Membuat to-do list atau daftar tugas bisa kamu coba jika ingin pekerjaanmu lebih efektif. To-do list mencegah kita melupakan tugas-tugas penting dan membantu kita menentukan prioritas pekerjaan. Ketika bisa mencentang atau mencoret satu per satu isi to-do list, senang deh rasanya. Kita pun akan terlecut semangatnya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa.

Tapi membuat to-do list yang baik juga ada rahasianya, lho. Ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan dalam membuat to-do list. Sebaliknya, ada juga hal-hal yang harus kamu perhatikan. Apa saja sih? Simak, yuk!

1. Hanya tuliskan tugas yang sudah pasti akan kamu kerjakan

Tuliskan hanya apa yang memang akan kamu kerjakan via eighteen25.blogspot.com

Kamu mungkin memiliki banyak pekerjaan di saat yang bersamaan. Tapi, jangan masukkan semuanya di list-mu. Pastikan bahwa tugas-tugas yang kamu masukkan adalah tugas yang sifatnya memang paling penting dan harus segera diselesaikan.

Contohnya, tugas yang harus kamu selesaikan adalah membersihkan kamar, menuntaskan 2 artikel pesanan klien, dan mengerjakan skripsi. Di antara ketiganya, hanya 2 pertama yang benar-benar mesti selesai segera. Skripsi bisa kamu tunda pengerjaannya sampai hari Sabtu atau Minggu. Kalau sudah tahu begitu, jangan tuliskan “Mengerjakan skripsi” di to-do list-mu hari itu. Buatlah to-do list khusus untuk akhir pekan, dan tuliskan “Skripsi” disana.

Advertisement

Kalau nekat memasukkan tugas-tugas yang sudah kamu sadari tak akan bisa kamu selesaikan hari ini, kamu malah bisa stres, lho. Menganggap dirimu gagal atau pemalas hanya karena satu pekerjaan tak terselesaikan, padahal kamu memang tidak punya waktu.

Berpikirlah sedikit lebih panjang tentang apa yang memang harus ada di list-mu. Ini untuk kebaikan kamu sendiri, kok.

2. Jelaskan dengan rinci apa yang harus kamu kerjakan hari ini

To do list yang baik vs yang tidak baik via hipwee.com

Semakin detail tugas-tugas yang kamu tuliskan di list-mu, semakin mudah kamu mengerjakannya. Daripada menulis “SKRIPSI!”, tuliskanlah “Kerjakan minimal 1 halaman Bab II” atau “Cek argumen dan kritik terhadap humanitarian intervention“. Daripada menulis “Bikin kamar rapi”, tuliskanlah “ganti sprei, buang sampah, cuci baju kotor”.

“SKRIPSI!” atau “Bikin kamar rapi!” bukanlah tugas, melainkan proyek. Menuliskan proyek pada list milikmu malah akan bisa membingungkanmu. Selain itu, bukankah kamu akan lebih cepat mengerjakan sesuatu ketika sudah tahu dengan rinci apa tugasmu itu?

3. Tulislah tugasmu dengan kalimat perintah

Pakai kata perintah dalam menuliskan tugasmu via hipwee.com

Pada intinya, to-do list adalah alat untuk memerintah dirimu sendiri. Jadi, gunakanlah kalimat perintah dalam menuliskan tugasmu. Daripada “IBU”, lebih baik tulislah “Telepon Ibu”. Daripada “Makeup”, tulislah “Beli alat makeup baru”. Dengan ini, otakmu akan lebih cepat memproses apa saja yang harus kamu kerjakan hari ini.

4. Masukkan segala informasi penting tentang tugas itu

Masukkan segala informasi penting tentang tugas itu via www.theprospect.net

Jangan cuma tulis apa saja yang harus kamu kerjakan. Tulis juga kapan targetmu menyelesaikannya. Kalau kamu harus menghubungi seseorang, tulislah nomor telepon atau alamat surel mereka. Dengan ini, to-do list-mu akan jadi lebih informatif. Inilah yang nanti akan lebih memudahkanmu mengerjakan tugas.

5. Beri prioritas yang jelas pada tugas-tugasmu

Beri prioritas pada to-do list-mu. via www.cremedelacraft.com

Selain memasukkan tugas-tugas penting, kamu juga harus mengurutkan prioritas. Misalnya, kamu bisa menggunakan skala angka 1-5: semakin penting tugas tersebut, semakin kecil angkanya. Jadi kamu bisa membubuhkan angka “1” ke tugas paling penting, angka “3” ke yang lebih tidak penting, dan angka “5” ke hal yang bisa kamu kerjakan paling belakang.

6. Update rutin isi to-do list-mu

Update terus to-do list-mu via photographyconcentrate.com

Jangan biarkan list-mu menjadi kaku. Isinya harus berubah setiap waktu, mengikuti dinamika aktivitasmu. Untuk memastikan bahwa to-do list-mu updated, sediakan waktu luang tiap malam untuk mengevaluasinya dan tiap pagi untuk mengisinya kembali. Tidak perlu waktu lama untuk melakukan dua hal ini. Cukup sediakan 5-15 menit, kamu sudah bisa membantu hari kerjamu jadi lebih mudah dilalui.

7. Hapus saja tugas yang memang sudah terlalu lama nangkring disitu

Mungkin kamu memang terlalu sibuk untuk mengerjakan tugas tersebut. Mungkin tugas itu terlalu berat. Apapun alasannya, jika suatu tugas telah nangkring terlalu lama di to-do list, kamu harus segera menuntaskannya atau justru tak mengerjakannya sama sekali.

Jangan sayang membuang-buang tugas. Mungkin tugas itu sebenarnya tak sepenting yang kamu kira. Toh kamu baik-baik saja saat tugas itu belum kamu selesaikan. Tapi kalau tugas itu memang sebenarnya penting, segeralah tuntaskan. Jangan membuatnya nangkring lebih lama lagi di to-do list-mu. Kasihan dia, ‘kan, terus jadi anak tiri?

Selain itu, membiarkan suatu tugas terlalu lama ada di to-do list-mu bisa melemahkan semangatmu. Kamu bisa merasa tidak produktif dan kecewa atas apa yang gagal kamu kerjakan. Jangan sampai kamu merasa seperti ini, ya!

Nah, itu tadi 7 tips yang bisa Hipwee berikan seputar membuat to-do list yang baik. Semoga bisa membantumu, ya. Yuk, sambut hari ini dengan lebih bersemangat!