Sebagian besar perut buncit, pasti selalu identik dengan kegemukan. Padahal nggak semua orang berperut buncit punya tubuh yang tambun berisi. Dalam beberapa kasus, mereka yang bertubuh kurus pun ternyata bisa saja memiliki perut dengan ukuran yang nggak sesuai dengan tubuhnya.

Menurut Dr. Ida Gunawan, MS, Sp.GK, seorang dokter gizi dari Jakarta, mengatakan bahwa untuk melihat apakah seseorang termasuk dalam kategori memiliki perut buncit atau nggak, bisa dilakukan melalui pengukuran lingkar pinggang. Jika lingkar pinggang cowok >90 cm dan cewek >80cm, maka orang tersebut positif memiliki perut buncit.

Advertisement

Lalu, apa kabar dengan mereka yang perutnya buncit padahal bertubuh kurus? Hal ini bukan nggak mungkin dan memang bisa terjadi. Nih, Hipwee Tips bantu kamu menjelaskan beberapa penyebabnya. Simak, ya!

1. Ketika segala daya upaya sudah dilakukan namun perut masih saja buncit, itu berarti ada peran genetika dalam tubuhmu

peran genetik via 889community.com

Gen yang merupakan faktor keturunan dari orang tua memang sulit dihilangkan. Mereka yang punya gen dari orang tua yang berperut buncit, kemungkinan akan memiliki perut buncit juga.

Jadi, jika kamu secara genetik memiliki bentuk tubuh bertipe apel, maka lemak akan lebih mudah menumpuk di bagian perut.

2. Faktor usia sangat berpengaruh dalam kerja tubuh memproses lemak, pada cewek khususnya

makin tua makin buncit?

makin tua makin buncit via i.huffpost.com

Advertisement

Seperti yang dilansir dari doktersehat.com, usia memiliki pengaruh besar dalam sistem pencernaan terutama ketika memproses lemak.

Ketika usia bertambah, tubuh pun ikut berubah dan tingkat hormon pertumbuhan (HGH) juga mulai menurun. HGH ini adalah hormon penting guna pembentukan otot dan metabolisme lemak. Ketika hormon ini semakin menurun, maka menyebabkan tubuh sulit untuk membongkar lemak terutama yang ada di perut.

Kabar buruknya buat cewek, mereka lebih rentan mengalami penumpukan lemak di perut terutama setelah menopause 🙁

3. Jenis lemak yang masuk ke dalam tubuh pun berpengaruh. Lemak visceral yang terdapat pada lemak jenuh lebih berpotensi bikin perut buncit

Lemak visceral adalah salah satu jenis lemak yang menumpuk dalam perut. Lemak inilah yang banyak berpengaruh dan dianggap lebih berbahaya karena berhubungan erat dengan berbagai risiko penyakit terkait metabolisme tubuh, seperti resistensi insulin, diabetes, jantung, dan tekanan darah tinggi.

Mulai sekarang, hindari lemak jenuh seperti daging dan susu serta produk olahannya yang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya lemak perut. Ganti dengan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dan alpukat. Namun tetap disarankan mengonsumsi lemak dalam batas normal sesuai kebutuhan harian, ya.

4. Terlalu banyak mengonsumsi junk food dan minuman ringan yang mengandung gula meningkatkan risiko inflamasi, sehingga menyebabkan perut buncit

makan junk food via dissolve.com

Seperti yang dilansir dari indiatimes.com, makanan olahan seperti keripik, pasta, roti, minuman bersoda, dan junk food meningkatkan risiko inflamasi di dalam tubuh. Lemak perut berhubungan dengan inflamasi, sehingga mengonsumsi jenis makanan tersebut meningkatkan risiko perut yang membuncit.

5. Pengaruh hormon insulin yang berlebihan juga bisa jadi penyebab perut buncit

kelebihan hormon insulin via www.medicalnewstoday.com

Menurut Dr. Natasha Turner, dokter naturopati, mengatakan bahwa hormon insulin berperan dalam mengatur kadar gula darah tubuh dan menyimpan lemak. Kelebihan hormon insulin menyebabkan perubahan hormonal dan metabolisme yang menyebabkan hilangnya massa otot. Perubahan ini yang membuat perut menjadi buncit.

6. Kurangnya bergerak juga membuatmu yang kurus punya perut buncit

malas bergerak

malas bergerak via media.thedailytouch.com

Kurangnya bergerak, latihan fisik maupun olahraga dapat menyebabkan kelebihan lemak pada siapa pun, termasuk mereka yang kurus. Padahal dalam keseharian, mereka malas bergerak karena merasa sehat, nggak mengalami kegemukan karena bertubuh kurus. Ini keliru.

Sheola Dugan, seorang ahli dari Rush University Medical Center mengatakan bahwa olahraga mampu memerangi berbagai macam lemak perut yang nggak diinginkan.

7. Massa lemak dan massa otot yang nggak seimbang menyebabkan menumpuknya lemak yang lebih banyak, khususnya di area perut
massa otot dan lemak nggak seimbang

massa otot dan lemak nggak seimbang via msnbcmedia.msn.com

“Perut gendut terbentuk ketika massa lemak lebih banyak dibanding massa otot,” jelas Mark Hyman, MD, penulis Journal of American Medical Association.

8. Kamu yang punya kebiasaan buruk dalam menempatkan posisi tubuh, lebih berpotensi mengalami perut buncit
postur tubuh yang keliru

postur tubuh yang keliru via compassindy.com

Tahukah kamu? Postur tubuh yang tegak saat berdiri maupun duduk membuat badan kita terlihat lebih rata. Postur tubuh yang buruk akan membuat tubuh terlihat gemuk dan perut yang membuncit. Kebiasaan ini lama kelamaan akan membentuk tubuh menjadi bungkuk, pundak lunglai, dan perut yang buncit.

Nah, mulai sekarang atur dan jaga postur tubuh kamu selalu tegak baik dalam posisi apapun. Tegakkan kepala, tarik pundak ke belakang, busungkan dada dan tarik otot perut. Selalu lakukan ini hingga menjadi kebiasaanmu, ya.

9. Jika kamu tidur kurang dari 6 jam per hari, maka kemungkinan lingkar pinggang akan bertambah juga lebih besar

kurang tidur

kurang tidur via i.huffpost.com

Tidur dapat berpengaruh pada fungsi tubuh dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kurang tidur dapat berpengaruh juga terhadap metabolisme tubuh sehingga menyebabkan pembakaran lemak berkurang. Selain itu, metabolisme yang menurun bikin kamu lebih suka ngemil yang tentunya akan menambah lemak di perut. Demikian penjelasannya seperti yang dilansir dari dokter.id.

10. Terakhir, faktor stres besar pengaruhnya terhadap penumpukan lemak di perut. Baik karena hormon atau konsumsi makananmu

stres berlebihan via www.avogel.co.uk

Ketika stres, seseorang cenderung ingin mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan tinggi lemak sehingga menyebabkan penumpukan lemak berlebih di perut. Selain itu, hormon kortisol meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh dan melebarkan ukuran sel lemak. Tingginya kadar kortisol sering dikaitkan dengan meningkatnya lemak perut. Ini yang menyebabkan perutmu buncit.

Kenyataan ini membuat kita kembali berpikir bahwa nggak semua keluhan kesehatan menimpa orang berbadan gemuk. Mereka yang bertubuh kurus juga rentan mengalami keluhan seperti lemak perut yang menyebabkan perut buncit.

Jadi, siapa pun kamu, mari sama-sama kita jaga kesehatan sejak dini, karena kita sendirilah yang menentukan tubuh kita akan jadi seperti apa nantinya. Salam sehat dan tetap semangat, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya