Iya sih sejuk, tapi kalau ujung-ujungnya bikin penyakit, mending nggak usah dibabat sampai habis aja.

Bercukur memang bisa membuat kita ‘terlihat’ lebih bersih. Seperti halnya cewek dengan rambut kemaluannya. Entah kenapa, kebanyakan dari mereka menilai cukuran bisa bikin kita lebih bersih dan lebih sehat. Mereka percaya tindakan tersebut membuat ‘anunya’ lebih higienis. Namun kenyataannya, hal itu bertentangan lho sama anjuran medis.

Biasanya cewek terdorong untuk menghilangkan rambut kemaluan karena tujuan penampilan dan aktivitas seksual. Sayangnya, penampilan ternyata bukanlah segalanya dari sisi medis. Demi penampilan tersebut, risiko-risiko kesehatan pada bagian genital cewek malah bisa timbul. Nah kali ini Hipwee bakal berbagi informasi kesehatan tentang hal itu. Kira-kira risiko apa saja yang bisa menghantui?

1. Dengan menggundulinya, berarti kamu membiarkan bakteri patogen penyebab penyakit masuk ke dalamnya

Ngeri ‘kan? via www.newsflash.com.ng

Bukti ilmiah dari mencukur habis bulu vagina ternyata cukup bikin ngeri. Dr Vanessa Mackay, anggota Royal College of Obstetricians & Gynaecologists mengatakan, rambut kemaluan itu penting untuk mencegah patogen memasuki vagina.

Advertisement

“Rambut kemaluan menawarkan penghalang alami untuk menjaganya tetap bersih, mengurangi kontak dengan virus dan bakteri, dan melindungi kulit lembut di daerah tersebut. Ketika melindungi dari penyakit dan masalah kulit, rambut kemaluan juga mencegah partikel asing seperti debu dan bakteri patogen yang berasal dari bagian tubuh bagian.” ungkapnya kepada The Independent.

 

2. Tanpa rambut-rambut di sekitar vaginamu, kemungkinan timbulnya infeksi akibat jamur bisa bertambah

Dalam sebuah penelitian, sebanyak 60% cewek di Amerika Serikat memilih untuk menghilangkan rambut pada sekitar vaginamu. Padahal menjaga kelembaban rambut kemaluan juga dibutuhkan, lho. Bukan apa-apa, biar menjaga vaginamu tetap sehat gitu.

“Rambut kemaluan juga membantu untuk mengontrol kelembaban daerah yang mengurangi kemungkinan infeksi akibat ragi atau jamur.” kata Dr. Vanessa.

3. Luka akibat mencukur habis rambut di sekitar vagina bisa jadi tempat menyenangkan. Iya, menyenangkan untuk hidupnya bakteri

Ketika mencukur habis rambut di sekitar bagian genital, beberapa orang kerap meninggalkan luka. Nah pada luka tersebut, bakteri sangat mungkin masuk dan hidup di dalamnya. Dr. Vanessa bahkan menegaskan bahwa sekecil apa pun luka yang ditinggalkan akibat mencukur, dan di tengah area genital yang hangat dan lembab, luka tersebut bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi bakteri untuk tumbuh dan hidup.

4. Fungsi penting lainnya, rambut kemaluan juga berguna sebagai ‘bantalan empuk’ buat vagina

Sebagai pelindung via g03.s.alicdn.com

Pada bagian genital cewek, rambut sangat berguna untuk melindungi kulit-kulit sensitif. Dan ketika cewek mencukur rambut kemaluan, maka mereka menempatkan diri pada risiko tinggi dalam tertular kutil pada kelamin.

“Meskipun rambut kemaluan nggak benar-benar mencegah itu, hal ini membantu menghindari kulitmu mengalami kontak dengan kulit seseorang yang mungkin sudah memilikinya.”

Gimana? Udah tau kan risiko-risiko apa aja yang bisa menghantui kalau kamu mencukur habis rambut ‘anumu’?