Di Balik Aplikasi My Heritage, Sempat Tak Dilirik 3 Tahun Hingga Viral Jadi Aplikasi Terlaris

sejarah aplikasi my heritage

Baru-baru ini banyak orang yang berterima kasih dengan pembuat aplikasi My Heritage yang bisa mengubah foto statis menjadi bergerak seolah video hidup melalui fitur Deep Nostalgia. Alasan banyak orang merasa bersyukur karena mereka bisa melihat kembali senyum dari orang-orang yang sudah meninggalkan mereka dengan hanya sebuah foto untuk dikenang. Untuk membuat foto menjadi seolah bergerak, pengembang menggunakan algoritma deep learning yang memungkinkan membuat foto berkedip, tersenyum, hingga bergerak. Mind blowing kan?

Advertisement

Jika fitur ini sangat terkenal sekarang, ternyata MyHeritage yang bergerak di bidang genealogi sendiri sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu ditemukan oleh Gilad Japhet. Aplikasi yang ia buat juga sempat tak ada yang mau menyentuh lo. Simak yuk cerita selengkapnya!

Ketertarikan Gilad Japhet tentang genealogi ternyata sudah dimulai sejak usianya masih 13 tahun ketika ia masih sekolah lo

Genealogi merupakan kajian tentang keluarga dan penelusuran garis keturunan beserta dengan sejarahnya. Japhet mulai tertarik dengan dunia ini ketika ia mendapatkan tugas sekolah saat usianya masih 13 tahun. Tugas itu membuatnya mewawancara ibunya untuk mengetahui sejarah keluarga mereka. Sayangnya ia harus rela sedikit melenceng ketika kuliah dan mengejar karier karena ia memilih bidang teknologi. Japhet sempat bekerja di sebuah organisasi yang menangani virus serta cara menghapusnya. Bahkan ia juga bekerja untuk BackWeb Technologies sebagai product manager yang membawanya ke Sillicon Valley.

Ia mampu menyalurkan keinginannya dalam bidang genealogi dengan menciptakan start-up sendiri, sayangnya produknya sempat tak ada yang ingin ‘menyentuh’

Setelah menikah, Japhet memutuskan untuk istirahat selama 6 bulan untuk kembali mempelajari sejarah keluarga. Ia akhirnya kembali menyalurkan hobi tersebut hingga pada tahun 2002 memulai usahanya dengan susah payah karena start-up tentang hal seperti ini belum begitu populer sehingga investor tak tertarik. Ketika itu, ia menciptakan perangkat lunak  tentang sejarah keluarga yang menjadi dasar aplikasi MyHeritage. Dilansir dari Insider, 3 tahun pertama sejak aplikasi ini diluncurkan tak ada satu pihak pun yang mau menyentuhnya. Baru tahun 2005 ia  mampu menarik angel investor sehingga menemukan titik terangnya.

Advertisement

Japhet mampu membuktikan bahwa aplikasinya laris manis dan genealogi menjadi salah satu bidang yang cukup menjanjikan

Yang mendorong kesuksesan aplikasi MyHeritage kala itu adalah bahwa versi gratis dari aplikasi ini saja lebih baik daripada versi berbayar aplikasi lain. Masih dilansir dari Insider, pada tahun 2011 saja aplikasi silsilah keluarga ini sudah memiliki pengguna sebanyak 57 juta dengan 18 juta silsilah keluarga, ratusan ribu foto, dan hampir satu juta profil baru setiap harinya. Investor mereka juga semakin banyak, seperti Accel Partners, investor blue chip yang juga menyokong Facebook serta Index Ventures yang menjadi investor Skype.

Kini aplikasi ini makin populer dengan adanya fitur Deep Nostalgia yang viral karena mampu ‘menghidupkan kembali’ orang yang terlah tiada

Advertisement

Meskipun sudah memiliki banyak pengguna sebelumnya namun inovasi tetap perlu dilakukan, salah satunya yang dilakukan oleh MyHeritage adalah menambahkan fitur Deep Nostalgia. Dilansir dari situs resminya, dalam 11 hari saja ada jutaan pengguna baru yang sudah membuat 26 juta animasi menggunakan Deep Nostalgia. Aplikasi ini juga menjadi aplikasi gratis nomor 1 selama satu minggu dan masih berjalan di Apple Store Amerika Serikat, nomor 1 di iOS App Store beberapa negara seperti Inggris, Austria, Belgia, Brazil, dan beberapa negara lain. Ringkasnya, MyHeritage menjadi nomor 1 di 22 negara, 5 besar di 43 negara, dan 10 besar di 55 negara.

MyHeritage melalui fitur Deep Nostalgia mampu menunjukkan bahwa ternyata sebuah produk yang paling menggemparkan bisa tercipta setelah perusahaan berdiri selama berpuluh-puluh tahun melalui sebuah inovasi. Pun, Japhet juga menunjukkan bahwa ia mengejar kariernya terlebih dulu, sedangkan passion bisa dikejar setelah tepat pada waktunya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE