur-angsur turun seiring berlalunya waktu dan diganti lagi dengan tren bisnis yang lain.

Advertisement

5. Tak bisa dimungkiri ketika sesuatu menjadi laris maka banyak juga yang ingin mencobanya sehingga pesaing pun makin banyak

Durian/ Credit: Tom Fisk on Freepik via www.pexels.com

Bukan hanya satu dua orang yang melihat adanya peluang menggiurkan ketika sesuatu terlihat menjanjikan namun ada banyak lainnya yang berpikiran serupa. Hal ini membuatmu harus lebih kreatif dalam menjadi penjual supaya tidak berakhir disisihkan dan dijadikan pilihan ke sekian di antara para pesaing oleh pembeli.

6. Waktu yang dimiliki untuk berjualan singkat apalagi waktu yang digunakan untuk melakukan promosi

Credit: Photo by Mikael Blomkvist from Pexels via www.pexels.com

Walau mungkin produk yang kamu jual sedang menjadi tren dan banyak dicari oleh orang-orang namun bukan berarti mereka akan menemukanmu begitu saja. Makanya promosi tetap perlu dilakukan secara masif. Pasalnya waktu yang dimiliki untuk mengenalkan produk terbilang cukup singkat. Hal ini bisa diakali misalnya dengan mencuri start untuk promosi sebelum musim benar-benar dimulai bagi beberapa produk yang waktunya sudah pasti seperti tahun baru atau momen lain seperti valentine.

Untuk mengambil peluang ini sepertinya cukup tricky. Kamu bisa mendapatkan omzet yang tinggi namun juga bisa hilang begitu saja saat musimnya sudah menghilang, makanya perlu strategi misalnya ikut mengganti produk ketika musim berganti atau melakukan inovasi supaya produk yang dijual bisa bertahan lebih lama terlepas dari musim yang sedang berlangsung.

Untukmu yang saat ini ingin atau sedang merintis usaha, gabung yuk sama komunitas UMKM #KitaMulaiBersama! Daftar di bit.ly/MILISKMB untuk berlangganan newsletter supaya nggak ketinggalan info berisi konten dan event menarik seputar kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE