Mengenal Strategi Anchoring, Perbandingan Harga yang Bikin Konsumen Mantap Beli Produkmu

strategi anchoring

Tanpa disadari ternyata ada banyak sekali strategi marketing yang dibuat oleh pihak perusahaan demi meningkatkan penjualan mereka. Bisa jadi saat baru melangkahkan kaki ke toko mereka saja kita sudah masuk ke beberapa jebakan yang nggak kelihatan, misalnya melalui penataan toko itu sendiri yang bikin kita kalap. Mendekati produknya, ada lebih banyak lagi strategi yang diterapkan untuk memanipulasi psikologi kita sampai berakhir dengan membeli.

Advertisement

Apalagi ketika sudah berkaitan dengan harga, berbagai trik sudah disisipkan di sana. Untungnya hal ini bisa kamu praktikkan juga ke usahamu supaya penjualan meningkat. Salah satunya adalah dengan menerapkan teknik anchoring. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini yuk!

Teknik anchoring ini biasanya digunakan untuk memengaruhi keputusan konsumen dengan memberikan referensi atau patokan

iPad/ Credit: Josh Sorenson on Pexels via www.pexels.com

Salah satu contoh paling terkenal dari teknik ini adalah yang dilakukan oleh Steve Jobs yang memperkenal iPad dalam sebuah presentasi dengan harga $999 namun kemudian mengubah harganya menjadi $499 ketika sudah dirilis. Saat mendengar harga yang lebih murah tersebut maka orang-orang langsung berlomba-lomba untuk mendapatkannya karena dianggap lebih murah, padahal bisa jadi memang harga yang lebih murah tersebut merupakan harga sebenarnya.

Dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa anchoring adalah praktik untuk menetapkan harga yang digunakan sebagai acuan atau patokan ketika konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. Sehingga bisa jadi perusahaan memang sengaja untuk menetapkan harga yang tinggi dulu seolah sebagai harga sebenarnya sebelum akhirnya memberitahukan harga yang asli.

Advertisement

Ada beberapa contoh lain dari strategi anchoring ini, ternyata bisa juga tak berkaitan dengan harga lo

Sering terlihat/ Credit: Artem Beliaikin on Pexels via www.pexels.com

Kita mulai dulu dari yang mungkin paling familiar dijumpai. Saat masuk ke sebuah swalayan atau department store dan melihat pakaian mungkin kamu akan melihat beberapa di antaranya mendapatkan potongan harga. Ketika mengecek price tag yang terpasang maka akan terpampang harga sebelum dan sesudahnya yang memberikanmu gambaran antara harga asli dan yang sudah didiskon, yang mana seringnya terlihat seolah memiliki selisih yang jauh yang menimbulkan keinginan untuk membeli di benak konsumen makin menjadi-jadi.

Tak hanya berkaitan dengan harga, ada juga metode anchoring yang lain. Misalnya ketika ada paket untuk jalan-jalan ke kota A dan kota B dengan fasilitas dan benefit yang sama, mungkin seseorang akan kebingungan memilih yang mana. Akan tetapi, jika kota A menawarkan pilihan tanpa sarapan, maka pilihan tersebut tak akan menarik lagi. Jika ada pilihan kota A dengan sarapan, pilihan ini bisa jadi akan lebih superior daripada kota A tanpa sarapan bahkan juga lebih menarik daripada jalan-jalan ke kota B walau dengan sarapan.

Anchoring menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk diterapkan dalam strategi marketing karena beberapa alasan

Banyak caranya/ Credit: Sam Lion on Pexels via www.pexels.com

Murah atau mahal mungkin relatif bagi orang-orang yang akan membeli suatu barang, konsep tersebut akan tercipta ketika seseorang sudah memiliki referensi berupa informasi yang sudah diketahui sebelumnya. Makanya jika menaruh harga yang mahal kemudian memberi diskon, orang akan menganggap harga tersebut lebih murah.

Selain itu, orang memiliki kecenderungan untuk bingung dalam menentukan keputusan karena takut salah langkah. Makanya, penjual bisa membantu meringankan ‘rasa sakit’ ketika mereka mengambil keputusan untuk mengeluarkan uang saat membeli dengan menawarkan referensi dan memastikan pilihan yang dibuat adalah yang terbaik.

Metode ini cukup sederhana namun efektif untuk dilakukan. Bahkan, jika memposisikan diri sebagai konsumen, kamu mungkin sudah mulai menyadari akan strategi ini. Namun, buktinya seringkali tetap saja kan terjebak dan tetap ingin membeli?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE