Banyak dari kita yang bermimpi menjadi entrepreneur atau wirausahawan. Jenis pekerjaan ini memang menjanjikan kebebasan lebih, kesempatan berinovasi, sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Namun, memulai karier sebagai seorang wirausahawan bukan pilihan yang mudah. Ada banyak yang mesti kamu persiapkan. Risiko yang harus kamu ambil pun tidak main-main, karena artinya kamu harus melepaskan diri dari kenyamanan dan rasa aman menjadi karyawan. Agar kamu lebih siap, di artikel ini Hipwee  akan menjabarkan 10 tips khusus buatmu yang baru pertama kali berwirausaha.

1. Jangan membangun lebih dari satu bisnis sekaligus. Yang paling penting adalah fokus.

Fokus

Fokus via www.virgin.com

Advertisement

Mereka yang baru pertama kali memulai bisnisnya sendiri akan mudah tergoda untuk mengambil setiap kesempatan yang melintas. Tapi, jangan sampai kamu terperdaya. Jaga fokusmu agar tidak bercabang. Jangan membangun lebih dari satu usaha sekaligus saat kamu baru memulai, karena ini akan menyedot produktivitas dan efektivitasmu. Lebih baik fokuskan dirimu mengembangkan satu proyek bisnis lebih dahulu, sebelum kamu melompat ke proyek selanjutnya.

2. Bangunlah usahamu dari sesuatu yang kamu senangi.

Buat usaha

Buat usaha via www.huffingtonpost.com

Dalam memulai suatu usaha, bangunlah berdasarkan dari apa yang kamu senangi, yang merupakan kelebihan atau bakatmu. Jangan memulai bisnis hanya karena ia terlihat keren atau punya potensi keuntungan yang luar biasa. Dengan mengerjakan yang kamu suka, bisnismu justru punya kesempatan lebih besar untuk sukses. Menciptakan usaha yang menguntungkan memang penting, tapi lebih penting lagi jika kamu senang mengelolanya dan membuatnya bertumbuh hari demi hari. Kalau hatimu gak ada di situ, kamu gak akan sukses.

3. Ketika ditanya, jelaskan ide bisnismu dengan lugas dan ringkas.

Utarakan idemu dengan lugas

Utarakan idemu dengan lugas. via living-it.org

Selalu ada kesempatan tak terduga untuk bertemu dengan calon investor maupun pelanggan yang potensial bagi bisnismu. Makanya, pastikan kamu selalu siap untuk mempresentasikan ide bisnismu pada mereka. Utarakan apa misi dari bisnismu, layanan yang ditawarkan, serta tujuan-tujuanmu lewat bahasa yang lugas dan ringkas. Pastikan juga penyampaianmu sesuai dengan lawan bicaramu. Hindari bicara bertele-tele, karena ini tak akan membuatmu tampak meyakinkan.

4. Sebagai pemula, kamu masih perlu belajar banyak hal. Bergaullah dengan orang-orang yang lebih paham.

Bergaul dengan orang-orang yang punya wawasan tentang lahan bisnismu

Bergaul dengan orang-orang yang punya wawasan tentang lahan bisnismu. via amandasains.wordpress.com

Advertisement

Tidak ada seorangpun yang mengetahui segalanya, jadi kamu juga gak perlu berlagak tahu semuanya. Mintalah saran dan masukan dari mereka yang kamu anggap cukup menguasai bidangnya. Pengetahuan mereka akan memperkaya wawasanmu  dan membantu mendidikmu menjadi pemimpin dan usahawan yang baik. Temukan orang-orang sukses dan berwawasan yang punya kepentingan sama dan bisa menjadi rekan yang ideal bagi bisnismu untuk jangka panjang.

5. Bersikaplah “prihatin” dalam mengelola keuangan usahamu.

Dompetmu = perusahaanmu

Dompetmu = perusahaanmu via www.man-up-online.com

Kesampingkan dulu untuk belanja ini-itu saat baru memulai usaha. Kamu gak perlu langsung bikin kantor yang bagus, atau berbelanja pelengkapan yang sebenarnya belum diperlukan saat ini. Ingat, isi dompetmu adalah napas perusahaanmmu. Berlatihlah untuk hemat. Perhatikan setiap rupiah yang kamu hasilkan dan keluarkan. Kelola arus kas perusahaanmu secara efektif.

6. Ketika salah melakukan sesuatu, jangan cuma ambil lalu. Catat kesalahanmu dan belajarlah dari situ.

Belajar dari kesalahan

Belajar dari kesalahan via www.man-up-online.com

Meskipun misalnya jurusanmu Ekonomi, tidak ada buku tentang bisnis atau rencana usaha yang bisa memperkirakan masa depan atau serta-merta membuatmu menjadi pengusaha handal. Tidak ada jalan yang mulus atau eskalator menuju sukses. Semuanya harus dijalankan dengan kerja keras.

Sebagai wirausahawan, kamu memang mesti punya rencana saat ingin menjalankan usahamu. Tapi, jangan pula menghabiskan waktu hanya untuk menunggu saat yang tepat untuk terjun. Kamu bakal jadi pengusaha yang baik jika sudah ditempa di dunia usaha yang nyata. Yang paling penting, belajarlah dari kesalahanmu dan jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama.

7. Kamu tidak akan mendapat modal dengan gampang

Mengandalkan dirimu sendiri.

Mengandalkan dirimu sendiri. via www.virgin.com

Saat memulai usaha untuk pertama kalinya, jangan mimpi akan ada investor baik hati yang mau meminjamimu modal dengan gampangnya. Kaji ulang anggaran dana yang dibutuhkan jika kamu masih memerlukan sejumlah besar modal untuk meluncurkan usahamu. Kamu hanya perlu menyederhanakan anggaran sampai cukup masuk akal sebagai usaha yang masih akan dirintis.

Setelah kamu bisa melakukannya, barulah kamu mencari cara untuk membuktikan model bisnismu bisa berhasil meski dengan modal cekak. Kalo kamu memang layak, investor pun akan datang dengan sendirinya, kok.

8. Jangan lupa, kesehatanmu juga penting!

Jaga kesehatan.

Jaga kesehatan. via www.huffingtonpost.co.uk

Ya, kamu jelas akan lebih produktif dalam mengelola usahamun jika tubuhmu dalam keadaan fit. Makanya, kamu mesti memperhatikan kesehatanmu. Berwirausaha itu gaya hidup, bukan profesi dengan jam kerja yang gak bisa diganggu gugat. Jika kamu bekerja sampai kelelahan, kamu jsutru gak bisa berfungsi dengan baik. Jadi, lakukan pola makan yang sehat, berolahraga, dan luangkan waktu untuk dirimu sendiri.

9. Kesuksesan itu lebih nikmat kalau kamu mengusahakannya dalam diam

Perbanyak aksi.

Perbanyak aksi. via growthcoachblog.com

Antusiasmemu pada usaha yang sedang kamu rintis kadang bikin kamu banyak membicarakannya pada orang-orang di sekitarmu. Rasa optimis itu penting, tapi jangan sampai kamu justru termakan oleh omonganmu sendiri. Buatlah mereka terkesan bukan dengan wacana, melainkan dengan bukti nyata berupa usaha dan hasil.

10. Ketahuilah kapan waktunya berhenti.

Tahu kapan waktunya berhenti.

Tahu kapan waktunya berhenti. via getprismatic.com

Dalam menjalankan bisnis, kamu juga mesti berpikir dan bertindak realistis. Saat gagasan dan usahamu itu memang gak membuahkan hasil, kamu mesti tahu kapan mesti berhenti. Menuruti egomu sendiri hanya akan membuatmu tenggelam lebih dalam. Alih-alih, duduk dan refleksikan semua yang telah kamu lakukan. Temukan apa yang salah dan apa yang semestinya kamu lakukan waktu itu.

Kegagalan memang pahit, tapi itulah yang membuatmu berkembang. Manfaatkan kegagalanmu ini sebagai sarana belajar untuk memperbaiki dirimu dan bisnis yang kamu kerjakan di kemudian hari.

Nah, setelah mengetahui tips di atas, gak perlu takut lagi buat memulai usahamu sendiri, ‘kan? Indonesia masih butuh banyak pengusaha muda seperti kamu!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya